Di tahun 2017, ramalan bahwa Maja akan menjadi tren pembangunan residensial sudah menjadi kenyataan pada hari ini. Sejak perumahan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) besutan pengembang kawakan Ciputra Group luncur, perkembangan Maja dari hari ke hari semakin signifikan. Perumahan di Maja pun bak musim jamur, terus bertambah setiap tahunnya.

Proyeksi tersebut dikemukakan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rido Matari Ichwan pada Januari 2017.

Menurutnya, tren hunian masa depan diprediksi akan berkembang ke arah barat dan timur meliputi JakartaBogorTangerangBekasi-Cianjur (Jabotabekjur). Atau tepatnya, pada kawasan Tangerang yakni Maja dan Bekasi yakni Karawang.

Pasalnya pada tahun 2018 dan 2019, berbagai proyek infrastruktur strategis di Jakarta akan selesai dibangun. Inilah yang kemudian menyebabkan kondisi pasar properti di wilayah penyangga akan tergerek naik.

Berkembangnya wilayah bagian Barat dan Timur dari Kawasan Metropolitan Jabotabekjur sendiri juga telah sesuai dengan tata ruang Jabodetabekjur yang termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 54 tahun 2008.

Dimana pada Pasal 12 tercantum, “Untuk mewujudkan rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ditetapkan arahan pengembangan sistem pusat permukiman dan arahan pengembangan sistem jaringan prasarana”.

Sesuai dengan Perpres tersebut, wajah Maja kini memang didominasi oleh perumahan baru baik skala mega klaster maupun mini klaster. Rumah.com Indonesia Property Market Index Suplai (RIPMI-S) mencatat adanya dinamika dalam tren pasokan rumah di Maja dalam beberapa kurun waktu terakhir.

Pada Q1 2021, indeks suplai rumah di Maja berada di angka 139,6.

Pada Q1 2021, indeks suplai rumah di Maja berada di angka 139,6.

Berdasarkan grafik di atas, terlihat jelas bahwa pertumbuhan rumah di Maja sempat mengalami stagnasi di Q1 dan Q2 2020 sebagai imbas dari situasi dunia yang gonjang-ganjing akibat pandemi. Kendati demikian ada kenaikan tipis pada semester dua 2020 atau di kuartal tiga dan dan empat.

Menariknya, pada kuartal pertama tahun 2021 (Q1), tren indeks suplai rumah di Maja meningkat signifikan. Secara kuartalan atau Quarter on Quarter (QoQ), indeks pada Q1 2021 naik sebanyak 35,95 persen dari Q4 2020 yang mencatatkan indeks di angka 102,7.

Sedangkan secara tahunan atau Year on Year (YoY), tren indeks juga naik drastis sebesar 41,98 persen pada Q1 2021. Dimana pada kuartal yang sama tahun sebelumnya (Q1 2020), indeks hanya mampu mencapai angka 98,3.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Indeks harga rumah di Maja mengalami kenaikan konsisten dari kuartal ke kuartal

Indeks harga rumah di Maja mengalami kenaikan konsisten dari kuartal ke kuartal

Sejalan dengan naiknya tren indeks dari sisi suplai, hal yang sama terjadi pada indeks harga rumah di Maja pada Q1 2021. Indeks di kuartal pertama tahun 2021 berhasil mencapai angka tertinggi dibandingkan empat tahun terakhir yakni berada di angka 128,7.

Mengamati grafik di atas, indeks harga rumah di Maja memang selalu bergerak naik secara konsisten. Hal ini menandakan bahwa pangsa pasar perumahan di Maja tumbuh secara positif diiringi dengan tingginya permintaan konsumen.

Secara tahunan, indeks harga rumah di Maja pada Q1 2021 naik sebanyak 6,10 persen dibandingkan Q1 2020. Sedangkan secara kuartalan, indeks harga rumah pada Q1 2021 naik tipis 2,30 persen dibandingkan kuartal sebelumnya atau Q4 2020.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 300 jutaan di kawasan Maja? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Kilas balik, Maja menjadi salah satu wilayah yang masuk ke dalam pesan nawacita dan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yakni pembangunan 10 Kota Baru Publik. Tak pelak, pembangunan 10 Kota Baru Publik tersebut menjadikan Maja punya nama baru yakni “Kota Baru Maja”.

Dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur Kota Baru Maja, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pengembang membangun rumah dengan pola hunian berimbang.

Secara singkat, yang dimaksud hunian berimbang adalah kawasan hunian yang di dalamnya terdapat hunian mewah dan dan hunian menengah bawah atau rumah subsidi secara proporsional.

Konsep ini terutama ditekankan pada pengembang yang akan membangun hunian mewah. Sebab, selama ini, pengembangan rumah sederhana terkendala lahan sehingga rata-rata letaknya relatif jauh dari sarana transportasi dan akses antarkota.

Perumahan di Maja, Harga Mana yang Paling Diburu?

Catatan terbaru, tren pencarian rumah di Maja mencapai indeks 170,3 pada April 2021.

Catatan terbaru, tren pencarian rumah di Maja mencapai indeks 170,3 pada April 2021.

Sebagai informasi, Kota Baru Maja terletak di tiga daerah yakni Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten dan Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa Barat. Luas Kota Baru Maja diperkirakan lebih dari 10.000 hektar. Potensi kawasan Kota Baru Maja memang diperuntukkan untuk perumahan dan permukiman masyarakat.

Pasalnya, tanah di daerah tersebut memang tidak terlalu produktif sehingga cocok untuk perumahan. Pengembangan Kota Baru Maja sendiri telah diprogramkan pemerintah sejak tahun 2005 silam. Bahkan pemerintah juga berencana membangun jalur kereta api double track, serta pembangunan jalan penghubung antara daerah tersebut dengan kota lain di sekitarnya.

Merujuk grafik di atas terkait tren pencarian rumah di Maja dalam satu tahun terakhir, Rumah.com mencatat adanya kenaikan berturut-turut dalam tiga bulan terakhir. Yakni 110,2 pada Februari 2021, lalu naik menjadi 149,7 pada Maret 2021, dan naik lagi menjadi 170,3 pada April 2021.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Perumahan di Maja Harga Di Bawah Rp300 Juta Paling Favorit

Rumah dengan harga kurang dari Rp300 juta diincar oleh 76% masyarakat

Rumah dengan harga kurang dari Rp300 juta diincar oleh 76% masyarakat

Bukan lagi rahasia umum bahwa masyarakat khususnya pencari properti bisa menemukan dengan mudah pilihan rumah dengan harga kurang dari Rp300 juta di Maja. Bahkan rumah subsidi pun masih tersedia cukup banyak di Maja.

Tak heran, 76 persen konsumen properti menempatkan perumahan di Maja dengan harga di bawah Rp300 juta di preferensi teratas. Sementara 24 persen masyarakat mengincar rumah dengan harga di rentang Rp300 juta sampai Rp750 juta.

Berdasarkan kanal Beli di Rumah.com, terdapat sejumlah opsi perumahan di Maja dengan harga di bawah Rp300 juta. Pilihannya mulai dari Permata Mutiara Maja yang menawarkan rumah harga mulai Rp150 juta,  Citra Maja Raya yang masih menyimpan rumah baru harga Rp180 jutaan, atau yang sedikit lebih mahal yakni Cluster Sentra Hills dengan rumah harga Rp250 jutaan.

Masih di kawasan Citra Maja Raya, konsumen juga bisa menemukan rumah dengan harga yang lebih premium yakni Rp300 juta dengan spesifikasi yang jauh lebih unggul di Cluster Green Cove. Tergantung mana yang jadi pilihan Anda, semua daftar perumahan di Maja di atas bisa dimiliki dengan cicilan KPR yang tentunya sangat dibutuhkan oleh keluarga muda.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah