Ada begitu banyak alasan tersendiri menyoroti bisnis sewa rumah di Yogyakarta. Diantaranya karena Yogyakarta merupakan destinasi wisata favorit di Indonesia setelah Bali. Tidak hanya itu, sarana pendidikan yang banyak tersebar di Yogyakarta tentu mendatangkan potensi dari pasar sewa rumah atau bisnis indekos bagi kalangan mahasiswa.

Keberadaan kampus-kampus perguruan tinggi negeri maupun swasta di Yogyakarta semakin memperkuat image kota Yogyakarta sebagai kota pelajar, dan menjadi stimulus tersendiri terhadap perkembangan pasar properti Yogyakarta, terutama bagi bisnis sewa rumah di Yogyakarta.

Rumah.com mencatat pertumbuhan pasar properti di Kota Pelajar ini relatif menjanjikan. Dimana tetap ada kenaikan dan penurunan namun tidak terlalu tajam. Penjelasan lebih lengkap akan berkaca pada grafik di bawah ini.

Indeks harga properti di Yogyakarta pada Q1 2021 turun -0,22% secara tahunan

Indeks harga properti di Yogyakarta pada Q1 2021 turun -0,22% secara tahunan

Baik secara tahunan maupun kuartalan, indeks harga properti di Yogyakarta mengalami penurunan. Kondisi tersebut tentu bisa dimaklumi mengingat pandemi yang masih terjadi. Sektor wisata terkena imbasnya, sehingga memengaruhi perekonomian daerah.

Di samping itu, pasar properti juga terpengaruh sebagai efek dari sikap wait and see yang dilakukan pengembang maupun konsumen. Kendati berbagai upaya telah dilakukan demi membangkitkan kembali pasar properti.

Butuh informasi lengkap seputar perkembangan dan potensi kawasan lainnya? Simak info lengkapnya di AreaInsider.

Akan tetapi menariknya, indeks harga properti di Yogyakarta tidak tumbang pada Q2 dan Q3 2020. Padahal di kota-kota lainnya, tren harga akan menurun sebagai respon dari turunnya minat masyarakat akibat Covid-19.

Secara kuartalan, indeks harga properti pada Q1 2021 di Yogyakarta terkoreksi sebanyak  -4,21 persen dibanding kuartal sebelumnya atau Q4 2020 yang mencatatkan indeks 132. Begitu juga secara tahunan, indeks pada Q1 2021 turun -0,22 persen dibandingkan Q1 2020. Lantas bagaimana dengan tren properti di pangsa hunian tapak termasuk bisnis sewa rumah di Yogyakarta? Selengkapnya akan dikupas pada bahasan berikut.

Bisnis Sewa Rumah di Yogyakarta: Amati Tren Harga dan Suplai Rumah

Bisnis Sewa Rumah di Yogyakarta: Amati Tren Harga dan Suplai Rumah

Suplai rumah tapak di Yogkarta berada dalam posisi stabil dalam empat kuartal terakhir

Perkembangan pasokan rumah di Yogyakarta boleh jadi memprihatinkan khususnya di sepanjang tahun 2018 hingga kuartal pertama 2020. Kenaikan suplai tertinggi sempat terjadi di tahun 2017, dengan indeks mencapai 440,2.

Sementara pada tahun 2020, indeks suplai terpantau dinamis sebagai sikap pengembang untuk menahan meluncurkan proyek propertinya. Mengingat demand juga menurun seperti yang diakui banyak pihak.

Biasanya motivasi orang luar Yogyakarta untuk tinggal di wilayah ini adalah untuk bersekolah. Sayangnya pandemi menyebabkan proses belajar beralih ke metode daring. Kondisi tersebut tentu membuat adanya penurunan terhadap permintaan, yang juga mempengaruhi bisnis sewa rumah di Yogyakarta.

Padahal dalam kondisi normal, selain ditempati oleh mahasiswa, sewa rumah di Yogyakarta juga diminati oleh mereka yang pernah tinggal atau bekerja di Yogyakarta. Atau tak jarang beberapa malah membeli rumah untuk tempat tinggal setelah memasuki masa pensiun atau malah memutuskan tinggal di area ini. Soal wilayah yang paling dicari mencakup Kaliurang atau ring road utara.

Sejalan dengan turunnya suplai, tren harga rumah di Yogyakarta juga mengalami penurunan tipis

Sejalan dengan turunnya suplai, tren harga rumah di Yogyakarta juga mengalami penurunan tipis

Penurunan terhadap suplai juga terjadi dari sisi harga rumah. Penurunan akan harga rumah di Yogyakarta berlangsung sejak Q3 2020 dan berlanjut sampai Q1 2021. Hal ini menyebabkan posisi indeks harga rumah berada di angka 127,5 atau terkoreksi sebanyak -3,9 persen dibandingkan Q4 2020.

Secara tahunan, indeks harga rumah pada Q1 2021 justru naik sebanyak 2,1 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Hal ini bisa menjadi sinyal yang baik khususnya bagi masyarakat yang berencana menjalani bisnis sewa rumah di Yogyakarta.

Sekadar informasi, kawasan di Yogyakarta yang menjanjikan untuk dijadikan bisnis sewa rumah di Yogyakarta diantaranya Sleman dan Bantul. Sementara itu, kehadiran bandara baru Yogyakarta di Kabupaten Kulonprogo membuat kawasan Wates—ibukota Kulonprogo—dan sekitarnya mulai dilirik pengembang.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Secara umum, kehadiran infrastruktur akan menggenjot pasar properti di wilayah sekitar. Demikian tentunya akan berlaku saat Tol Yogyakarta – Bawen beroperasi. Jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Semarang–Solo dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, dan membentuk segitiga emas yang dapat meningkatkan perekonomian dan konektivitas wilayah khususnya Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar).

Jalan Tol Yogyakarta – Bawen merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2017.

Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 kilometer dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,77 kilometer yang pembangunannya terbagi atas enam seksi. Keenam seksi tersebut mencakup Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 kilometer, Seksi 2 Banyurejo sampai Borobudur sepanjang 15,26 kilometer, Seksi 3 dimulai dari Borobudur sampai Magelang sepanjang 8,08 kilometer.

Sewa Rumah di Yogyakarta: Lima Kawasan Hunian Tinggi Potensi Sewa

Sewa Rumah di Yogyakarta: Lima Kawasan Hunian Tinggi Potensi Sewa

5 Kawasan Hunian Tinggi Potensi Sewa di DI Yogyakarta Sepanjang 2020

Yogyakarta selalu menawarkan kedamaian dan kehangatan untuk siapapun yang menetap disana. Dengan nuansa perkotaan yang berbalut keasrian alam dan budaya Jawa yang kental, banyak orang yang merindukan kota ini untuk datang kembali bahkan memutuskan untuk tinggal menetap.

Mempertimbangkan masih terjaganya daya beli masyarakat, sejumlah developer melirik pasar menengah atas untuk membangun kawasan perumahan yang lengkap di Yogyakarta. Faktanya, di manapun areanya, asal pengembang memiliki satu konsep yang unik pasti laku dan diburu.

Apalagi pertumbuhan infrastruktur yang direncanakan di DI Yogyakarta akan mendorong pertumbuhan properti di sejumlah wilayah. Terkini, ada lima kawasan hunian tinggi potensi sewa di Yogyakarta. Simak ulasannya!

1. Sleman

Luas wilayah Kabupaten Sleman adalah 57.482 hektare atau 574,82km2 atau sekitar 18% dari luas Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki luas 3.185,80km2. Kawasan ini menempati urutan teratas dalam hal kawasan hunian tinggi potensi sewa di Yogyakarta sepanjang 2020.

Sekadar informasi, bagi pengembang yang ingin menancapkan proyeknya di daerah Sleman harus mengikuti aturan keharusan luas kavling hingga 90 meter persegi. Namun aturan tersebut tengah direvisi sehingga bisa hanya 60 meter persegi seperti daerah-daerah lain. Jika tertarik untuk mencari lokasi bisnis properti sewa di Sleman, cek rekomendasinya di sini!

2. Depok

Depok merupakan lokasi di mana Bandara Adisutjipto Yogyakarta berada. Kondisi inilah yang memicu Depok memiliki perkembangan yang jauh lebih pesat dibandingkan area lain di DI Yogyakarta. Sejalan dengan itu, letaknya yang strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta, membuat fungsi-fungsi kekotaan di wilayah ini ikut tumbuh dan berkembang.

Selain itu, adanya salah satu perguruan tinggi negeri yang cukup terkenal yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta, menjadi daya tarik dari wilayah ini sehingga menyebabkan orang dari luar Yogyakarta tertarik untuk datang untuk tinggal menetap maupuan tinggal sementara di sini.

Dengan banyaknya para pendatang, maka wilayah Depok semakin padat dan berdampak pada peningkatan akan kebutuhan permukiman. Menempati posisi kedua dengan persentase 13% untuk kawasan hunian tinggi potensi sewa di Yogyakarta, harga rumah di Depok dengan luas 80m2 berada di rentang Rp790 juta hingga Rp2 miliaran. Jika tertarik untuk mencari lokasi bisnis properti sewa di Depok, cek rekomendasinya di sini!

3. Ngaglik

Ngaglik adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kecamatan Ngaglik merupakan kawasan penyangga pengembangan (aglomerasi) kota Yogyakarta ke arah utara.

Kecamatan Ngaglik memiliki penduduk tidak kurang dari 78.707 jiwa dengan 23.967 Kepala keluarga. Pertumbuhan penduduknya mencapai 2,28% per tahun. Selain itu terdapat kurang lebih 10 ribu penduduk musiman yang sebagian besar merupakan mahasiswa. Universitas yang ada di kecamatan ini ialah Politeknik Seni  Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia.

Menurut hasil Rumah.com Indonesia Property Market Index, Ngaglik menempati urutan ketiga (12%) kawasan hunian tinggi potensi sewa di Yogyakarta sepanjang 2020. Harga hunian di Ngaglik sendiri terpantau cukup tinggi mulai dari Rp650 jutaan untuk rumah dengan luas bangunan 80m2. Jika tertarik untuk mencari lokasi bisnis properti sewa di Ngaglik, cek rekomendasinya di sini!

4. Umbulharjo

Luas lahan di Kecamatan Umbulharjo adalah yang terluas di Kota Yogyakarta yaitu terbagi atas lahan perumahan seluas 515,44 ha, jasa 56,21 ha, Perusahaan 42,27 ha, industri 17,88 ha, pertanian 60,47 ha, non produktif 14,69 ha, dan lain-lain seluas 105.04 ha.

Umbulharjo sebagai daerah pinggiran Kota Yogyakarta bagian selatan merupakan salah satu daerah yang mengalami perubahan cukup pesat. Terlebih wilayah ini masuk ke daftar kawasan prioritas yang harus dikembangkan, dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain yang relatif sudah berkembang.

Lantaran letaknya yang berada di pusat kota, tak pelak harga rumah di Umbulharjo jauh lebih tinggi dibandingkan Ngaglik. Terpantau untuk rumah baru dengan empat kamar tidur yang ada di area klaster, bisa dimiliki dengan bujet Rp1,5 miliaran. Jika tertarik untuk mencari lokasi bisnis properti sewa di Umbulharjo, cek rekomendasinya di sini!

5. Godean

Godean merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman.  Letaknya berada di sekitar 10km sebelah Barat daya Ibukota Kabupaten Sleman, dan 10km di sebelah barat kota Yogyakarta.

Godean punya potensi kuat di sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan sub sektor perdagangan besar, eceran dan restoran, serta sektor keuangan dan perbankan.

Wilayah ini cukup diminati masyarakat yang mengincar lokasi hunian dengan harga kurang dari Rp400 jutaan. Jika tertarik untuk mencari lokasi bisnis properti sewa di Godean, cek rekomendasinya di sini!

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah