Berada di sebelah timur laut pusat Kota Depok, area Cimanggis boleh jadi disebut sebagai sunrise property pada tahun 2017. Hal ini lantaran kawasannya yang masih berkembang, dan ditandai dengan masuknya pengembang properti kelas ‘kakap’ ke sini.

Salah satu faktor yang menyebabkan Cimanggis ramai didatangi pasokan residensial ialah karena kawasan Margonda dinilai sudah terlalu sesak. Tidak hanya hunian jenis rumah tapak, Cimanggis hari ini juga menyediakan beberapa pilihan hunian vertikal atau apartemen.

Kawasan ini sendiri membentang dari Komplek Perumahan Hubad, Kelurahan Sukamaju Baru, hingga Jalan Gas Alam, Kelurahan Curug.

Kecamatan Cimanggis dibentuk berdasarkan putusan Menteri Dalam Negeri Nomor PEM.20/1/50 tanggal 7 Desember 1954. Cimanggis masuk ke dalam wilayah kewedanaan/pembantu wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor.

Pada saat pembentukannya, Kecamatan Cimanggis menggunakan area perkantoran di sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 33. Mengingat pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat, maka pada tahun 1970 beberapa desa di sini mengalami pemekaran menjadi delapan, yakni:

  • Desa Curug
  • Desa Cisalak
  • Desa Sukatani
  • Desa Harjamukti
  • Desa Tugu
  • Desa Mekarsari
  • Desa Sukamaju
  • Desa Sukamaju Baru

Menyoal perkembangan wilayahnya, Cimanggis saat ini memiliki proyek tol baru yakni Cimanggis-Cibitung dengan panjang jalan mencapai 25,39 kilometer.

Proyek ini sempat diberhentikan, namun kembali berjalan setelah proses pengadaan lahan di seksi I sepanjang 3,5 kilometer mengalami kemajuan. Rencananya, jalan tol baru ini akan selesai 100 persen pada tahun depan.

Tol Cimanggis-Cibitung dinilai begitu sangat strategis sebab mampu menghubungkan dua tol eksisting dengan lalu lintas padat yakni tol Jakarta-Cikampek dan Cinere-Jagorawi.

Dengan estimasi volume lalu lintas mencapai 40.000 kendaraan setiap harinya, tol ini juga sangat menguntungkan secara finansial.

Tol Cimanggis-Cibitung sendiri masih merupakan jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) II yang pelaksanaan kontruksinya akan dibagi menjadi 2 seksi.

Untuk Seksi 1 Cimanggis Junction-On/Off Ramp Transyogi sepanjang 3,50 km, sedangkan seksi 2 On/Off Ramp Transyogi-Cibitung Junction sepanjang 22,8 km.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga terus mengupayakan pembebasan lahan yang masih tersisa 29% untuk proyek Tol Cimanggis-Nagrak.

Dari data terakhir yang dirils PUPR, ruas jalan akses tol Cimanggis-Nagrak ini berlokasi di dua daerah yakni Bogor dan Depok. Untuk Bogor, dari total kebutuhan 103.000 m2, tanah yang sudah bebas adalah 61.431 m2 (60 persen) sementara Depok, dari total kebutuhan 149.111 m2 telah dibebaskan 103.875 m2 (69 persen).

Sementara dari sisi prospeknya, area ini bahkan masuk ke dalam rencana strategis Pemerintah Kota Depok terkait enam kawasan yang dirancang sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru. Kawasan yang dimaksud ialah Cinere, Bojongsari, Cimanggis, Cibubur, Tapos, dan Citayam.

Alasan mengapa enam wilayah itu dijadikan sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru lantaran punya potensi dan keunggulan komparatif. Apalagi, beberapa di antara enam kawasan tersebut dilintasi oleh proyek infrastruktur yang kini tengah dibangun.

Contohnya Cimanggis yang dianggap sebagai jalur sutera bagi para pelaku industri. Cap ini bukan tanpa sebab, pasalnya ada puluhan pabrik yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Bogor dan juga kawasan ini hingga menghasilkan perputaran uang triliunan rupiah.