Terhanyut aku akan nostalgia.. Saat kita sering luangkan waktu.. Nikmati bersama.. Suasana Jogya. Penggalan lirik lagu KLa Project ini kerap diputar saat rindu akan liburan ke Jogja. Tak salah memang, pasalnya Yogyakarta punya pesona yang mampu menaklukkan hati siapa saja yang datang ke sana.

Setidaknya ada lebih dari 100 lokasi wisata yang kerap jadi tujuan liburan ke Jogja. Objeknya pun beragam, mulai dari pegunungan, area perbukitan, pantai dan laut, museum, pusat sejarah dan kebudayaan, hingga wisata dalam kota yang kekinian. Tergantung mana yang disukai, semua bisa ditemukan saat Anda liburan di Jogya.

Sektor pariwisata di Yogyakarta sendiri sempat terpukul akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini. Padahal di tahun 2019, pariwisata menjadi satu di antara sumber terbesar yang mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi negara.

Catatan Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Yogyakarta menyebut, sepanjang 2020 jumlah kunjungan wisatawan yang liburan ke Jogja mengalami penurunan signifikan yaitu menjadi 1,3 juta wisatawan. Sedangkan pada 2019 jumlah kunjungan wisata mencapai 4,3 juta orang dengan jumlah wisatawan mancanegara hampir mencapai 500.000 orang.

Dalam menghadapi keterpurukan imbas pandemi, Yogyakarta justru dinilai cukup baik karena mampu menunjukan kebangkitan meski tidak signifikan. Kendati di semester satu 2020 menjadi tahun yang pelik, namun pada kuartal ketiga 2020 sektor pariwisata mulai bergeliat. Sedikitnya ada 167.000 wisatawan yang datang dan perlahan menumbuhkan ekonomi daerah.

Laju ekonomi yang bergerak positif berimbas ke sektor lainnya yakni properti. Sebaliknya industri ini berkembang signifikan di masa pandemi dan seterusnya. Kondisi tersebut direfleksikan dari tren indeks harga properti Yogyakarta yang dihimpun Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI).

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Liburan ke Jogja: Ketahui Indeks Harga Propertinya

Liburan ke Jogja: Ketahui Indeks Harga Propertinya

Secara tahunan, tren harga properti Yogyakarta naik 13,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan grafik di atas, indeks harga properti di DI Yogyakarta mencapai angka 132 pada Q4 2020 atau melemah tipis -1,96 persen (QoQ) dibandingkan 134,6 di Q3 2020. Kendati demikian tren harga di sepanjang 2020 justru menguat secara tahunan dengan kenaikan 13,47 persen (Year on Year/YoY) dibandingkan tahun 2019 yang hanya menorah 116,3.

Kenaikan secara tahunan ini memperkuat indikasi pemulihan pasar properti di Yogyakarta, yang sejak tahun 2017 hanya mencapai indeks rata-rata 107. Praktis, median harga properti di Yogyakarta pada Q4 2020 berada di angka Rp8.169.935.

Di samping itu, hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study Q1 2021 yang bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research Singapura pun menyebutkan, sebanyak 27 persen masyarakat menyatakan Yogyakarta adalah lokasi yang dipertimbangkan dan akan dipilih jika para pekerja bekerja dari rumah di luar wilayah Jabodetabek.

Liburan ke Jogja: Ketahui Indeks Suplai Propertinya

Liburan ke Jogja: Ketahui Indeks Suplai Propertinya

Tren suplai properti di Yogyakarta meningkat sebanyak 3,23% QoQ pada Q4 2020

Daerah Istimewa Yogyakarta hingga kini masih menyimpan potensi besar di sektor properti khususnya rumah tapak. Pasalnya, Yogya adalah kawasan wisata dan pusat pendidikan yang selalu memiliki daya tarik bagi pendatang untuk tinggal.

Potensi tersebut membuat bisnis properti di Yogyakarta cukup prospektif. Bahkan, pembeli dari luar Kota Pelajar ini diperkirakan mencapai 50%. Biasanya motivasi orang luar Yogya untuk tinggal adalah menempuh studi. Mula-mula hanya indekos, kemudian berubah menjadi wujud investasi yang dilakukan orangtua sebagai sarana tempat tinggal bagi anak-anaknya.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Jika mengamati catatan RIPMI, tren suplai properti di Yogyakarta sangat fluktuatif sejak empat tahun silam. Sepanjang 2020, suplai kian melemah dimana puncak terendah terjadi di Q1 2020. Pada Q2 dan Q3 2020 suplai justru membaik dengan torehan indeks 75,6. Catatan positif ini terus berlanjut hingga Q4 2020 dengan kenaikan sevanyak 3,23 persen.

Secara tahunan, indeks suplai properti di tahun 2020 meningkat 6,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tujuan investasi, Yogyakarta menawarkan hunian yakni rumah dan apartemen dengan harga bervariasi.

Menurut hasil laman Beli di Rumah.com, unit apartemen yang berada di tengah kota dipasarkan seharga Rp450 juta hingga Rp1,4 miliaran. Sementara itu untuk rumah tapak dengan harga kurang dari Rp400 jutaan banyak tersebar di wilayah Godean, Gamping, Bantul, hingga Kulon Progo.

Dari potensi yang dimiliki Yogyakarta, tak salah rasanya bila melengkapi agenda liburan ke Jogja sambal mencari lokasi investasi yang menjanjikan. Terlebih perkembangan infrastruktur Yogya dari hari ke hari kian menarik, salah satunya Tol Yogyakarta-Bawen yang ditarget beroperasi 2023 mendatang.

Tak hanya itu, moda transportasi di Yogya yang terbaru yakni Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta–Solo menambah daya pikat Kota Pelajar ini. Pasalnya, selain liburan ke Jogja, para pelancong juga dimudahkan untuk singgah ke Solo untuk sekadar merasakan nikmatnya wisata kuliner di sana.

KRL Yogyakarta–Solo akan melayani naik dan turun para pengguna di 11 stasiun yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solo Balapan. Kecepatan maksimal perjalanan KRL ini bisa sampai 90 km/jam, atau hanya membutuhkan waktu tempuh 1,5 jam dari Yogya ke Solo.

Liburan ke Jogja: Ketahui Lokasi Hunian Favoritnya

Liburan ke Jogja: Ketahui Lokasi Hunian Favoritnya

Area Ngaglik merupakan lokasi hunian favorit di Yogya yang menempati posisi pertama

Sebagai salah satu dari lima wilayah favorit masyarakat menurut hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study Q1 2021, Yogyakarta memang patut dipertimbangkan. Pilihan hunian pun tersebar baik di dalam kota maupun di luar Kota Yogyakarta, seperti Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman.

Soal harga bergantung pada besar kemampuan finansial yang dimiliki. Sambil liburan ke Jogja, tak ada salahnya jika Anda juga simak lebih lengkap mengenai lima area paling diburu orang di Jogja.

1. Ngaglik

Ngaglik adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kecamatan Ngaglik merupakan kawasan penyangga pengembangan (aglomerasi) kota Yogyakarta ke arah utara.

Kecamatan Ngaglik memiliki penduduk tidak kurang dari 78.707 jiwa dengan 23.967 Kepala keluarga. Pertumbuhan penduduknya mencapai 2,28% per tahun. Selain itu terdapat kurang lebih 10 ribu penduduk musiman yang sebagian besar merupakan mahasiswa. Universitas yang ada di kecamatan ini ialah Politeknik Seni  Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia.

Menurut hasil Rumah.com Indonesia Property Market Index, Ngaglik menempati urutan pertama (14%) dari lima area paling diburu orang di Jogja sepanjang 2020. Harga hunian di Ngaglik sendiri terpantau cukup tinggi mulai dari Rp650 jutaan untuk rumah dengan luas bangunan 80m2. Jika tertarik mencari rumah di Ngaglik, cek rekomendasinya di sini!

2. Kalasan

Seperti Ngaglik, Kalasan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman. Wilayah ini punya potensi besar dalam sektor pertanian dengan sub sektor tanaman perkebunan, peternakan serta hasil-hasilnya dan perikanan.

Tak hanya itu, potensi lain dari Kalasan terletak di sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor keuangan dan jasa perusahaan dengan sub sektor sewa bangunan.

Soal harga hunian di wilayah ini, dipasarkan kisaran Rp500 jutaan untuk rumah dua kamar tidur yang berada di area klaster. Jika tertarik mencari rumah di Kalasan, cek rekomendasinya di sini!

3. Umbulharjo

Luas lahan di Kecamatan Umbulharjo adalah yang terluas di Kota Yogyakarta yaitu terbagi atas lahan perumahan seluas 515,44 ha, jasa 56,21 ha, Perusahaan 42,27 ha, industri 17,88 ha, pertanian 60,47 ha, non produktif 14,69 ha, dan lain-lain seluas 105.04 ha.

Umbulharjo sebagai daerah pinggiran Kota Yogyakarta bagian selatan merupakan salah satu daerah yang mengalami perubahan cukup pesat. Terlebih wilayah ini masuk ke daftar kawasan prioritas yang harus dikembangkan, dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain yang relatif sudah berkembang.

Lantaran letaknya yang berada di pusat kota, tak pelak harga rumah di Umbulharjo jauh lebih tinggi dibandingkan Ngaglik dan Kalasan. Terpantau untuk rumah baru dengan empat kamar tidur yang ada di area klaster, bisa dimiliki dengan bujet Rp1,5 miliaran. Jika tertarik mencari rumah di Umbulharjo, cek rekomendasinya di sini!

4. Depok

Depok merupakan lokasi di mana Bandara Adisutjipto Yogyakarta berada. Kondisi inilah yang memicu Depok memiliki perkembangan yang jauh lebih pesat dibandingkan area lain di DI Yogyakarta. Sejalan dengan itu, letaknya yang strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta, membuat fungsi-fungsi kekotaan di wilayah ini ikut tumbuh dan berkembang.

Selain itu, adanya salah satu perguruan tinggi negeri yang cukup terkenal yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta, menjadi daya tarik dari wilayah ini sehingga menyebabkan orang dari luar Yogyakarta tertarik untuk datang untuk tinggal menetap maupuan tinggal sementara di sini.

Dengan banyaknya para pendatang, maka wilayah Depok semakin padat dan berdampak pada peningkatan akan kebutuhan permukiman. Menempati posisi keempat dengan persentase 6% untuk lima area paling diburu orang di Jogja, harga rumah di Depok dengan luas 80m2 berada di rentang Rp790 juta hingga Rp2 miliaran. Jika tertarik mencari rumah di Depok, cek rekomendasinya di sini!

5. Godean

Serupa dengan Ngaglik dan Kalasan, Godean merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman.  Letaknya berada di sekitar 10km sebelah Barat daya Ibukota Kabupaten Sleman, dan 10km di sebelah barat kota Yogyakarta.

Godean punya potensi kuat di sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan sub sektor perdagangan besar, eceran dan restoran, serta sektor keuangan dan perbankan.

Wilayah ini cukup diminati masyarakat yang mengincar lokasi hunian dengan harga kurang dari Rp400 jutaan. Jika tertarik mencari rumah di Godean, cek rekomendasinya di sini!

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah