sequence
 
Jan 4, 2012
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Urusan sampah memang kerap merepotkan. Namun, jika disikapi dengan arif, sampah pun bisa membawa keuntungan. Sampah organik (terurai) yang merupakan sisa rumah tangga sebetulnya bisa didaur ulang menjadi kompos. Caranya pun cukup mudah dan bisa dilakukan dalam skala rumahan.

Usman Firdaus menjelaskan, membuat kompos sebagai media tanam sangat baik dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta. “Pasalnya, saat ini di Jakarta sudah sulit menemukan tanah sebagai media tanam,” jelas Ketua Kelompok Tani Cikoko Hijau Lestari ini. Menurut Usman, untuk membuat kompos sebagai media tanam, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, semuanya dapat dibuat sendiri dengan bahan dan alat sederhana.

Sebelum membuat kompos, sediakan dahulu beberapa bahan, yakni:
• Hijau daun atau sampah dapur.
• gula pasir/gula merah.
• Bioaktivator (bisa berupa EM4).

Sementara itu, alat-alat yang diperlukan adalah:
• Pencacah (pisau atau mesin pencacah).
• Bak komposter mini lengkap dengan tutupnya (bisa dibuat dari ember bekas cat ukuran 25 kg).
• Sprayer untuk menyemprot bio aktivator.

 

 

Cara Pembuatan:
1. Pisahkan sampah daun/sayur dengan sampah non organik.
2. Rajang/cincang/cacah sampah organik dengan ukuran 1 – 2 cm.
3. Masukkan sampah organik yang sudah dicacah ke dalam komposter mini.
4. Semprot/siram sampah organik dengan larutan bioaktivator hingga merata dengan takaran satu tutup botol (10 cc), dicampur dengan satu liter air.
5. Tutup rapat-rapat bak komposter mini dan letakkan di tempat teduh. Lakukan penyemprotan setiap kali memasukkan sampah organik dan tutup kembali. Lakukan penambahan dan penyemprotan sampah organik secara berulang sampai bak komposter mini penuh.
6. Diamkan selama tujuh sampai 14 hari agar terjadi proses komposting yang akan menghasilkan pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair dan pupuk padat dipisahkan oleh saringan.
7. Pupuk cair dapat diambil dengan membuka keran mulai pada hari ke-5 dan seterusnya. Jika air lindi (pupuk cair) berbau tak sedap, campurkan dengan air dengan perbandingan 1 : 5. Tambahkan pula satu sendok makan kapur sirih yang dilarutkan dengan air, kemudian tuang ke dalam botol lindi. Warna lindi akan berubah jadi agak jernih dan tak berbau.
8. Ambil pupuk padat yang sudah menjadi bubur kompos, tambahkan bahan aditif (dapat berupa sekam, arang sekam, serbuk gergaji perbandingan 2 : 1).
9. Sebelum digunakan sebagai pupuk atau media tanam, kompos harus terlebih dahulu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
10. Pupuk organik cair dapat langsung digunakan sebagai pupuk tanaman. Apabila pupuk cair organik akan disimpan, sebaiknya difermentasi dahulu dengan bahan bioaktivator dengan perbandingan 4 : 1.

Anto Erawan

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Komentar Pembaca: (3 komentar)

Eko Wahyudi - Mar 1, 2013
Info tsb.menarik untuk dicoba, tapi: - gula pasir/gula merah dipakainya untuk apa? - penyaring yg didalam komposter bahannya apa yaa? (kawat ram, plastik saringan atau apa?) penjelasan kurang lengkap.
sudarmanto darmanto - Feb 27, 2013
terimah kasih ilmunya,akan saya coba
Berty.F.P. Sampow - Mar 21, 2012
saya akan cba dirmh...

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com