Mengulas tren pasar properti Bandung berdasarkan data Rumah.com Property Index, median harganya cenderung bergerak fluktuatif. Hal ini terlihat dari catatan sejak kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun 2018.

Jika di awal tahun median harga berada pada posisi Rp11 juta per meter persegi dan mengalami kenaikan hingga 1,57% di kuartal kedua (Q2), namun di kuartal ketiga (Q3) 2018 median harganya kembali turun sebanyak -3,38%.

Data Rumah.com Property Index terdahulu juga mencatat bahwa indeks harga properti di Bandung mengalami kenaikan sebesar 4% dari kuartal ketiga 2017 menuju kuartal keempat 2017. Median harganya berada pada kisaran Rp10 juta-Rp11 juta.

Dan jika mengulas tren pasar properti Bandung lebih jauh, area yang punya perkembangan paling pesat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir adalah kabupaten Bandung Barat dan Padalarang.

Peresmian tol Cipularang sekitar 10 tahun yang lalu jadi mempermudah akses, terutama dari Jakarta. Hal itu pula yang mendorong percepatan pembangunan berbagai fasilitas di kawasan ini.

Perkembangan kawasan ini juga bisa menjadi tolok ukur bagi properti di Padalarang. Harga jual yang di atas rata-rata (Rp12 juta per meter persegi) sesuai dengan segala fasilitas yang dimilikinya. Berbagai sarana seperti rumah sakit, sekolah-sekolah, hotel, clubhouse dan golf course semakin mengukuhkan statusnya sebagai kota mandiri.

Rencana pemerintah pusat membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang melintasi Padalarang yang diikuti pengembangan Kota Baru Walini oleh Pemprov Jabar juga membuat kawasan ini semakin menarik sebagai investasi.

Dengan akses yang semakin mudah dan fasilitas yang semakin lengkap, bukan tidak mungkin Padalarang, Bandung Barat, akan menjadi kawasan perumahan favorit untuk kalangan menengah ke atas.

Akses yang semakin mudah dan fasilitas yang semakin lengkap, bukan tidak mungkin Padalarang, Bandung Barat, akan menjadi kawasan perumahan favorit untuk kalangan menengah ke atas.

Akses yang semakin mudah dan fasilitas yang semakin lengkap, bukan tidak mungkin Padalarang, Bandung Barat, akan menjadi kawasan perumahan favorit untuk kalangan menengah ke atas.

Kehadiran perumahan-perumahan baru dengan pangsa pasar menengah atas seakan juga menegaskan potensi dunia properti di kawasan Bojongsoang yang sangat besar. Developer sekelas Agung Podomoro Land tentunya tidak akan sembarangan memilih lokasi untuk perumahan seluas 100Ha dengan harga per unit – sampai saat ini – mulai dari Rp1,3M.

Perkembangan yang pernah dan sedang terjadi memang memperlihatkan hal itu. Lokasi yang dekat dengan gerbang tol, kehadiran Telkom University dan berdirinya pusat perbelanjaan yang lengkap, membuat tinggal di kawasan ini tidak sulit.

Potensi di masa depan juga tidak kalah menggoda. Bojongsoang berada tidak jauh dari Bandung Teknopolis yang akan menjadi pusat Kota Bandung di masa datang. Ia juga bertetangga dengan Tegalluar yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai sebuah kawasan terpadu, termasuk di dalamnya kehadiran stasiun kereta cepat Jakarta – Bandung.

Potensi yang besar itu membuat Bojongsoang juga sangat menjanjikan sebagai sebuah investasi. Harga properti di kawasan ini masih memiliki peluang besar untuk terus naik.

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, pasar properti Bandung juga mulai diramaikan oleh hunian vertikal. Hal itu tidak lepas dari tingginya harga tanah di tengah tingginya kebutuhan tempat tinggal.

Dengan harga yang serupa, pembeli bisa memilih tinggal di landed house tapi berlokasi agak ke pinggir, atau tinggal di apartemen dengan lokasi di pusat kota dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Berdasarkan data yang kami miliki, harga unit apartemen studio dengan luas lantai 35m2 di Tamansari Tera yang berada di pusat kota pada Agustus 2016 adalah Rp864juta. Jika dibandingkan dengan harga yang mulai berlaku Desember 2017, ada kenaikan sebesar Rp19juta.

pergerakan pasar properti di bandung

Harga properti apartemen di Bandung mengalami kenaikan sebesar 8,7% per tahun. Secara indeks, angka ini bisa dibilang cukup besar.

Kenaikan yang terjadi tidak terlalu besar, hanya berada di kisaran  1,5% per tahun. Bisa jadi kenaikan harga yang lambat ini adalah strategi developer agar unit-unit yang tersisa bisa segera terjual. Apalagi topping off Tamansari Tera sudah dilaksanakan sejak Januari 2016. Developer tentunya menginginkan modalnya kembali secepat mungkin untuk diputar. 

Selain potensi passive income dari kenaikan harga properti, Anda juga memiliki potensi penghasilan dari menyewakan unit apartemen yang Anda miliki. Harga sewa unit apartemen studio di Tamansari Tera berada di kisaran Rp250ribu – Rp300ribu per malam.

Sementara itu, Rumah.com Property Index mencatat bahwa harga properti apartemen di Bandung mengalami kenaikan sebesar 8,7% per tahun. Secara indeks, angka ini bisa dibilang cukup besar.