Mar 28, 2013
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

RumahCom – Kondisi kredit bermasalah atau kredit macet (Non Performing Loan/NPL) pada kredit pemilikan rumah (KPR) tipe 21 ke bawah, ternyata sebesar 4,5%. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Humas Bank Indonesia, Difi A. Johansyah di Jakarta baru-baru ini.

“Semakin besar tipenya justru semakin kecil NPL-nya. Ini menunjukkan kriteria debitur rumah tipe besar memang lebih matang dibanding debitur rumah tipe kecil,” kata Difi.

Dia melanjutkan, NPL yang terjadi pada debitur KPR rumah tipe 21 sampai tipe 70 sebesar 3,5%. Sedangkan NPL debitur KPR rumah tipe 70 ke atas hanya 1,6%.

Menurut Difi, debitur KPR rumah tipe 21 ke bawah bukanlah pekerja sektor informal, melainkan masyarakat yang bekerja di sektor yang rentan terhadap stabilitas perekonomian, atau pekerja kantor dengan tingkat gaji lebih rendah.

“Menurut kami, debitur rumah tipe 21 ke bawah ini merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mereka bekerja di kantor tetapi pendapatannya mungkin hampir di bawah standar. Sehingga jika mereka terkena pemutusan hubungan kerja, maka penghasilannya menjadi nol,” tutur Difi.

Kondisi seperti ini, menurut Difi, sebentar lagi akan membunyikan alarm kewaspadaan. “Yang terjadi kemudian adalah, baik pihak perbankan atau pengembang akan mengambil alih (buyback) rumah tersebut,” pungkasnya. (*)

Im Suryani
imsuryani@rumah.com

Foto: Anto Erawan

    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com