Bila menilik infrastruktur kawasan Banten 10 tahun lalu tentunya terdapat perbedaan yang sangat drastis. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya pertumbuhan tingkat properti serta kemudahan akses ke wilayah Banten. Ketimpangan antara wilayah ibu kota dan Banten sebagai kawasan penopang Jakarta tentunya sudah mulai berkurang akibat peningkatan infrastruktur yang signifikan.

Kondisi ini tentunya berpengaruh pada peningkatan sektor ekonomi masyarakat Banten serta pertumbuhan properti di kawasan Banten. Akses yang semakin mudah dengan adanya transportasi publik yang mumpuni, memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat yang beraktivitas antara BantenJakarta.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 1 miliar di kawasan Banten? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Bukan hanya transportasi publik, kehadiran jalan tol yang menghubungkan Banten dengan wilayah sekitarnya juga meningkatkan kemajuan kawasan ini. Hal ini dapat terlihat dengan kehadiran properti baru serta semakin banyaknya orang yang memilih untuk tinggal di kawasan Banten. Hal tersebut tentunya mampu mendongkrak nilai kawasan Banten itu sendiri.

Infrastruktur Kawasan Banten Dongkrak Nilai Kawasan

Infrastruktur Kawasan Banten Dongkrak Nilai Kawasan

Kehadiran jalur lintas KRL, terminal intermoda dan jalan tol inilah yang meningkatkan daya tarik wilayah tersebut sebagai kawasan hunian idaman. (bsd-city.com)

Kehadiran infrastruktur kawasan Banten yang semakin pesat dinilai ikut mendongkrak nilai wilayah itu sendiri. Terdapat beberapa kawasan di Banten yang mengalami kenaikan drastis dari nilai tanah hingga properti. Sebut saja wilayah BSD, Alam Sutera, Serpong, Bintaro dan Cisauk yang menjadi kawasan hunian idaman para pencari hunian.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Kehadiran jalur lintas KRL, terminal intermoda dan jalan tol inilah yang meningkatkan daya tarik wilayah tersebut sebagai kawasan hunian idaman. Sehingga mendongkrak nilai jual tanah dan properti di  kawasan tersebut dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Akses yang mudah membuat Banten tidak lagi dipandang sebelah mata dan membuat orang berbondong-bondong tinggal kawasan ini. 

Infrastruktur Kawasan Banten: Jalan Tol Kunciran – Serpong

Diresmikan pada 6 Desember 2019, Jalan Tol Kunciran – Serpong memiliki panjang 11,2 km yang merupakan bagian dari jaringan JORR 2 dan menghubungkan Bandara Soekarno – Hatta hingga Cibitung. Jaringan jalan tol ini berfungsi memecah lalu lintas yang saat ini menumpuk di dalam kota Jakarta, maupun di JORR.

Jalan tol ini juga terhubung dengan Jalan Tol JakartaTangerang, Jalan Tol Cengkareng – Batuceper – Kunciran, Jalan Tol JakartaSerpong, serta Jalan Tol SerpongCinere. Terdapat tiga gerbang tol yaitu Kunciran Interchange di KM 40 yang melalui kawasan Tangerang, Karawaci, Karang Tengah, Kembangan, Kebon Jeruk dan Jalan Tol Lingkar Dalam.

Kemudian gerbang tol Parigi di KM 47 yang melalui Jelupang, Pondok Jagung, Serpong Utara, Pondok Aren, Bintaro, dan Jombang, Terakhir ada gerbang tol Serpong Interchange yang melalui kawasan Serpong, Tangerang, Pondok Aren, Bintaro, dan Cinere. Tarif tol Kunciran – Serpong beragam dimulai dari kisaran Rp 8.000 hingga Rp 39.000.

Infrastruktur Kawasan Banten: Jalan Tol JakartaSerpong

Jalan Tol JakartaSerpong adalah jalan tol penghubung Jakarta dan Tangerang Selatan melalui Bintaro dan Pesanggrahan. Jalan tol Ini melintasi kota Jakarta Selatan dan kota Tangerang Selatan. Pembangunannya selesai pada tahun 2004 dan terhubung dengan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta di daerah Ulujami dan Petukangan.

Untuk tujuan dari Bekasi, Depok, Bogor, Karawang, Purwakarta, Bandung, Sumedang, Cirebon dan kota-kota di pantai utara dan selatan Jawa menuju Tangerang Selatan tidak perlu melalui Jalan Tol JakartaTangerang. Jalan tol ini juga populer sebagai ruas tol yang menghubungkan Bintaro Jaya dan BSD City dari Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi.

Terdapat 8 gerbang tol di jalan tol JakartaSerpong ini yaitu, Ulujami Interchange, Bintaro Viaduct, Pondok Ranji, Pondok Ranji Sayap, Pondok Aren, Serpong Interchange, Ciater, dan Rawabuntu. Tarif tol JakartaSerpong ini juga beragam dibanderol dari kisaran Rp 2.500 hingga Rp 18.000.

Infrastruktur Kawasan Banten: JakartaTangerang

Jalan Tol JakartaTangerang adalah jalan tol yang menghubungkan Jakarta dan Kota Tangerang. Jalan tol ini mempunyai 11 gerbang tol yang terdiri dari Tomang, Kebon Jeruk, Meruya, Meruya Utara, Kembangan Selatan, Karang Tengah Barat, Kunciran, Tangerang, Karawaci, dan Bitung. Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta – Merak (98 km).

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Kilometer 0 berada di Tomang, Jakarta Barat, dan berakhir di Kilometer 98 di Merak. Panjang jalan tol ini adalah 26 km, dan Operator tol ini adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sistem pembayaran yang digunakan oleh ruas tol ini adalah sistem terbuka (sekali transaksi). Dengan banderol kisaran tarif dimulai dari Rp 7.500 hingga Rp 15.000.

Infrastruktur Kawasan Banten Siap Dioperasikan

Infrastruktur Kawasan Banten Siap Dioperasikan

Selain perbaikan jalan-jalan di Banten, Pemerintah Provinsi Banten juga fokus pada pembangunan beberapa Jalan Tol.

Meski sudah banyak infrastruktur yang dibangun dan memudahkan akses Pemerintah Provinsi Banten melakukan pembenahan seluruh jalan yang merupakan kewenangan provinsi. Pembenahan jalan ini disesuaikan dengan standar serta dalam rangka mewujudkan jalan provinsi mantap 100 persen di tahun 2020.

Selain perbaikan jalan-jalan di Banten, Pemerintah Provinsi Banten juga fokus pada pembangunan beberapa Jalan Tol. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan aksesibilitas serta meminimalkan ketimpangan di beberapa kawasan Banten yang masih terpencil. Selain itu, jalan tol yang masih dalam proses pembangunan ini juga dapat meningkatkan nilai kawasan.

Infrastruktur Kawasan Banten: Jalan Tol Serpong – Balaraja

Tol Serpong – Balaraja atau yang disingkat dengan Serbaraja, merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Provinsi Banten. Saat ini, progres pembangunan Tol Serbaraja seksi 1A saat ini terlihat di kawasan BSD Green Office Park dan Digital Hub.

Area ini merupakan Transit-Oriented Development (TOD) yang menghubungkan beberapa layanan transportasi publik termasuk shuttle bus BSD Link dan Commuter Line melalui Stasiun Cisauk. Jalan Tol Serpong – Balaraja membentang sepanjang 39 kilometer.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Pembangunan tol terbagi menjadi tiga tahap yakni seksi  I Serpong – Legok (9,8 km), seksi II Legok – Pasir Barat (11,5 km) dan seksi III Pasir Barat – Balaraja (18,6 km). Nantinya, tol akan terkoneksi dengan jalan tol JakartaSerpong, serta menghubungkan Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang.

Jalan Tol Serpong – Balaraja memiliki 8 Simpang Susun (SS) yang bisa menjadi akses baru dari Serpong hingga Balaraja yakni SS CBD, SS Industri, SS Legok, SS Mekar Jaya, SS Pasir Barat, SS Jambe, SS Cileles, dan SS Tigaraksa. Saat ini konstruksi telah mencapai 34,27% dan diharapkan rampung pada April 2021.

Infrastruktur Kawasan Banten: Jalan Tol Serang – Panimbang

Jalan Tol Serang – Panimbang adalah jalan tol yang menghubungkan Serang dan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung, Banten. Jalan Tol Serang – Panimbang akan tersambung dengan Jalan Tol Jakarta – Merak.

Jalan tol ini memiliki panjang 83,6 kilometer dengan luas total 785 hektar. Jalan tol ini melewati Kota Serang, Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang dengan melewati 14 kecamatan dan 48 kelurahan. Jalur  ini juga digunakan untuk memudahkan akses  ke Taman Nasional Ujung Kulon dan Tanjung Lesung.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Jalan tol ini juga dibangun untuk mendukung akses pengiriman logistik dari kawasan industri di Pandeglang, Banten ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Merak.  Hingga saat ini sudah hampir 73% dan beberapa jalur sudah dapat beroperasi di akhir 2020.

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berfokus pada pembangunan konstruksi jalan tol Serang – Panimbang di wilayah Pandeglang.Pembangunan konstruksi sudah dimulai sejak Juli 2020 lalu dan ditargetkan seluruh jalur tol ini akan dapat beroperasi pada akhir 2021.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah