Serpong kerap dijadikan tolok ukur investasi properti karena wilayah ini pernah mengalami masa booming properti yang kenaikannya sangat pesat. Masa-masa itu kini diyakini sudah berlalu. Padahal investasi hunian di Serpong masih menjanjikan jika memahami strateginya.

Beberapa tahun lalu jika bicara kawasan hunian sekaligus investasi properti yang menjanjikan maka Serpong pasti akan disebut-sebut. Wajar karena kawasan ini sempat mengalami masa jaya, booming properti yang kenaikannya sangat pesat.

Terlebih lagi di Serpong ada banyak pengembangan township seperti BSD City yang lahannya seluas 6 ribu hektare, Summarecon Serpong seluas 800 hektare, Paramount Serpong 800 hektare, Alam Sutera 1.000 hektare, dan lainnya.

Mau investasi properti seperti apartemen dengan harga di bawah Rp500 jutaan di kawasan Serpong? Cek aneka pilihan apartemennya di sini!

Perkembangan Serpong juga telah membuat daerah sekitarannya seperti Pamulang, Cisauk, Gunung Sindur, Parung Panjang, dan beberapa daerah lainnya ikut terkerek nilai investasinya sebagai imbas dari perkembangan Serpong.

Kuasai Strategi Investasi Properti

Kuasai Strategi Investasi Properti

Untuk brinvestasi di kawasan ini,dibutuhkan pengetahuan yang luas, khususnya mengenai situasi pasar di kawasan ini.

Sekarang masa-masa kenaikan nilai investasi tinggi itu sudah berlalu bahkan ada banyak produk properti di Serpong sudah tidak mengalami kenaikan harga lagi dikarenakan harga awalnya sudah terlalu tinggi.

Hal itu diakui oleh Nelius Jinarta owner Radja Properti di sebuah perusahaan broker properti dengan spesialis memasarkan produk properti di Serpong. Menurutnya, buruknya situasi di Serpong sampai ada produk yang dipasarkan dengan harga yang sama dengan periode 4-5 tahun lalu.

“Harga lagi jatuh banget karena banyak yang ingin jual yang dulunya beli karena ikut-ikutan untuk investasi. Kalau sekarang mau beli kita bisa dapat harga yang lima tahun lalu, tapi jual sekennya pasti susah kecuali mau jual dengan harga yang sangat miring. Rata-rata turunnya bisa 40-50 persen,” ujarnya.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Namun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan keuntungan dari sektor properti di Serpong. Nelius menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya tetap bisa untung dengan bertransaksi investasi di sektor ini, tapi memang dibutuhkan pengetahuan yang luas khususnya mengenai situasi pasar di kawasan ini.

Investasi di Serpong Tetap Bisa Untung

Investasi di Serpong Tetap Bisa Untung

Kita membutuhkan wawasan yang mendalam untuk bisa menjual dan mendapatkan lagi produk yang sama dengan harga lebih murah.

Misalnya untuk produk rumah yang kita beli seharga Rp1 miliar, kita bisa jual lagi seharga Rp1 miliar. Untuk investasi properti begini sebetulnya kita sudah rugi karena tidak ada apresiasi keuntungan dari jangka waktu saat kita membeli hingga ke menjual.

Tapi dengan modal Rp1 miliar, kita bisa membeli lagi unit yang sama seharga Rp800 juta, secara cost of capital jadi lebih murah ketimbang kita menahan terlalu lama properti yang kita miliki.

Tertarik buat punya hunian atau investasi properti di kawasan Serpong yang didukung fasilitas dan infrastruktur kawasan yang lengkap? Cek review perumahan barunya di sini!

Dengan begitu kita masih memiliki properti dan memiliki uang cash sebesar Rp200 juta. Modal yang kita keluarkan lebih murah, di sisi lain kita mendapatkan profit. Tapi sekali lagi, kita membutuhkan wawasan yang mendalam untuk bisa menjual dan mendapatkan lagi produk yang sama dengan harga lebih murah.

“Kita juga bisa mencari rumah-rumah di sekitaran Serpong yang tipe-tipe kecil harganya Rp500 jutaan. Dengan uang yang sama kalau kita belanjakan di Serpong itu bisa dapat dua unit di pinggirannya, banyak orang yang cari rumah seperti ini, dekat dengan Serpong tapi harganya bisa jauh lebih murah dan masih menguntungkan untuk kita,” terangnya.

Jadi sekalipun pasar properti sedang tidak bersahabat, investasi hunian di Serpong masih tetap menjanjikan. Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah