Rumah di Kelapa Gading Masih Jadi Buruan

Fathia Azkia

Rumah di Kelapa Gading Masih Jadi Buruan

RumahCom – Berdasarkan data yang dihimpun dari situs Rumah.com sepanjang tahun 2015 lalu, area Kelapa Gading, Jakarta Utara, menempati urutan pertama dalam hal pencarian rumah sewa. Total kata kunci pun berada di angka 50.231.

Menanggapi hal ini, Yuliawaty Saputra, BBA, selaku Principal LJ Hooker Kelapa Gading, membenarkan fakta ini.

“Biasanya yang mencari rumah sewa di Kelapa Gading ini adalah pasangan muda yang baru menikah lalu kepingin tinggal di Kelapa Gading. Kisaran harga sewanya itu mulai dari Rp40 jutaan per tahun, tidak beda jauh dengan kawasan elit di sekitarnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Terbatasnya stok rumah tapak (landed house) di Kelapa Gading mendorong tetap tingginya permintaan akan hunian sekunder di tahun 2015. Selain itu, rumah sekunder juga lebih diminati karena harganya relatif lebih murah dibanding rumah baru, dan lingkungan huniannya sudah terbentuk, sehingga lebih nyaman.

Sementara pada kata kunci pencarian rumah dijual, Kelapa Gading berada di posisi kelima setelah Gading Serpong, Banten, dengan total keyword sebanyak 99.462.

“Harga rumah baru bervariasi. Kalau rumah seken yang direnovasi total sehingga nampak baru itu harganya sekitar Rp3 miliaran. Sementara untuk rumah dalam kondisi baru (primary) dipasarkan mulai Rp5 miliar,” demikian diungkapkan Yuli kepada Rumah.com, Kamis (28/01).

Harga Mahal, Karena Semua Ada

Lantas, apa yang menyebabkan harga properti di Kelapa Gading begitu tinggi? Yuli menyebut karena segala kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat tersedia lengkap di sini.

“Mulai dari pusat perbelanjaan, sebut saja Mall Kelapa Gading 1 sampai 5, pusat kuliner, pusat bisnis, kantor bank, pusat kebugaran, sarana rekreasi, sekolah berstandar nasional hingga internasional, hingga rumah sakit ternama ada di Kelapa Gading,” jelasnya.

Tak heran dengan fasilitas dan kemudahan sedekat itu, menggenjot harga lahan maupun hunian di kawasan ini.

Banjir Jadi Trauma Sesaat

Menyoal banjir yang kerap kali melanda kawasan elit ini, Yuli mengatakan hal tersebut hanya sedikit sekali dampaknya, karena setelah banjir biasanya orang akan lupa.

“Cuma jadi trauma sesaat aja, lama-lama juga terbiasa. Aneh tapi nyata, meski suka banjir tapi penjualan rumah di Kelapa Gading tetap laris manis. Alasan mereka tetap bertahan karena sudah merasa betah mengingat semua ada di sini termasuk sekolah anak-anak,” tandasnya.

Terakhir, Yuli menyebut bahwa banjir yang terjadi di Kelapa Gading itu rupanya bukan karena letak geografis melainkan kiriman.

“Barometer banjir di Jakarta Utara ini sebenarnya bukan Kelapa Gading, melainkan Pluit dan Muara Karang. Banjir pun hanya datang setahun sekali, dan kondisinya kini tak separah tahun 1997 dan 2007,” kata Yuli.

Kondisi semakin baik semenjak ada pompa raksasa (polder) yang dibangun di Pluit, dan Kanal Banjir Timur, ketinggian permukaan air mulai menurun.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

Foto: Anto Erawan

UIO Inc
Feb 01, 2016
Tambah mahal aja nih rumah.......
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Properti Kelapa Gading: Cuma Buat yang Tahu Harga

RumahCom – Perkembangan properti yang masif selama satu dekade terakhir di Kelapa Gading, kerap membuat orang berpendapat bahwa potensi properti di kawasan ini menuju titik jenuh. Namun, pendapa

Lanjutkan membacaFebruari 10, 2012

9 Kawasan Hunian Favorit Ekspatriat di Jakarta

RumahCom - Ekonomi Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat selama tiga tahun terakhir, menjadi daya tarik bagi perusahaan multinasional untuk masuk atau melakukan ekspansi bisnis. Hal ini tentu saj

Lanjutkan membacaFebruari 27, 2014

Masukan