Jun 22, 2012
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Rumah sempurna (perfect home) kerap diartikan sebagai rumah yang mewah, berlokasi di kawasan elit di pusat kota, dekat dengan tempat tujuan wisata, pusat belanja, dan perkantoran. Padahal kriteria itu bukan merupakan syarat sebuah rumah sempurna.

Anda ingin tahu apa yang bisa membuat rumah disebut sempurna? Rumah sempurna adalah rumah yang sehat, bersih, higienis, rapi dan hijau, serta tidak boros mengonsumsi energi listrik. Desainer interior Quartanti D. Djojowijoto menerangkan, hal pertama yang perlu diperhatikan untuk menciptakan rumah sehat adalah luas rumah setidaknya harus memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk beraktivitas.

"Rumah harus sesuai kebutuhan, tidak terlalu sempit atau terlalu besar. Sirkulasi untuk aktivitas, pencahayaan, dan udara harus terpadu sempurna," kata Quartanti saat diskusi "Perfect Home" di Perumahan Bintaro Jaya, pekan lalu.

Luas rumah juga sangat dipengaruhi oleh desain interior dan penggunaan furnitur dari segi bentuk, warna maupun ukuran. “Sebaiknya hindari penggunaan furnitur yang secara visual membuat rumah terkesan penuh dan sesak,” Quartanti.

Setelah rumah tertata rapi dan sesuai dengan ukuran luas, Anda juga harus membuat rumah selalu bersih. Bersih tidak hanya untuk perabot, lantai, maupun dinding rumah, tetapi juga untuk lingkungan rumah Anda yang akan berpengaruh bagi lingkungan sekitar. "Membersihkan perabot dan rumah kita harus dengan produk kebersihan yang sesuai peruntukkan dan ramah lingkungan," tutur Sari Tobing, Environment Assistant Manager Yayasan Unilever Indonesia.

Aktivitas Manusia Sumbang Emisi
Hal lain yang perlu diperhatikan, imbuh Sari, adalah merawat dan memelihara rumah dengan berperilaku yang bisa mendukung pengurangan emisi dalam kehidupan sehari-hari. Karena saat ini, secara tidak sadar mayoritas orang di Indonesia bahkan dunia memiliki kebiasaan yang berpotensi menyumbang peningkatan emisi gas rumah kaca.

"Kita telah meninggalkan jejak karbon di setiap akvitas harian. Mulai dari penggunaan kendaraan bermotor, lampu, kertas, pendingin ruangan, alat-alat elektronik, hingga sampah organik yang menghasilkan emisi gas rumah kaca," papar Sari.

Sari menambahkan, tidak banyak masyarakat yang tahu dan sadar bahwa aktivitas harian itu memberi kontribusi pada pemanasan global. Unilever yang bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) membuat carbon wheel atau Kalkulator Jejak Karbon untuk menghitung berapa jejak karbon yang diciptakan dalam rutinitas harian tersebut.

Sari mencontohkan, penggunaan hair dryer selama satu jam menghasilkan 891 gram karbondioksida (CO2), menyalakan lampu selama 24 jam menghasilkan 214 gram CO2, dan penggunaan pendingin ruangan satu jam saja menghasilkan 668 gram CO2.

"Kami ingin meningkatkan kampanye untuk menjaga alam. Untuk itu, kami telah mensosialisasikan kalkulator jejak karbon ini kepada lebih dari 22 ribu kepala keluarga di Bintaro Jaya," pungkasnya.

RD Kandi
dewi@rumah.com

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com