Mar 14, 2013
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Memiliki rumah atau vila di daerah pegunungan yang berkontur merupakan kebanggaan tersendiri. Pemandangan indah dan hawa sejuk bisa mendatangkan ilham saat berkontemplasi atau sekadar untuk refreshing.

Namun dalam ilmu feng shui,  ternyata lokasi hunian di lembah dan di lereng yang curam memiliki tingkat risiko yang tinggi. “Mungkin kita bisa membuat struktur bangunan yang kuat, tetapi tetap saja akan berpotensi longsor,” papar pakar feng shui Sidhi Wiguna Teh.  Dia mengatakan, kemiringan lahan yang relatif aman untuk hunian di lahan berbukit berkisar 30 derajat.

Nadi Naga dan Sarang Naga
Di dalam ilmu feng shui, ada istilah “nadi naga”. Istilah ini sebenarnya mengacu pada daerah berkontur paling tinggi dan landai di setiap lapisan tanah. Daerah sepanjang jalur ini merupakan daerah paling baik dijadikan hunian. Sebaliknya, daerah paling jelek di setiap lapisan tanah adalah daerah yang paling rendah dan paling curam.

 

 

Di sepanjang nadi naga, terdapat lokasi yang disebuat “sarang naga” yang merupakan lokasi terbaik (dalam gambar ditandai titik merah). Syarat lokasi sarang naga adalah: di sebelah kiri ada bukit (yang dinamakan naga hijau), di sebelah kanan ada bukit (harimau putih), di belakang ada bukit yang lebih tinggi (kura-kura hitam), sementara di depan ada bukit yang lebih rendah (phoenix merah). Nama-nama binatang tersebut sebenarnya hanya merupakan personifikasi dari garis kontur.

Lebih lanjut murid Grand Master Yap Cheng Hai ini mengatakan, hunian di lokasi sarang naga akan lebih baik jika memiliki unsur air di depannya, karena akan membuat aliran chi tidak buyar. “Perhatikan aliran angin di pegunungan. Angin akan melambat jika bertemu air,” kata pendiri Indonesia Feng Shui Architect (IFSA) ini.

Lokasi yang baik, akan membuat penghuni memiliki potensi sangat tinggi dalam segala hal, seperti finansial, power, keharmonisan, hingga keturunan. Pria berkacamata ini memberi ilustrasi, jika bibit unggul ditanam di tanah yang subur, pasti tanaman akan tumbuh dengan baik.

Lokasi terbaik  bukan di puncak bukit, karena di sana angin susah dikontrol sehingga chi menjadi buyar. Tetapi turun bukit sedikit, di sepanjang jalur nadi naga, ada penahan di belakang, kanan, dan kiri, sehingga angin tidak terlalu kencang dan dapat terkontrol. Hal ini menyebabkan chi terkumpul dan tidak buyar.

“Lembah juga bukan lokasi ideal, karena merupakan jalur air tetapi aliran angin stagnan (mati angin). Daerah lembah yang luas masih layak menjadi hunian, urai Sidhi, karena aliran air akan memilih daerah (di lembah tersebut) yang lebih rendah, sementara embusan angin juga tergolong baik,” jelas pria ber-shio Ular ini.   

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com

Foto: Anto Erawan

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com