May 9, 2012
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Apakah jenis kayu yang paling mahal? Jika Anda menjawab kayu jati, maka jawaban Anda salah.

Kayu termahal sebagai bahan baku furnitur adalah tigerwood. Menurut Rina Kundang, tigerwood berasal dari ‘bisul kayu’ (burl) yang tumbuh secara alami dan tidak dapat dibudidayakan. Misalnya kayu jenis redwood, jika memiliki ‘bisul’, namanya menjadi redburlwood.

“Kelebihannya, dipotong dari sudut manapun, serat kayu akan sama bagusnya,” tutur pemilik Sony Art Gallery di bilangan Ciputat Raya, Jakarta Selatan ini.

Kelebihan inilah, imbuh Rina, yang membuat harga kayu ini mahal. Berbeda dengan jenis kayu lain, tigerwood biasa dijual per kilogram. “Apalagi kalau kayunya lebar, biasanya si penjual akan menantang pembeli: ‘berani berapa?’” katanya.

Karena harganya mahal, jelas Rina, maka jarang furnitur yang menggunakan jenis kayu ini secara utuh. Tigerwood umumnya dijual dalam bentuk lembaran tipis yang kemudian ditempel di atas particle board atau t-block. “Biasanya tigerwood hanya digunakan sebagai profil atau aksen dari sebuah produk furnitur,” jelas Rina.

“Sebagai perbandingan, meja jati dengan laci menggunakan kayu jati, harganya cuma Rp2,5 juta; sementara meja jati dengan laci dari tigerwood, harganya bisa mencapai Rp6,5 juta,” paparnya. “Contoh lain, peti kayu jati berukuran kecil harganya hanya Rp1,5 juta; sedangkan peti berbahan baku tigerwood dengan ukuran yang sama, bisa mencapai Rp8 juta.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)

foto: wikipedia/dok. Rina Kundang

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com