May 24, 2012
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Berdasarkan pasal 22 ayat 3 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011, rumah sederhana tapak yang dibangun di bawah tipe 36 tidak akan mendapat subsidi. Hal ini, menurut Eddy Ganefo, sangat ironis.

Ketua Umum DPP APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) ini menjelaskan, ada dua jenis hunian yang mendapat subsidi, yaitu rumah tapak (rumah tunggal dan rumah deret) dan rumah susun (Rusunami). Berdasarkan UU No. 1 tahun 2011, pasal 22 ayat 3, rumah tapak yang disubsidi minimal tipe 36 dengan harga maksimal Rp70 juta. Sementara untuk rumah susun mendapat subsidi sampai harga Rp144 juta, tipe tidak dibatasi, jadi bisa tipe 21, 27, atau 36.

“Jadi hal ini ironis, karena terjadi diskriminasi. Rumah tapak di bawah tipe 36 tidak disubsidi, sementara konsumennya—masyarakat berpenghasilan Rp2,5 juta—tidak  akan mampu membeli rumah tanpa subsidi,” tegas Eddy.

Di sisi lain, imbuh Eddy, rumah susun di bawah tipe 36 bisa mendapat subsidi. Padahal konsumennya berpenghasilan Rp4 juta – Rp5,5 juta.

Artinya, kata Eddy, mereka yang berpenghasilan Rp4 juta – Rp5,5 juta mendapat subsidi, sementara yang berpenghasilan Rp3,5 juta – Rp4 juta tidak akan bisa membeli rumah susun. Di lain pihak, mereka yang berpenghasilan di bawah Rp2,5 juta tidak akan mampu membeli rumah tapak. “Artinya orang miskin tidak mendapat subsidi, sementara orang yang mampu malah mendapat subsidi,” tukasnya.

Pemerintah mengatakan, rumah di bawah tipe 36 tidak layak, dengan alasan asupan oksigen. Jadi asupan oksigen minimal untuk satu keluarga berisi empat orang, bisa dipenuhi oleh rumah tipe 36. “Tetapi, jika alasannya seperti itu, mengapa rumah tapak tidak boleh di bawah tipe 36, sementara rumah susun boleh?” tutur Eddy, berargumentasi.

“Itulah sebabnya kami mengajukan gugatan (judicial review) pasal 22 ayat 3 UU No. 1 tahun 2011 ke Mahkamah Konstitusi, karena kami ingin mengembalikan hak-hak rakyat, karena rakyat berhak menempati tempat tinggal dan lingkungan yg layak,” pungkasnya.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)

Foto: Anto Erawan

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Komentar Pembaca: (2 komentar)

cheppy rangga - Dec 3, 2012
Seharusnya harga jual rusun dibawah seratus juta agar masyarakat menengah kebawah dapat membelinya.
cheppy rangga - Dec 3, 2012
Terlalu mahal untuk rusn dan tapak

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com