Masuk wilayah Banten, Serang ternyata juga disasar pengembang properti besar yang menargetkan pangsa pasar investor dan end user. Penasaran? Simak tren properti rumah di Serang.

Kota Serang merupakan Ibukota Provinsi Banten yang berdiri sejak sembilan tahun lalu. Sebelum menjadi kota, kawasan ini adalah bagian dari Kabupaten Serang. Sekitar 2007 lalu, Kota Serang resmi menjadi daerah otonom dengan enam kecamatan.

Menurut sensus terakhir pada 2015, Serang saat ini dihuni oleh lebih dari 643 ribu jiwa. Angka ini dipastikan belum termasuk kaum migrasi yang umumnya menetap berdasarkan pekerjaan.

Wilayah ini mulai dilirik investor sejak resmi berdiri menjadi Ibukota Provinsi Banten. Tidak heran, dari tahun ke tahun Serang terus dipadati puluhan bisnis baru mulai dari area industri, pariwisata, perdagangan dan jasa, hingga sektor properti.

Di lain sisi, Serang menjanjikan potensi akibat pengembangan sejumlah proyek infrastruktur. Teranyar, Kementerian PUPR terus mengebut pembangunan jalan Tol Serang – Panimbang di ruas Cileles – Panimbang. Jalan tol ini ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2023.

Adapun ruas Cileles – Panimbang merupakan bagian terakhir dari paket pekerjaan tol Serang – Panimbang sepanjang 83,67km. Jalan tol ini terbagi menjadi tiga seksi yaitu seksi 1 ruas Serang –  Rangkasbitung (26,5km), seksi 2 ruas Rangkasbitung – Cileles (24,17km), dan seksi 3 ruas Cileles –  Panimbang (33km).

Dengan terhubungnya jalan tol yang melintasi tiga kabupaten yaitu Serang, Lebak, dan Pandeglang, bukan hanya sebagai jalur penghubung tapi juga akses yang lebih mudah ke destinasi wisata seperti Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon. Jalan tol ini juga akan meningkatkan konektivitas sektor produktif seperti industri properti, barang, dan jasa yang tersambung dengan jalan tol Jakarta – Merak.

Tak hanya itu, Serang dalam beberapa tahun mendatang juga akan terhubung dengan jaringan commuter line. Pasalnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memperpanjang rute KRL dari Rangkasbitung hingga Serang. Saat ini rute Tanah AbangRangkasbitung merupakan rute KRL terpanjang yaitu 72,8km dengan 19 titik perhentian stasiun kereta.

Jika rencana PT KAI segera direalisasikan, diyakini industri properti di Ibukota Provinsi Banten ini akan meningkat tajam. Tentunya hal tersebut juga akan memengaruhi kenaikan harga rumah di Serang.

Dorongan Terhadap Tren Properti Rumah di Serang

Dorongan Terhadap Tren Properti Rumah di Serang

Kenaikan harga properti termasuk rumah di Serang diyakini merupakan imbas dari berkembangnya berbagai faktor pendukung.

Potensi sektor properti di Serang tidak hanya datang dari sisi infrastruktur. Melainkan juga dari sektor industri yang mana pekerjanya tentu membutuhkan hunian untuk menetap.

Apalagi, dalam waktu dekat sebanyak 1.000 hektar lahan di Serang akan disulap menjadi kawasan industri. Hal ini telah tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah yang telah disetujui oleh Kementrian Agrarian dan tata Ruang pada pertengahan Juli 2020 lalu.

Nantinya lahan industri ini akan terpusat di dua kecamatan, yaitu 350 hektar di Kecamatan Kasemen, dan 700 hektar lainnya di Kecamatan Walantaka. Dengan dibukanya kawasan industri, maka memiliki rumah di Serang akan menjadi sarana investasi yang potensial.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Guna menyeimbangkan hadirnya kawasan industri baru, Kementerian ATR/BPN juga bakal mengubah sekitar 13.000 hektar lahan di Kota Serang sebagai area pemukiman. Diketahui, saat ini area pemukiman di sana baru sekitar 5.000 hektar. Sehingga peningkatan lahan yang dibuka tentu akan membuat pilihan hunian semakin variatif.

Sejalan dengan agenda pembangunan di Serang, tren harga properti di wilayah ini juga melesat tajam. Bahkan menariknya, kondisi pandemi yang membawa imbas penurunan terhadap tren harga properti di satu wilayah, justru tidak terjadi di Serang.

Merujuk grafik yang dirangkum di atas, Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) mencatat tren harga properti di Serang terpantau dinamis. Dimana indeks pada Q4 2020 berada di angka 213,5 atau naik tipis 2 persen dibanding Q3 2020 yang meraih indeks 209,4 (Quarter on Quarter/QoQ).

Sementara secara tahunan, indeks harga properti di 2020 naik tajam sebanyak 46,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). Kenaikan harga properti di wilayah tersebut diyakini merupakan imbas dari berkembangnya berbagai faktor pendukung seperti aksesibilitas.

Rumah di Serang: Tren Harga Naik, Suplai Landai

Rumah di Serang: Tren Harga Naik, Suplai Landai

Suplai properti di Serang secara tahunan naik 42,9 persen

Potensi menarik yang dimiliki Serang lantas memacu sejumlah pengembang melahirkan proyek hunian di sini. Sasarannya bukan lagi end user, melainkan investor mengingat ada banyak pekerja yang membutuhkan tempat tinggal.

Sejak awal 2019, tren transaksi properti di Serang bergerak positif yang ditandai dengan tumbuhnya pengembang-pengembang lokal baru. Hal itu membuktikan bahwa pasar atau kebutuhan hunian dan area komersial di sini masih cukup besar.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Sayangnya, suplai hunian di Serang saat ini dinilai belum cukup memadai. Kondisinya diperkuat dengan fakta bahwa area pemukiman yang ada baru sekitar 5.000 hektar. Kendati demikian, rencana Kementerian ATR/BPN untuk membuka 13.000 hektar lahan baru diyakini mampu mengatasi angka backlog hunian.

Catatan Rumah.com menunjukkan, pada Q4 2020 suplai properti di Serang berada dalam indeks 77,2 atau terkoreksi -5,8 persen dibandingkan Q3 2020. Sedangkan secara tahunan (YoY), suplai properti di 2020 justru naik 42,9 persen dibandingkan tahun 2019 yang meraih angka indeks 54.

Tren Pencarian Rumah di Serang Sepanjang 2020

Tren Pencarian Rumah di Serang Sepanjang 2020

Rumah di Serang harga kurang dari Rp300 juta menjadi sasaran terbesar

Sementara itu jika merujuk ke preferensi harga rumah di Serang yang diincar masyarakat, pangsa pasar terbesar masih ada di kategori rumah segmen menengah ke bawah yakni Rp300 juta. Persentase pencarian terhadap rumah dengan harga tersebut sebanyak 53%.

Sedangkan 24 persen masyarakat mengincar rumah di Serang yang dipasarkan seharga Rp300 juta sampai Rp750 juta. Hanya 9 persen masyarakat yang memburu rumah dengan harga antara Rp750 juta – Rp1 miliar.

Sebagian besar captive market untuk perumahan kelas menengah di Serang adalah aparatur sipil negara (ASN), karyawan swasta, dan pengusaha menengah. Rata-rata usia konsumen properti di wilayah ini berkisar antara 25 – 40 tahun dan belum memiliki rumah pertama.

Cari Rumah di Serang? Ini Kawasan Hunian Prospektifnya

Cari Rumah di Serang? Ini Kawasan Hunian Prospektifnya

Banyak pengembang properti memprediksi potensi pasar properti di wilayah ini akan bertumbuh seiring dengan pertumbuhan industri baru di Zona Industri Serang Barat dan Zona Industri Serang Timur.

Pasar properti rumah di Serang kian prospektif dari tahun ke tahun. Hal ini tak lepas dari letaknya yang strategis dan merupakan satu-satunya gerbang utama yang menghubungkan antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Kondisi tersebut lantas menjadikan Serang sebagai salah satu kawasan bisnis paling menjanjikan.

Oleh karena itu, banyak pengembang properti memprediksi potensi pasar properti di wilayah ini akan bertumbuh seiring dengan pertumbuhan industri baru di Zona Industri Serang Barat dan Zona Industri Serang Timur. Di samping keberadaan ribuan aparatur sipil negara dari tiga pemerintahan, yaitu Pemprov Banten, Pemkab Serang, serta Pemkot Serang.

Rumah.com merangkum ada lima kawasan hunian paling banyak dicari di Serang sepanjang tahun 2020. Berikut ulasan dari kelima wilayah tersebut.

1. Serang

Kota Serang merupakan daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Serang. Amanat pembentukan Kota Serang bermula sejak Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten, yang menetapkan Serang sebagai ibu kota bagi provinsi yang baru dibentuk itu.

Sejak berubah status menjadi kota, wilayah ini terus diburu pengembang skala lokal hingga besar dengan pengembangan proyek hunian kelas klaster maupun kota modern. Oleh karenanya, harga rumah di Serang umumnya dipasarkan lebih tinggi dibandingkan kawasan lainnya.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Serang sepanjang 2020, Kota Serang menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

2. Cipocok Jaya

15 persen masyarakat menempatkan Cipocok Jaya sebagai kawasan hunian favorit nomor dua setelah Kota Serang. Di kawasan ini, masyarakat bisa menjumpai hunian baru dengan harga bervariasi mulai dari Rp300 sampai Rp750 juta.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Serang sepanjang 2020, Cipocok Jaya menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

3. Taktakan

Kecamatan Taktakan dialokasikan sebagai wilayah pariwisata di Kota Serang. Lantaran secara geografis, kawasan ini memiliki daerah pegunungan dengan alam yang indah dan berpotensi untuk dijadikan sebagai objek pariwisata.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Serang sepanjang 2020, Taktakan menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

4. Ciruas

Mencari hunian dengan harga kurang dari Rp200 juta bisa ditemukan di Ciruas. Pasalnya Ciruas menjadi kawasan yang masih mengakomodir beragam hunian subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Serang sepanjang 2020, Ciruas menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

5. Kragilan

Perekonomian utama di kecamatan ini berasal dari sektor perdagangan yang pada umumnya merupakan pasar tradisional atau warung kecil. Di Kragilan terdapat pabrik kertas (PT Indah Kiat), pabrik mainan (PT Lunchong), dan lain-lain. Kehadiran pabrik tersebut memicu arus perpindahan penduduk dari provinsi lain seperti Lampung, Jawa Timur hingga Sumatra Utara ke kawasan ini.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Serang sepanjang 2020, Kragilan menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah