Nama Pamulang, sejak awal April 2021, kian santer terdengar dan menjadi perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, selepas resminya jaringan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR 2) yakni Tol SerpongCinere, kawasan tersebut diprediksi akan menjadi melejit dan diburu masyarakat yang ingin beli rumah di Pamulang.

Jalan Tol SerpongCinere membentang sepanjang 10,1km dan terdiri atas 2 seksi. Seksi I yakni SerpongPamulang sepanjang 6,5km yang sudah rampung, dan Seksi II PamulangCinere sepanjang 3,6km dengan progres pengerjaan 86%. Seksi 2 Pamulang – Cinere diperkirakan akan rampung pada Juli 2021.

Kehadiran Tol SerpongCinere ruas SerpongPamulang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat saat menuju Bandara Soekarno Hatta. Diprediksi, jika sebelumnya waktu tempuh SerpongPamulang membutuhkan perjalanan selama 30 menit, kini hanya menjadi 5 menit saja.

Posisi pintu gerbang tol Pamulang berada di Jalan RE Martadinata, Tangerang Selatan. Praktis, adanya tol ini menguntungkan masyarakat bukan hanya bagi warga Pamulang dan Tangsel, melainkan juga warga Depok seperti Sawangan dan Cinangka serta warga Bogor seperti Parung.

Pamulang pun menjadi salah satu primadona baru karena menghubungkan Ciputat dan kawasan Bumi Serpong Damai dengan infrastruktur memadai yang didukung pengembang besar.

Di sisi lain, penambahan tol tentu membuat wilayah ini memiliki daya tarik yang semakin kuat bagi pembeli rumah pertama maupun investor, yang turut memicu naiknya aktivitas beli rumah di Pamulang.

Rumah.com mencatat, tren pencarian rumah di Pamulang pada tahun 2020 mengalami grafik yang naik turun. Tren pencarian mencapai puncak kenaikan tertinggi pada September dengan persentase 12%. Sementara tren terendah terjadi di bulan Maret dan April, berbarengan dengan mencuatnya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Beli Rumah di Pamulang? Ketahui Tren Pencariannya

Beli Rumah di Pamulang? Ketahui Tren Pencariannya

Jelang akhir tahun 2020, tren pencarian rumah di Pamulang kembali mengalami penurunan.

Secara kumulatif, ada 230.280 jumlah pencarian rumah di Pamulang sepanjang tahun 2020. Sejalan dengan itu, Pamulang memang menawarkan beragam perumahan yang bisa ditemukan di laman Properti Dijual Rumah.com.

Tergantung besar kemampuan finansial yang dimiliki, opsi rumah yang dihadirkan tersedia lengkap, mulai dari yang termahal di angka Rp5 miliar hingga terendah mulai dari Rp500 jutaan. Temukan pilihan huniannya yang sesuai kriteria Anda di sini!

Jika dibandingkan dengan area lain di Tangsel seperti Bintaro, harga beli rumah di Pamulang tentu lebih ekonomis sebab berada di kisaran Rp8 juta sampai Rp15 jutaan per meter persegi. Berbeda dengan Bintaro dan Serpong yang saat ini mencapai Rp15 – Rp20 jutaan meter persegi. Hal inilah yang membuat para pencari hunian berbondong-bondong mengincar perumahan di Pamulang.

Beli Rumah di Pamulang? Ketahui Tren Indeks Harganya

Beli Rumah di Pamulang? Ketahui Tren Indeks Harganya

Indeks harga properti di Pamulang berada di angka 120,4 pada Q4 2020

Rumah.com Indonesia Property Market Index menunjukkan tren harga properti di Pamulang sepanjang tahun 2020 dalam kondisi dinamis. Dimana tidak ada kenaikan maupun penurunan secara tajam. Hal ini bisa dicermati dalam grafik di atas.

Pada Q4 2020, indeks harga properti di Pamulang berada di angka 120,4 atau turun tipis sebesar -3,5 persen dibandingkan Q3 2020 (Quarter on Quarter/QoQ). Namun secara tahunan, indeks harga properti tahun 2020 justru menguat 14,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya (Year on Year/YoY).

Menariknya, jika dilihat pada grafik di atas, tren harga properti di Pamulang seolah tak terkena imbas dari pandemi Covid-19. Terbukti, pada Q2 2020 atau waktu dimana pandemi mencuat, tren harga properti justru naik dibandingkan kuartal pertama 2020.

Beranjak dari tren harga, suplai properti di Pamulang pun punya catatan menakjubkan. Yakni kenaikan suplai sebanyak 66,9 persen pada tahun 2020. Sebelumnya, di tahun 2019 indeks berada di angka 79,9 dan naik menjadi 133,3 pada 2020 (YoY).

Kenaikan juga terjadi secara kuartalan, dimana pada Q3 2020 indeks suplai properti berada di titik 105,6 dan naik menjadi 133,3 pada Q4 2020 (QoQ). Pasokan properti yang bertambah disinyalir merupakan respon pengembang terhadap tingginya permintaan (demand) pasar yang menguat.

Beli Rumah di Pamulang? Ketahui Tren Indeks Suplainya

Beli Rumah di Pamulang? Ketahui Tren Indeks Suplainya

Suplai properti di Pamulang pada Q4 2020 meningkat sejalan dengan santernya isu pembukaan tol baru

Apalagi pasar properti secara umum tengah menuju fase pemulihan. Hal ini didorong juga oleh berbagai stimulan dari Pemerintah, diantaranya kebijakan DP 0 persen yang berlaku mulai Maret 2021. Kebijakan tersebut memungkinkan masyarakat untuk mengajukan KPR atau KTA tanpa uang muka.

Bank Indonesia (BI) memberlakukan relaksasi rasio loan to value/financing to value (LTV/ FTV) untuk kredit pembiayaan properti maksimal 100 persen mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021. Kebijakan ini dinilai menguntungkan konsumen yang selama ini ingin memiliki hunian namun terkendala uang muka.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah

Seiring dengan aturan yang memudahkan, faktanya pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun ternyata berdampak pada peningkatan kesadaran dan dorongan untuk membeli rumah dengan kualitas yang lebih tinggi.

Hal ini merujuk dari hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021, dimana sebanyak 33 persen responden menyatakan terpikir untuk memiliki rumah, sebagai dampak dari menghabiskan lebih banyak waktu di rumah selama pandemi.

Beli Rumah di Pamulang? Kisaran Harga Berapa yang Jadi Incaran?

Beli Rumah di Pamulang? Kisaran Harga Berapa yang Jadi Incaran?

51 persen masyarakat memburu rumah di Pamulang yang dipasarkan seharga Rp300 juta – Rp750 juta

Beberapa tahun belakangan Pamulang memang menjadi favorit para pencari hunian. Pasalnya Pamulang sudah memiliki infrastruktur dan fasilitas publik yang tak kalah dengan Jakarta dan sekitarnya. Kendati di lain sisi masih banyak cap ‘area rawan macet’ yang dilayangkan kepada kawasan ini.

Pantauan Rumah.com menunjukkan sebanyak 51 persen masyarakat mengincar beli rumah di Pamulang dengan harga Rp300 juta hingga Rp750 juta. Sedangkan 21 persen konsumen lebih mengincar rumah di bawah Rp300 juta, yang mana akan sulit ditemui pada perumahan baru. Artinya, kemungkinan besar konsumen bisa mendapati rumah second dengan bujet sebesar itu.

Sementara itu, ada 17 persen masyarakat yang tertarik pada rumah di rentang harga Rp750 juta sampai Rp1 miliar. Dan hanya 6 persen saja yang mengincar rumah di Pamulang yang dipasarkan seharga Rp1 miliar – Rp1,5 miliar.

Secara garis besar, tren harga perumahan di Pamulang ditawarkan cukup terjangkau bagi kalangan menengah. Benar saja, di laman Beli Rumah.com, masyarakat bisa menemukan rekomendasi rumah di Pamulang dalam variasi harga, lokasi, dan konsep perumahan.

Jika berada dalam letak yang strategis seperti Amadea Townhouse Pondok Cabe, The Amazia Houses maupun Prive Hills Residence, rumahnya bisa dimiliki dengan merogoh kocek Rp1,5 miliar. Namun jika bujet tak lebih dari Rp1 miliar, konsumen bisa dihadapkan dengan pilihan perumahan kelas menengah seperti Vinus 88 Residence, Arya Green Pamulang, Kemiri Loka, dan Miral Enam Residence.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah