Jun 18, 2012
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Saat ini, banyak pengembang menawarkan hunian berkonsep riverside atau riverview, alias hunian yang berlokasi di dekat aliran sungai. Menurut ilmu feng shui, pada dasarnya rumah yang memiliki view sungai atau air sangat baik, namun jika lokasi rumah terletak dekat dengan sungai, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Jarak ideal sungai dengan rumah, tergantung bentuk kontur rumah. Jika kontur rumah cukup tinggi, lokasi boleh berdekatan dengan sungai, tetapi kalau kontur rumah rendah, sebaiknya lokasinya agak jauh. Dalam hal ini, faktor banjir juga perlu dipertimbangkan,” jelas Pakar Feng Shui, Sidhi Wiguna Teh.

Aliran sungai yang terbaik menurut feng shui adalah aliran yang melengkung memeluk rumah—bukan aliran yang menyiku rumah. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah suara sungai tidak bising. Sungai yang baik adalah sungai yang jernih dan tidak berbau tak sedap atau dikotori sampah. Alasannya, karena kurang baik untuk kesehatan.

Sungai yang paling baik, papar Sidhi, memiliki aliran yang tidak deras. Pasalnya, aliran deras sungai akan membawa aliran energi terlalu kencang, sehingga tidak terlalu berimbang.

Sidhi menuturkan, bila arah dan posisi rumah terhadap sungai sudah baik, akan lebih baik jika sungai lebih lebar. Sebab, biasanya unsur air dalam feng shui membawa efek finansial, jadi lebih besar alirannya lebih bagus. Sebaliknya, jika posisi rumah tidak bagus, sementara aliran sungainya besar, efek buruknya akan berganda.

Selain baik bagi feng shui rumah, ternyata sungai juga mampu membawa efek bagi sebuah kota yang dilaluinya. “Jika kota memiliki aliran sungai yang bagus, kehidupan di kota tersebut akan bagus, tetapi bila aliran sungai jelek, maka akan banyak orang yang stres,” jelas Sidhi.

Pengaruhi Finansial hingga Seksual
Aliran sungai yang tidak sesuai dengan arah hadap rumah, bisa membawa efek negatif, seperti finansial, kesehatan, relationship, hingga masalah hukum.

 

Bila aliran sungai lurus di depan rumah, maka feng shui-nya tergantung arah hadap bangunan. Sidhi memberi contoh, sebuah rumah yang menghadap utara tidak baik jika menghadap sungai yang mengalir dari barat ke timur. Arah aliran sungai yang baik buat rumah tersebut adalah dari timur ke barat.

Sebaliknya, rumah yang menghadap selatan tidak baik jika menghadap sungai yang mengalir dari timur ke barat. Rumah tersebut cocok dengan aliran dari barat ke timur.

Jika aturan ini dilanggar, lanjut Sidhi, maka penghuni akan mengalami hal-hal buruk seperti yang tertera dalam rumus peach blossom water, yakni akan memengaruhi kehidupan seksual penghuni.

Pada kasus aliran sungai di samping rumah, Sidhi menyarankan sebaiknya arah air sungai menuju rumah—dari depan ke belakang. “Jika sebaliknya, saya tidak begitu merekomendasi, karena hal tersebut akan menngeringkan efek positif dari rumah,” katanya.

Posisi rumah yang ada di siku sungai, jelas Sidhi, tertera dalam rumus eight roads of distruction (delapan jalan kehancuran), tergantung arah rumah serta arah datang dan pergi air. “Jika demikian, akan terjadi hal-hal negatif yang terkait dengan fisik, seperti kecelakaan, kesehatan, penyakit, sampai kematian,” jelasnya.

 

Cermati Posisi dan Arah Hadap
Karena memindahkan arah aliran sungai adalah hal yang mustahil, maka untuk memperoleh feng shui yang baik, bentuk dan arah hadap rumah mesti dicermati.

Solusi yang mesti dilakukan adalah mengubah arah pintu utama. “Misalnya rumah menghadap utara, sementara aliran sungai di hadapannya mengalir dari barat ke timur, maka sebaiknya pintu rumah digeser, misalnya menghadap timur laut, sehingga rumus peach blossom water sudah tidak terpenuhi,” urainya. Kalau aliran dari belakang ke depan, imbuh Sidhi, sebaiknya pintu digeser ke samping menghadap aliran air sungai.

Rumah yang terletak di siku sungai, akan terkena efek sentrifugal. Untuk meminimalisir efek negatifnya, jelas Sidhi, perlu dibuat buffer. “Idealnya bentuk lengkung sungai ditutup dengan tanaman, sehingga tidak terlihat dari pintu. Menggunakan pagar juga bisa, tetapi yang penting visualnya harus diblok,” katanya. “Jalan yang ada di depan rumah juga bisa mengurangi efek negatif sungai yang menyiku tersebut.”

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com

 

 

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com