Infrastruktur Gading Serpong memang belum sekomplit kawasan mandiri lain yang merupakan tetangganya, seperti Lippo Karawaci maupun BSD City.

Kendati demikian, properti penunjang residensial, seperti rumah sakit, mal, hotel, lapangan golf, perguruan tinggi, dan pertokoan, sudah banyak tersedia sehingga membuat laju perekonomian di kawasan ini semakin pesat.

Tak heran, Gading Serpong kini disebut sebagai pusat ekonomi baru (new economic hub) terpenting di Tangerang.

Mengenai infrastruktur Gading Serpong, salah satu yang sudah bisa dinikmati warganya adalah akses langsung menuju Tol Jakarta – Tangerang.

Jakarta Tangerang merupakan jalan tol yang saat ini dioperasikan oleh Cabang Cawang – Tangerang – Cengkareng (semula Cabang Jakarta-Tangerang berdiri sendiri), mulai beroperasi pada tahun 1984 dan memiliki panjang 33 kilometer.

Jalan tol ini menghubungkan Jalan Tol Dalam Kota (Toldalkot) Jakarta dengan Jalan Tol Tangerang-Merak, yang dioperasikan oleh PT Marga Mandala Sakti.

tol-jakarta-tangerang

Sumber foto: Jasa Marga

Kehadiran tol ini mampu memberikan sumbangan terhadap perkembangan pembangunan termasuk properti di wilayah Tangerang, yang merupakan wilayah satelit dari Jakarta.

Tidak hanya itu, jalan tol juga membantu mengembangkan daerah pemukiman serta wilayah industri, selain tetap menjadi jalur nadi antara jalur Sumatera dan Jawa. Saat ini Jalan Tol Jakarta – Tangerang telah terhubung dengan JORR W1 yang menuju ke Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo.

Dari Gading Serpong, Tol Jakarta – Tangerang bisa dicapai melalui dua pintu tol yakni GT Tangerang yang berada dekat McDonald’s Gading Serpong. Atau bisa juga dari GT Karawaci Barat yang lokasinya berada di depan Universitas Pelita Harapan (UPH).

20 Menit ke Stasiun KRL

Meski stasiun kereta commuter line bukan termasuk dalam infrastruktur Gading Serpong, akan tetapi warga yang tinggal di sini bisa menjangkau KRL untuk beraktivitas melalui Stasiun Cisauk

Jaraknya sekitar 9km dari fasilitas hiburan ternama di Gading Serpong, Scientia Square Park. Atau jika berkendara dengan motor menuju stasiun, dibutuhkan waktu tak lebih dari 20 menit.

Stasiun Cisauk (CSK) masuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta, dan terletak di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Serpong.

Sebelum Kementerian Perhubungan Indonesia dan PT KAI Divisi Angkutan Perkotaan Jabodetabek memperpanjang rute KRL ke Rangkasbitung, stasiun ini hanya melayani pemberhentian kereta api lokal yang melayani wilayah Banten.

Namun dalam rangka meningkatkan pelayanan kereta api komuter, petak jalan antara Serpong hingga Parungpanjang telah dielektrifikasi sejak 2009.

Selain Stasiun Cisauk, ada pula Stasiun Cicayur (CC) yang jaraknya 11km dari kawasan mandiri Gading Serpong.

Cicayur merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Cisauk, Tangerang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +47 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini terletak di antara Stasiun Cisauk dan Stasiun Parungpanjang.

Awalnya stasiun ini merupakan sebuah halte kecil yang hanya melayani kereta api lokal yang melayani kawasan Banten. Saat ini, bangunan stasiun tersebut, sudah diganti dengan bangunan baru demi alasan keamanan dan kenyamanan penumpang KRL.

Bangunan halte yang lama akhirnya dipindah ke Museum Kereta Api Ambarawa dan dijadikan koleksi museum tersebut sejak 2012.

Nama stasiun ini diambil dari kampung tempat stasiun ini berada yaitu Kampung Cicayur di perbatasan Kecamatan Cisauk dengan Kecamatan Pagedangan. Stasiun ini mulai melayani perjalanan KRL sejak 2009.

Dari dua stasiun di atas, penumpang yang merupakan warga Gading Serpong bisa menuju pusat kota Jakarta dengan turun di pemberhentian akhir Stasiun Tanah Abang.