Infrastruktur Bintaro yang paling menentukan perkembangan kawasan ini adalah infrastruktur transportasi. Ya, sebagai kawasan yang menjadi kantong hunian pekerja komuter di Jakarta, Bintaro memiliki infrastruktur transportasi yang baik.

Infrastruktur transportasi yang baik membuat mobilitas penghuni menjadi lebih mudah dan lebih banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Itu sebabnya, banyak pengembang mengincar lahan yang berada dekat akses transportasi, khususnya stasiun KRL (Kereta Rel Listrik).

Di Jabodetabek sendiri ada beragam moda transportasi umum, mulai dari angkot, bus, Transjakarta, hingga Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan commuterline. Moda transportasi yang disebut terakhir adalah salah satu favorit, apalagi sejak PT KAI melakukan ‘reformasi’ KRL dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, kondisi KRL di Jabodetabek bisa dibilang mengenaskan. Penumpang dipaksa menerima apa adanya: gerbong yang kumuh, pedagang asongan, bangku plastik yang terkadang pecah di beberapa tempat, penerangan yang kerap mati, hingga bau pesing yang menusuk. Kini, tidak lagi.

Kondisi KRL Jabodetabek sudah jauh lebih nyaman. Gerbong steril dari pedagang asongan. Lantai berlapis karpet karet terlihat selalu bersih, bangku yang empuk dan nyaman, penerangan yang selalu terang untuk meningkatkan keamanan, hingga penyejuk ruangan yang membuat suasana di gerbong tetap nyaman. KRL juga menyediakan gerbong khusus perempuan.

Tak cuma di gerbong, PT KAI juga menambah jadwal keberangkatan. Keberangkatan bahkan bisa terjadi setiap lima menit sekali pada jam-jam sibuk sehingga pengguna KRL tak perlu takut tidak kebagian kereta atau terlambat sampai di kantor. Stasiun tak ketinggalan di permak. Pengguna hanya bisa memasuki peron dengan menggunakan kartu yang harus di tempelkan di pintu otomatis.

Peron pun sudah bebas dari pedagang asongan. Beberapa stasiun, meski kecil, saat ini jauh terlihat rapi. Untuk mendukungnya, sejumlah stasiun bahkan dilengkapi tempat parkir untuk kendaraan bermotor, dengan tarif maksimal Rp15 ribu untuk mobil dan Rp8 ribu untuk motor.

Dengan tarif KRL yang berkisar Rp3 ribu, total pengeluaran untuk ke kantor paling besar hanya Rp21 ribu per hari. Bandingkan jika Anda harus menggunakan mobil pulang-pergi ke kantor. Hitung sendiri biaya bahan bakar, tol, dan parkir mobil. Belum lagi waktu yang terbuang di kemacetan.

Kenyamanan yang ditawarkan KRL inilah yang membuat banyak pencari hunian memasukkan jarak dengan stasiun KRL sebagai salah satu syaratnya. Di Bintaro, Anda tak perlu khawatir. Tak cuma satu, ada tiga stasiun KRL yang tersedia. Berikut daftarnya:

  1. Pondok Ranji

    Stasiun Pondok Ranji ini adalah stasiun terdekat dari Kelurahan Bintaro, Jakarta Selatan. Jaraknya sekitar 1,1km dari Kelurahan Bintaro. Stasiun Pondok Ranji relatif mudah dijangkau, karena dilintasi angkot tepat di depan gerbangnya. Dari sini, Anda bisa menuju ke jalan RE Martadinata, Ciputat, atau ke daerah lain di Bintaro Jaya.

    Stasiun Pondok Ranji, sama seperti ketiga stasiun lainnya, juga merupakan bagian dari jalur commuterline Maja-Tanah Abang. Di antaranya melintasi Tigaraksa, Serpong, Kebayoran, dan Palmerah.

    stasiun krl

    Stasiun pondok ranji dengan tampilan yang telah dipermak oleh PT KAI. (heritage.kereta-api.com)Meski demikian, di antara ketiganya, Stasiun Pondok Ranji adalah stasiun dengan kapasitas parkir paling terbatas dibandingkan tiga stasiun lainnya. Stasiun ini mampu menampung sekitar 100 mobil dan 200 sepeda motor.

  2. Jurangmangu

    Stasiun Jurangmangu terletak di Ciputat, Tangerang Selatan. Stasiun diresmikan pada tahun 2007. Infrastruktur Bintaro yang satu ini merupakan stasiun terdekat dari Bintaro X-Change Mall, yang merupakan mal terbesar di kawasan Bintaro.

    Menuju BXc Mall dari Stasiun Jurangmangu sangat mudah. Dulu mungkin Anda harus berputar melewati flyover untuk menyeberangi jalur tol Jakarta-Serpong, jaraknya sekitar 1,2km. Kini, setelah turun dari kereta, Anda bisa mengakses jalur pedestrian melewati kolong tol dan tiba di gerbang barat BXc Mall.

    Jarak antara Stasiun Jurangmangu dengan Pondok Ranji sebenarnya tak terlalu jauh, hanya sekitar 2,2km jika menyusuri jalur kereta. Jika menggunakan jalur kendaraan bermotor jaraknya sekitar 4-5km. Dari sini Anda juga bisa menggunakan angkot D10 untuk menuju Ciputat.

    Peron stasiun Jurangmangu terlihat lebih lapang tanpa adanya pedagang asongan. (heritage.kereta-api.com)Stasiun Jurangmangu memiliki kapasitas parkir sekitar 150 mobil dan 300 sepeda motor. Stasiun ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang tinggal di kawasan di antara Jurangmangu dan Pondok Ranji.

    stasiun krl

  3. Sudimara

    Stasiun Sudimara merupakan stasiun tertua di antara ketiga stasiun di sekitar Bintaro. Jalur kereta api yang melintasi stasiun ini dibangun sejak 1896 silam. Perhentian Sudimara sendiri diresmikan pada tahun 1899, berbarengan dengan pembukaan jalur Tanah Abang-Rangkasbitung.

    Tragedi Bintaro yang sempat dibuat filmnya berkaitan dengan Stasiun Sudimara. Rangkaian kereta api lokal 225 Rangkasbitung-Jakarta Kota berangkat dari stasiun ini sebelum bertabrakan dengan kereta api patas menuju merak, pada 1987. Baru 20 tahun kemudian dibuat proyek jalur ganda, yang diresmikan oleh Presiden RI saat itu.

    Stasiun ini adalah pemberhentian bagi penghuni di kawasan Jombang, Tangerang Selatan, dan Sektor IX Bintaro Jaya. Jarak stasiun ini dari Pondok Ranji adalah sekitar 4,5km menyusuri jalur rel atau 7km melalui jalur kendaraan bermotor.

     

    Stasiun Sudimara memiliki kapasitas parkir yang terbesar di antara ketiga stasiun di kawasan Bintaro yakni 300 mobil dan 400 motor.

    Seperti stasiun Sudimara, semua stasiun KRL Jabodetabek kini menggunakan pintu masuk otomatis. (heritage.kereta-api.com)

    Seperti stasiun Sudimara, semua stasiun KRL Jabodetabek kini menggunakan pintu masuk otomatis. (heritage.kereta-api.com)

Selain KRL, infrastruktur Bintaro yang juga memanjakan penghuninya adalah jalan tol. Setidaknya ada satu pintu tol masuk menuju Jakarta, yakni di Pondok Ranji, dan sejumlah pintu keluar dan masuk baik dari dan menuju Serpong.

Infrastruktur Bintaro di bidang transportasi ini membuat kawasan ini menjadi salah satu kawasan hunian favorit.