Aug 2, 2013 - Rumah.com
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share
RumahCom – Kebijakan loan to value (LTV) yang berlaku bagi rumah kedua dan ketiga kian memperoleh tanggapan positif dari para pengembang. Meski demikian, kebijakan ini dinilai tetap tidak dapat menghilangkan keberadaan spekulator dari dunia properti.
 
Cesar de La Cruz, Direktur Keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menyambut baik langkah Bank Indonesia menerapkan kebijakan LTV bagi rumah kedua dan ketiga. Kebijakan ini berakibat pada meningkatnya uang muka yang harus dibayarkan oleh calon pembeli dalam membeli rumah kedua dan ketiga mereka.
 
“(Kebijakan) itu bagus bagi kami (pengembang). Meski tidak akan pernah hilang, paling tidak para spekulator akan lebih susah untuk masuk,” kata Cesar di Jakarta, Rabu (31/7).

Sebagai informasi, mekanisme kebijakan tersebut adalah, untuk rumah pertama tipe di atas 70 meter persegi, pengambil KPR diwajibkan membayar uang muka sebesar 30%. Sedangkan untuk rumah kedua, akan membayar uang muka sebesar 40%. Kemudian untuk rumah ketiga, uang muka yang diwajibkan adalah 50%.

Cesar menambahkan, produk-produk APLN menyasar kelas menengah ke atas, sehingga harganya pun akan lebih sulit dijangkau jika pembeli tidak benar-benar kelebihan uang untuk membeli rumah kedua atau ketiga mereka.

“Kebijakan ini menyaring para pembeli yang memang benar-benar punya uang di kantong mereka. Bukan pembeli yang mau mencoba peruntungan mereka,” imbuhnya.

Im Suryani
imsuryani@rumah.com
 
Foto: dok Rumah.com
    table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share

Cari Berita Properti

Kata Kunci:

Jelajahi Berita berdasarkan Tahun

Redaksi Rumah.com

Alamat: PT. Allproperty Media
Gd. Ratu Prabu 1, lt. 6. Jl. TB. Simatupang Kav. 20
Cilandak, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Tel: +6221 2935 5255
Fax: +6221 7884 7465
Email: editorial_id@rumah.com