Oct 29, 2012
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah menerbitkan revisi Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) Nomor 13 Tahun 2012 tentang Perumahan dan Permukiman yang mengatur tentang batas minimal luas rumah sejahtera tapak yang bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Hal ini terkait dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan uji materi mengenai pasal 22 ayat 3 Undang-undang (UU) No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang menyebutkan bahwa luas lantai rumah tunggal dan rumah deret memiliki ukuran paling sedikit 36 m2.

“Permenpera sudah diterbitkan minggu lalu dengan Nomor 27 dan 28 Tahun 2012,” kata Sri Hartoyo, Deputi bidang Pembiayaan Kemenpera kepada Rumah.com, Senin (29/10).

Revisi itu dilakukan menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi tertanggal 3 Oktober 2012 yang membatalkan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahahan dan Permukiman Pasal 22 ayat 3 yang melarang luas rumah di bawah 36 m2.

Dikatakannya, tidak banyak perubahan yang terjadi dalam peraturan yang baru tersebut, karena prinsipnya hanya meniadakan tentang ukuran hunian tapak yang berhak mendapatkan fasilitas FLPP.

Selain itu, Permenpera yang baru tersebut juga memperbolehkan terjadinya konversi pembiayaan kepemilikan rumah dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) biasa menjadi FLPP. “Misalnya sebelum aturan baru ini terbit, ada rumah tipe 21 m2 yang dicicil dengan KPR biasa, padahal harganya Rp70 juta dan si pembeli berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan. Nah, sisa kredit yang belum dibayar itu bisa dikonversi untuk menggunakan FLPP,” terang Sri yang menuturkan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi peraturan baru ini kepada pihak pengembang dan perbankan.

Sementara itu, Tulus Santoso, Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengatakan, pihaknya menyambut baik terbitnya peraturan FLPP yang baru ini. Lebih lanjut, Tulus mengungkapkan akan segera mengembangkan proyek hunian tapak tipe 36 atau lebih kecil.

“Pasar rumah di Indonesia kebanyakan masih tipe 36 m2 ke bawah. Jadi adanya peraturan ini akan membantu baik masyarakat yang membutuhkan rumah maupun pengembangnya,” kata Tulus.

Secara terpisah, Eddy Ganefo, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) juga menyambut baik terbitnya aturan baru ini. Dengan ini asosiasi menargetkan akan membangun rumah tipe dibawah 36 m2 sebanyak 14.000 rumah pada kuartal terakhir tahun ini.

“Kami sudah siap membangun 14.000 unit rumah tipe 21 m2 di tiga bulan terakhir 2012 ini, jika peraturan tidak terlambat dan bisa diselesaikan segera. Pasalnya, pihak bank masih terikat dengan Permenpera yang mensyaratkan pembangunan rumah dengan minimal tipe 36 m2,” kata Eddy.

Im Suryani
imsuryani@rumah.com

 

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com