Perkembangan pasar properti di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali tumbuh subur pasca pandemi. Itu sebabnya, indeks harga apartemen di Kota Jogja menguat sebanyak 2,1 persen secara QoQ pada kuartal tiga tahun ini.

Sebelum membahas tentang kondisi terkini terkait pasar properti yakni rumah tapak dan apartemen di Kota Jogja, ada baiknya ketahui terlebih dulu sejarah singkat mengenai kota yang punya sejuta pesona ini.

Melansir laman resminya, Kota Yogyakarta dibangun pada tahun 1755 bersamaan dengan dibangunnya Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I di Hutan Beringin.

Sesudah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII menerima piagam pengangkatan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi DIY dari Presiden RI.

Selanjutnya pada tanggal 5 September 1945, beliau mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah Kesultanan dan daerah Pakualaman merupakan Daerah Istimewa yang menjadi bagian dari Republik Indonesia menurut pasal 18 UUD 1945.

Kini, Kota Yogyakarta tidak hanya mampu menyihir para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk bertandang ke sini, melainkan juga mampu menggaet banyak investor properti. Mengapa demikian?

Faktanya, menurut Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) indeks harga properti di Kota Yogyakarta mengalami pemulihan usai diterjang staganasi selama satu tahun belakangan.

Pada Q3 2021, indeks harga properti di Kota Yogyakarta meningkat sebesar 5,4 persen secara Quarter on Quarter/QoQ dengan posisi indeks mencapai 137,9. Peningkatan ini berasal dari indeks di Q2 2021 yang lebih rendah dengan perolehan 130,8.

Sedangkan secara tahunan, indeks harga properti di Kota Yogyakarta naik sebesar 2,8 persen. Dimana pada kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q3 2020, indeks harga mencapai level lebih rendah yakni 134,1 (Year on Year/YoY).

Intip Tren Indeks Rumah Tapak di Kota Yogyakarta

Kenaikan indeks harga properti gabungan di Kota Yogyakarta rupanya ikut berlaku pada indeks harga rumah di Kota Jogja. Pada kuartal tiga tahun ini, terjadi pertumbuhan positif meski belum sebesar pra-pandemi. Dimana indeks pada Q3 2021 mencapai 138,0 atau lebih tinggi 4,6 persen dibandingkan Q2 2021 yang meraih indeks 131,9 (QoQ).

Dalam kurun waktu tahunan, indeks harga rumah di Kota Jogja juga meningkat sebesar 2,6 persen. Pencapaian indeks di Q3 2021 tercatat lebih unggul daripada perolehan di kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q3 2020 dengan indeks 134,5 (YoY).

Kendati ada kenaikan dari sisi harga, namun sayangnya terdapat koreksi dari sisi suplai rumah di Kota Jogja. Penurunan mendalam sebanyak 10,7 persen terjadi di Q3 2021, dimana indeks suplai di kuartal kali ini sebesar 74,2 tak mampu mengungguli indeks suplai di Q2 2021 yang mencapai 83,1 (QoQ).

Sedangkan secara YoY, indeks suplai rumah di Kota Jogja pada Q3 2021 menurun signifikan sebesar 17,5 persen. Hal ini lantaran indeks suplai di Q3 2021 yakni 74,2 berada di posisi yang lebih rendah daripada indeks suplai di Q3 2020 sebesar 89,9.

Indeks Harga Apartemen di Kota Jogja Ungguli Rumah Tapak (YoY)

Siapa sangka, indeks harga apartemen di Kota Jogja mampu melampaui pencapaian indeks harga rumah tapak secara YoY.

Pada Q3 2021, indeks harga apartemen di Kota Jogja mencapai 112,4 atau tumbuh sebesar 5,8 persen secara tahunan. Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah tapak hanya mampu meningkat sebesar 2,6 persen pada Q3 2021.

Dinamika ini boleh jadi menunjukkan bahwa apartemen punya capital gain yang lebih kuat daripada rumah tapak selama pandemi terjadi setahun terakhir. Tak hanya secara YoY, indeks harga apartemen di Kota Jogja juga meningkat secara kuartalan.

Indeks harga apartemen di Kota Jogja yang mencapai 112,4 pada Q3 2021 sukses mengungguli pencapaian di kuartal sebelumnya yakni Q2 2021 dengan indeks 110,1. Alhasil, kenaikan secara QoQ ini menoreh persentase 2,1%.

Lepas dari pembahasan soal indeks harga, RIPMI juga mencatatkan bagaimana pertumbuhan indeks suplai apartemen di Kota Jogja. Hasilnya pun tak beda jauh dengan yang terjadi pada pangsa rumah tapak.

Koreksi indeks terjadi cukup signifikan baik dalam kurun waktu QoQ maupun YoY. Dimana pada Q3 2021, indeks suplai hanya mencapai 54,4 atau lebih rendah -22,1 persen secara kuartalan dibandingkan perolehan indeks di Q2 2021 yakni 69,8.

Tak hanya itu, secara tahunan indeks suplai juga melemah. Perolehan indeks suplai apartemen di Kota Jogja pada Q3 2021 (54,4) belum mampu menyaingi pencapaian indeks suplai di kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q3 2020 yang meraih 59,3.

Rekomendasi Rumah dan Apartemen di Kota Jogja

(Patraland Amarta Apartemen)

(Patraland Amarta Apartemen)

Rumah termasuk apartemen di Kota Jogja hingga kini relatif bisa dijangkau oleh berbagai kalangan, baik keluarga muda maupun kelas yang sudah mapan. Bergantung dimana lokasinya, harga rumah dan apartemennya sangat bervariasi dengan opsi yang memadai. Simak pilihannya!

1. Greenpark Jogja Apartment

Greenpark Jogja Apartment menawarkan unit tipe Studio seharga Rp590 juta. Berlokasi dekat dengan sejumlah kampus ternama, apartemen ini menawarka berbagai fasilitas termasuk sky garden, kolam renang semi olympic, area lari, sampai pusat kebugaran.

2. Patraland Amarta Apartemen

Patraland Amarta Apartemen terdiri dari menara setinggi 19 lantai dengan sejumlah pilihan tipe unit. Diantaranya Studio, 1BR, dan 2BR, yang diklaim sama-sama punya pemandangan menarik ke Gunung Merapi dan Kaliurang. Soal harga, tipe terkecil yakni Studio dibanderol Rp680 juta.

3. Catra Rejowinangun

Berlokasi di Rejowinangun, Kotagede, perumahan baru Catra Rejowinangun menawarkan hunian seluas 36m2 dengan dua kamar tidur seharga Rp495 juta. Harga yang terbilang masih terjangkau untuk sekelas rumah di Kota Jogja. Mempertimbangkan harganya yang terjangkau pula, fasilitas dalam perumahan hanya sebatas keamanan 24 jam.

4. Jambon Tengah Townhouse

Jambon Tengah Townhouse masuk ke kawasan Tegalrejo. Di perumahan ini, unit tipe 92m2 yang terdiri dari tiga kamar tidur dipasarkan seharga Rp1,26 miliar. Dari Universitas Gajah Mada, butuh waktu tempuh sekitar 15 menit untuk tiba di perumahan.

5. Giwangan Townhouse

Giwangan Townhouse berada di kawasan favorit Umbulharjo. Tak heran, harga rumahnya dipasarkan cukup tinggi, yakni mulai Rp1,25 miliar untuk tipe 70m2. Namun harga yang tinggi sepadan dengan faislitas yang ada, diantaranya jacuzzi, keamanan 24 jam, ruang olahraga, arena bermain, dan lapangan tenis.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah