Dec 29, 2011 - Rumah.com
“Perencanaan pembangunan infrastruktur di Jakarta tidak komprehensif, sangat parsial. Pendekatannya proyek dan on site, jadi hanya menangani kawasan yang bermasalah. Di mana ada kerusakan, di situ yang ditanggulangi,” jelas pengamat tata kota Yayat Supriatna.
Dosen Planologi Universitas Trisakti ini memberi contoh, saat jalan tol dalam kota macet, kemudian dibuat peraturan truk dilarang masuk tol. “Hal ini menurut saya hanya memindahkan masalah kemacetan ke tempat lain. Di samping itu, karena melihat jalan tol lancar, orang kembali menggunakan tol,” papar Yayat.
Panjang jalan di Jakarta saat ini diperkirakan tidak banyak beranjak dari angka 7.650 kilometer di 2010, dengan total luas jalan 40,1 km2 atau 6,2 persen dari luas wilayah Jakarta. Angka tersebut masih di bawah standar, yakni 14 persen.
Yayat mengatakan, tahun 2011 panjang jalan tidak banyak bertambah, kecuali jalan layang non tol Tanah Abang - Kampung Melayu dan Blok M - Pangeran Antasari. Kedua jalan itu akan menjadi short cut yang menghubungkan kawasan tengah kota dengan pinggiran. “Tetapi kesulitannya, jalan ini hanya akan memindahkan masalah kemacetan. Lancar di jalan layang, keluar jalan layang macet lagi,” tukas Yayat.
Angkutan Umum, Pilihan Irasional
Buruknya sarana angkutan umum, imbuh Yayat, membuat semua orang berfikir harus memiliki kendaraan pribadi. “Misalnya saja, masyarakat diimbau memakai Busway, tetapi kenyamanan dan keamanan tidak terjamin,” katanya. “Di sisi lain, proyek MRT pun belum berjalan,” kata Yayat yang menyingkat MRT menjadi “Masih Rapat Terus”.
Menurut Yayat, proporsi pengguna angkutan umum di Jakarta hanya 20 persen, sementara pengguna kendaraan pribadi 80 persen. Hal ini berbeda dengan di Singapura, dimana masyarakat kelas menengah atau siapapun yang mau menggunakan kendaraan umum dibuat nyaman, sehingga tidak ada yang gengsi memakai kendaraan umum.
“Sekarang, bisa dibilang menggunakan angkutan umum adalah pilihan irasional, karena harus berpindah beberapa kali, biaya lebih mahal, waktu tempuh yang tak pasti, dan keamanan tidak terjamin, terbukti dengan banyaknya kasus perkosaan di angkutan umum belakangan ini,” pungkasnya.
Anto Erawan
Cari Berita Properti
Kata Kunci:
Jelajahi berdasarkan Kategori
December 2011 Berita Properti
- Yayat Supriatna: Pembangunan Infrastruktur masih Parsial
- Saat Pohon Mengalah pada Kebijakan Pemerintah
- Urban Farming: Bersahabat dengan Lingkungan Ternyata Menguntungkan
- Kelurahan Malaka Sari, Juara JGC 2011
- Rangka Baja Ringan: Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan
- Kaca Dekoratif: Sentuhan Estetika Lewat Permainan Cahaya
- Tahun 2011, Promosi Properti secara Online Naik Signifikan
- Banjir Bisa Jadi Peluang Investasi
- IKAPRI: Analis, Faktor Penting dalam Bisnis Properti
- Menyiasati Ruangan Berhadapan
Jelajahi Berita berdasarkan Bulan
Redaksi Rumah.com
| Alamat: | PT. Allproperty Media Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20 Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560 |
| Tel: | +6221 2935 5288 |
| Fax: | +6221 2935 5256 |
| Email: | editorial_id@rumah.com |

