Feb 21, 2012
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Bentuk arsitektur rumah yang megah akan terasa lengkap jika memiliki lanskap yang indah—dengan hamparan rumput hijau dan deretan pohon nan rindang. Persoalannya, pohon besar dan rindang tidak bisa didapat dalam waktu singkat, karena masa pertumbuhannya yang lama.

Namun jangan khawatir, karena kini hal itu bisa disiasati dengan menggunakan pohon instan. “Kelebihan pohon instan adalah bisa melewati proses waktu pertumbuhan pohon yang lama,” jelas Suwardi Hagani, Direktur Hagani Flora saat ditemui Rumah.com di proyek apartemen Woodland Park, Jakarta, Selasa (21/2).

Suwardi mengatakan, semua pohon pada dasarnya bisa dijadikan pohon instan, namun masing-masing spesies memiliki karakteristik yang berbeda. “Pohon beringin misalnya, adalah salah satu pohon yang mudah untuk dipindahkan,” katanya.

Menurut Suwardi, jenis pohon yang paling diminati dan laku dijual sebagai pohon instan adalah pohon yang memiliki daun, batang, serta bunga yang bagus dan unik, seperti pohon kamboja, palem, cempaka, trembesi, cemara, dan ketapang. “Pohon instan yang tersedia di pasar, biasa berumur minimal lima tahun hingga ratusan tahun,” jelasnya.

Satu Juta, Hingga Ratusan Juta Rupiah
Untuk harga, umumnya pohon instan dijual dengan harga minimal Rp1 juta per batang, sudah termasuk biaya pengiriman. Namun untuk jenis pohon tertentu yang tergolong langka, biaya pemindahan bisa sangat fantastis. “Misalnya, pemindahan pohon baobab di UI beberapa waktu yang lalu. Biaya pemindahannya saja bisa mencapai Rp100 juta,” katanya. Lantaran harga dan biaya pengirimannya yang tergolong besar, tambah Suwardi, maka hanya konsumen kalangan atas atau pengembang perumahan dan apartemen saja yang biasanya meminati pohon instan ini.

Teknik pemindahan pohon, imbuh Suwardi, bisa menggunakan katrol. “Tetapi untuk pohon dengan ukuran yang lebih besar, pemindahan pohon menggunakan crane,” katanya.

Biasanya, jelas Suwardi, konsumen yang meminta jenis pohon tertentu dengan ukuran dan jumlah tertentu, baru kemudian Suwardi mencari pohon yang diinginkan tersebut. Di lahan miliknya yang cukup luas di kawasan Tangerang, Suwardi juga menanam beragam jenis pohon. Namun untuk kondisi tertentu, dia harus mencari hingga luar kota bahkan luar pulau Jawa.  

Sebenarnya jenis-jenis pohon di Jabodetabek sendiri sudah tergolong lengkap, katanya. “Beruntung saat kita dijajah Inggris, Raffles sempat membangun Kebun Raya Bogor yang memiliki spesies pohon paling lengkap. Jadi bibit tanaman yang ada di sana masih bisa didapat dengan mudah di daerah sekitar Jabodetabek,” tuturnya sembari tersenyum.

Merawat Pohon Instan
Setelah pohon instan dipindahkan atau ditanam kembali, kata Suwardi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. “Pohon yang dipindahkan seperti baru diamputasi, jadi tidak memiliki akar yang kuat, sehingga memerlukan penanganan khusus. Untuk beberapa waktu, pohon masih harus disangga dengan kayu, agar tidak jatuh,” katanya.

Untuk perawatan, pohon yang baru dipindahkan perlu diberi vitamin untuk membantu pertumbuhan, serta pestisida untuk mencegah datangnya penyakit. “Vitamin dan pestisida cukup diberikan sebulan sekali,” kata Suwardi.

Selain itu, tentu saja pohon harus disiram secara teratur, dua kali sehari. “Dalam satu tahun, pohon sudah bisa tumbuh seperti sediakala,” pungkas Suwardi.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com