Rumah di Yogyakarta masih bisa dijangkau oleh berbagai kalangan, baik keluarga muda maupun kelas yang sudah mapan. Bergantung dimana lokasinya, harga rumah di Yogyakarta sangat bervariasi dengan opsi yang memadai. Selain bisa dijadikan hunian tetap, rumah-rumah di Yogyakarta juga kompeten untuk dialihkan menjadi sarana investasi.

Sebagai tujuan investasi, tentunya rumah di Yogyakarta sangat ideal untuk dijadikan ladang bisnis penginapan. Pasalnya, Daerah Istimewa Yogyakarta  (DIY) menjadi tujuan wisata favorit warga Indonesia maupun turis mancanegara.

Bahkan mengutip Kumparan, Yogyakarta menjadi destinasi wisata nomor satu yang ingin didatangi masyarakat Indonesia usai pandemi. Hal tersebut dibuktikan dari 76 persen properti Booking.com dalam negeri yang dimasukkan dalam wishlist pengguna selama Maret hingga April. Apakah Anda menjadi salah satu orang yang ingin bertandang ke Yogyakarta usai pandemi?

Jika iya, sekadar saran, ada baiknya plesiran ke Yogyakarta dijadikan kesempatan untuk mencari tahu potensi investasi di sana. Pertimbangannya adalah saat pandemi usai, maka akan banyak wisatawan yang datang baik dari lokal maupun luar negeri. Sehingga bisa dipastikan penginapan sebagai akomodasi akan jadi buruan, bahkan menyebabkan terjadinya kompetisi harga.

Dibandingkan hotel, guest house atau homestay cenderung diminati lantaran menjanjikan harga sewa lebih rendah namun punya fleksibilitas. Nah, bila sudah mantap untuk berinvestasi rumah di Yogyakarta, simak paparan mengenai tren terkininya di bawah ini.

Tren Indeks Harga dan Suplai Rumah di Yogyakarta

Pandemi Covid-19 lebih punya dampak yang lebih dalam khususnya pada wilayah yang menjadi kawasan wisata, termasuk Yogyakarta dan Bali. Tak heran jika terjadi penyusutan signifikan di sejumlah sektor, khususnya di sektor properti.

Menurut Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), indeks harga rumah di Yogyakarta mengalami koreksi secara tahunan maupun kuartalan. Pada Q2 2021, indeks harga rumah mencapai 118,9 atau turun 6,7 persen dibandingkan Q1 2021 yang meraih indeks 127,5 (Quarter on Quarter/QoQ).

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 500 jutaan di kawasan Yogyakarta? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di Yogyakarta juga turun cukup dalam sebanyak -12,4 persen pada Q2 2021. Hal tersebut lantaran indeks harga di Q2 2021 tak mampu melebihi capaian indeks pada kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q2 2020 yang meraih 135,8 (Year on Year/YoY).

Turunnya indeks harga rumah di Yogyakarta adalah suatu hal normal di masa pandemi seperti saat ini. Apalagi pemerintah memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kerumunan Masyarakat (PPKM) area Jawa–Bali secara bertahap sampai waktu yang belum ditentukan.

Namun menariknya, jika melihat tren suplai, ada fenomena yang jauh berbeda dengan apa yang terjadi di indeks harga. Pada Q2 2021, Rumah.com menemukan bahwa indeks suplai rumah di Yogyakarta malah meningkat signifikan.

Indeks suplai rumah di Yogyakarta pada Q2 2021 tumbuh 13,9 persen secara QoQ dibandingkan kuartal sebelumnya (Q1 2021). Dimana capaian indeks pada Q2 2021 sebesar 80,3 atau lebih tinggi daripada capaian indeks di Q1 2021 yakni 70,5.

Dari tren tahunan, indeks suplai rumah di Yogyakarta juga meningkat sebanyak 20,8 persen pada Q2 2021. Pasalnya pada kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q2 2020, indeks saat itu hanya mampu tumbuh sebesar 66,5 (YoY).

Area Favorit untuk Rumah di Yogyakarta, Mana Saja?

Sesuai infogram di atas, terpampang jelas bahwa ada lima area pencarian tertinggi rumah dijual di DI Yogyakarta sepanjang Agustus 2020 – Juli 2021. Kelimanya adalah Ngaglik, Kalasan, Godean, Umbulharjo, dan Depok.

Menempati urutan pertama dengan 10,2 persen, Ngaglik merupakan area yang masih menyimpan ratusan pilihan rumah di Yogyakarta. Harga hunian di Ngaglik sendiri terpantau cukup tinggi mulai dari Rp650 jutaan untuk rumah dengan luas bangunan 80m2.

Di posisi kedua ada Kalasan dengan 7,3 persen. Kalasan berada di wilayah Sleman dan menjadi area favorit lantaran destinasi wisata yang ada di dalamnya. Mulai dari Candi Sari, Sambisari Temple, hingga Taman Wisata Tobong Pelem Golek.

Kemudian di urutan ketiga ada Godean, yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman.  Letaknya berada di sekitar 10km sebelah Barat daya Ibukota Kabupaten Sleman, dan 10km di sebelah barat kota Yogyakarta. Wilayah ini cukup diminati masyarakat yang mengincar lokasi hunian dengan harga kurang dari Rp400 jutaan. 

Sedangkan di posisi keempat ada Umbulharjo sebagai daerah pinggiran Kota Yogyakarta bagian selatan, yang merupakan salah satu daerah dengan perubahan cukup pesat. Terlebih wilayah ini masuk ke daftar kawasan prioritas yang harus dikembangkan, dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain di Yogyakarta yang relatif sudah berkembang.

Di urutan terakhir, ada Depok yang menjadi area pencarian tertinggi rumah dijual di Yogyakarta dengan persentase 5,6%. Harga rumah di Depok dengan luas 80m2 berada di rentang Rp790 juta hingga Rp2 miliaran.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Harga Rumah di Yogyakarta Paling Diincar

Setelah lokasi, umumnya masyarakat menempatkan harga di urutan kedua terkait pencarian rumah. Jika lokasi dan harga sudah cocok, keputusan pun dibuat. Untuk DI Yogyakarta, Rumah.com menemukan fakta bahwa ada kriteria harga rumah yang paling dicari masyarakat selama Agustus 2020 – Juli 2021.

Dimana rumah dengan harga Rp300 juta sampai Rp750 juta paling diincar dengan persentase sebanyak 35,3%. Sementara rumah dengan harga di bawah Rp300 juta dicari oleh 19,3 persen masyarakat.

Kemudian ada 17,8 persen masyarakat yang mengincar rumah di Yogyakarta seharga Rp750 juta – Rp1 miliar. Lain halnya dengan rumah seharga Rp750 juta hingga Rp1 miliar yang dibidik oleh 11,2 persen masyarakat.

Berdasarkan kriteria harga dan lokasi yang paling banyak diincar masyarakat kala mencari rumah di Yogyakarta, berikut Rumah.com rangkum lima pilihan terbaiknya.

1. Arya Green Kalasan

Arya Green Kalasan adalah sebuah hunian dalam klaster yang asri, nyaman, modern dan berkualitas yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya, sebuah BUMN di Indonesia. Berlokasi tidak jauh dari Bandara Adi Sucipto, Arya Green Kalasan dapat menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang tengah mencari rumah baik untuk dihuni sendiri maupun untuk kebutuhan investasi jangka panjang.

2. Jatinigsih Permai

Berlokasi di Jalan Godean KM 14, Jatinigsih Permai ditawarkan dengan harga Rp365 juta untuk rumah tipe tiga kamar tidur seluas 108m2. Dari perumahan ke pusat kota Yogyakarta yakni Malioboro butuh waktu berkendara sekitar 34 menit.

3. Aranya Park

Jika mengincar area Ngaglik, maka opsi terbaiknya adalah Aranya Park yang menghadirkan rumah tipe 56m2 dengan harga Rp489 jutaan. Lokasi perumahan berada dekat dengan Universitas Islam Indonesia, sehingga ini bisa menjadi potensi yang menguntungkan untuk investasi.

4. Kuantan Townhouse Giwangan

Lain halnya jika mengincar kawasan Umbulharjo sebagai lokasi rumah di Yogyakarta . Maka harus siap mengeluarkan kocek lebih besar yakni Rp1,29 miliar untuk rumah seluas 62m2 seperti yang ditawarkan Kuantan Townhouse Giwangan. Fasilitas yang ada di perumahan diantaranya mini market dan keamanan 24 jam.

5. Ambarrukmo Green Hills

Menghadirkan desain yang elegan dan minimalis, Ambarukmo Green Hills berada di area Depok, Yogyakarta. Salah satu alternatif rumah di Yogyakarta ini ditawarkan dengan harga Rp360 juta untuk rumah dengan dua kamar tidur. Dari perumahan, hanya butuh waktu kurang dari 5 menit ke Plaza Ambarukmo yang hits.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah