Geliat pasar properti Daerah Istimewa Yogyakarta pada pangsa residensial boleh jadi tak seramai kota metropolitan Jakarta dan Surabaya. Lantaran sektor wisata yang kuat, properti komersial jauh lebih unggul. Itu sebabnya, tak heran jika secara wilayah keseluruhan, indeks harga dan suplai properti di DIY masih terkontraksi, namun khusus rumah di Kota Jogja tetap mengalami pertumbuhan.

Daerah Istimewa Yogyakarta menaungi empat kabupaten dan satu kota yakni Kota Yogyakarta. Sementara empat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Sleman.

Diantara keempat kabupaten di DIY, Kabupaten Kulon Progo disebut punya potensi investasi properti yang lebih besar. Melansir Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulon Progo, properti atau perumahan termasuk bisnis yang fisibel karena iklim usaha di Kulon Progo semakin berkembang.

Tercatat hingga saat ini, sudah ada 28 komplek perumahan di Kulon Progo dengan total meliputi 3.031 unit. Lokasi perumahan terbanyak berada di kawasan dekat perkotaan, seperti Wates, Pengasih dan Sentolo.

Pasar properti Kulon Progo sendiri meningkat pesat pasca pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Investasi properti di kawasan pun meningkat cukup tajam, terlihat mulai dari kenaikan harga tanah secara umum di area lain yang cukup strategis.

Sementara itu pasar properti di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul dan Sleman, yang mana merupakan wilayah penyangga Kota Yogyakarta, relatif masih landai dan didominasi oleh perumahan tipe kecil di bawah tipe 70.

Sekadar informasi, Kapanewon Gamping di Sleman dan Kapanewon Sedayu di Bantul menjadi kawasan yang kini tengah diincar pengembang properti.Terletak di Yogyakarta bagian barat , harga rumah di kedua Kapanewon tersebut masih relatif terjangkau.

Jika dibandingkan dengan rumah di Kota Jogja seluas 36m2 yang sudah dihargai Rp495 jutaan, untuk luas bangunan yang sama harga rumah di Kapanewon Gamping Sleman masih dihargai separuhnya atau kisaran Rp250 juta.

Membaca Indeks Harga Rumah di DIY dan Rumah di Kota Jogja

Lebih dalam membahas perkembangan pasar properti di Yogyakarta untuk segmen rumah tapak, data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) tentu bisa jadi rujukannya. Secara garis besar jika melihat infogram di atas, indeks harga rumah di DIY mengalami penurunan, namun indeks harga rumah di Kota Jogja mengalami peningkatan.

Pada Q3 2021, indeks harga rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkontraksi sebanyak 7,9 persen dengan perolehan indeks 109,5. Penurunan secara Quarter on Quarter/QoQ ini disebabkan perolehan indeks di kuartal tiga yang tak mampu melebihi perolehan indeks di Q2 2021 sebesar 118,9.

Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di DIY juga turun drastis sebanyak 18,4 persen. Lagi-lagi, perolehan indeks di Q3 2021 belum mampu menandingi pencapaian indeks di Q3 2020 yakni 134,3 (Year on Year/YoY).

Berbanding terbalik, indeks harga rumah di Kota Jogja pada kuartal tiga tahun ini mengalami pertumbuhan meski belum sebesar pra-pandemi. Dimana indeks pada Q3 2021 mencapai 138,0 atau lebih tinggi 4,6 persen dibandingkan Q2 2021 yang meraih indeks 131,9.

Dalam kurun waktu tahunan, indeks harga rumah di Kota Jogja juga meningkat sebesar 2,6 persen. Pencapaian indeks di Q3 2021 tercatat lebih unggul daripada perolehan di kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q3 2020 dengan indeks 134,5 (YoY).

Bagaimana Suplai Rumah di DIY dan Rumah di Kota Jogja?

Beralih ke tren suplai, indeks suplai rumah di DIY menurut RIPMI mengalami pertumbuhan. Jika dari sisi harga ada kontraksi hebat, maka dari sisi suplai seperti ada angin segar atas pasar properti wilayah secara menyeluruh.

Indeks suplai rumah di DIY pada Q3 2021 mencapai 83,1 atau naik 3,5 persen secara QoQ. Di kuartal sebelumnya atau Q2 2021, indeks suplai tumbuh di angka 80,3 atau lebih rendah 2,8 poin dibandingkan pencapaian indeks di kuartal tiga.

Sayangnya, peningkatan yang terjadi pada suplai rumah di DIY selama Q3 2021 tak berlaku untuk suplai rumah di Kota Jogja. Justru ada penurunan mendalam sebanyak 10,7 persen di Q3 2021, dimana indeks suplai di kuartal kali ini sebesar 74,2 tak mampu mengungguli indeks suplai di Q2 2021 yang mencapai 83,1 (QoQ).

Dalam tren tahunan, indeks suplai rumah di DIY pada Q3 2021 menguat signifikan sebanyak 26,1 persen. Hal ini lantaran perolehan indeks di Q3 2021 yakni 83,1 mampu menyaingi perolehan indeks di Q3 2020 yang mencapai 65,9 (YoY).

Akan tetapi, indeks suplai rumah di Kota Jogja pada Q3 2021 menurun signifikan sebesar 17,5 persen. Indeks suplai di Q3 2021 yakni 74,2 berada di posisi yang lebih rendah daripada indeks suplai di Q3 2020 sebesar 89,9 (YoY).

Pencarian Terfavorit untuk Harga dan Lokasi Rumah di Kota Jogja

Rumah.com juga mengamati bagaimana preferensi masyarakat khususnya pencari properti terhadap harga rumah di Kota Jogja dalam satu tahun terakhir (November 2020 – Oktober 2021). Hasilnya, rumah di Kota Jogja seharga Rp1,5 miliar hingga Rp4 miliar paling banyak peminatnya.

Preferensi masyarakat terhadap harga favorit selaras dengan fakta bahwa harga rumah di Kota Jogja memang terpantau sudah tinggi terutama yang berlokasi di kawasan strategis. Tak pelak, 19,2 persen masyarakat menempatkan rumah di atas Rp4 miliar sebagai pencarian selanjutnya.

Sementara itu, rumah di Kota Jogja dengan harga Rp750 juta – Rp1 miliar diincar oleh 15,3 persen konsumen. Lain halnya 14,2 persen masyarakat mengincar rumah dengan harga Rp300 juta – Rp750 juta. Harga rumah di Kota Jogja sebesar ini bisa ditemukan di kawasan Kotagede maupun Umbulharjo namun dengan catatan rumah dalam kondisi second.

Di lain sisi, ada 11,7 persen konsumen properti yang mencari rumah di Kota Jogja dengan harga Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar. Lantaran realistis, maka hanya ada 5,8 persen masyarakat yang mencari rumah di Kota Jogja dengan harga di bawah Rp300 juta.

Terkait lokasi rumah di Kota Jogja, Umbulharjo menjadi favorit utama masyarakat dengan 26,8 persen pencarian. Disusul ada Wirobrajan yang meraih 13,6 persen pencarian. Keduanya berada di area strategis, dekat dengan Alun-Alun Kidul Yogyakarta.

Sedangkan Tegalrejo disasar oleh 12,8 persen masyarakat, Kraton meraih 9,7 persen pencarian, dan terakhir ada Kotagede dengan 8,7 persen pencarian.Berdasarkan kelima lokasi favorit untuk pencarian rumah di Kota Jogja, berikut Rumah.com paparkan referensinya.

1. Rumah di Kota Jogja: Catra Rejowinangun

Berlokasi di Rejowinangun, Kotagede, perumahan baru Catra Rejowinangun menawarkan hunian seluas 36m2 dengan dua kamar tidur seharga Rp495 juta. Harga yang terbilang masih terjangkau untuk sekelas rumah di Kota Jogja. Mempertimbangkan harganya yang terjangkau pula, fasilitas dalam perumahan hanya sebatas keamanan 24 jam.

2. Rumah di Kota Jogja: Giwangan Townhouse

Giwangan Townhouse berada di kawasan favorit Umbulharjo. Tak heran, harga rumahnya dipasarkan cukup tinggi, yakni mulai Rp1,25 miliar untuk tipe 70m2. Namun harga yang tinggi sepadan dengan faislitas yang ada, diantaranya jacuzzi, keamanan 24 jam, ruang olahraga, arena bermain, dan lapangan tenis.

3. Rumah di Kota Jogja: Rumah Cluster Wirobrajan

Sementara di Wirobrajan yang menjadi lokasi favorit kedua setelah Umbulharjo, menawarkan rumah-rumah dalam klaster yang dipasarkan di atas Rp1,5 miliar. Pilihannya sendiri mudah sekali ditemukan di laman Beli Rumah.com.

4. Rumah di Kota Jogja: Jambon Tengah Townhouse

Jambon Tengah Townhouse masuk ke kawasan Tegalrejo. Di perumahan ini, unit tipe 92m2 yang terdiri dari tiga kamar tidur dipasarkan seharga Rp1,26 miliar. Dari Universitas Gajah Mada, butuh waktu tempuh sekitar 15 menit untuk tiba di perumahan.

5. Rumah di Kota Jogja: Rumah di Kraton

Jangan terkejut saat mencari rumah di Jogja untuk area Kraton. Harganya sudah terlampau tinggi, mengingat juga lokasinya yang prestis dan punya nilai historis tersendiri. Beruntung bila masih bisa menemukan rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar, sebab faktanya rata-rata harga rumah di Kraton dipasarkan mulai Rp1,5 miliar.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah