Bisnis properti yang sempat terpuruk pada tahun 2020 diprediksi akan lebih bergairah di tahun 2021 karena akan mengalami tren peningkatan. Indikator tren peningkatan tersebut mulai terlihat pada penghujung tahun ini, termasuk juga segmen apartemen di Jakarta yang tren indeks harganya turun secara kuartalan dan tahunan.

Tahun 2020 yang awalnya diharapkan jadi momentum kebangkitan properti nasional yang tanda-tandanya sudah muncul di akhir tahun 2019, tapi kenyataannya harus berhadapan dengan pandemi COVID-19. Lagi-lagi pasar properti terkena dampaknya, termasuk juga segmen apartemen di Jakarta yang trennya selalu positif.

Perlu diketahui, berdasarkan data  Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Q4 2020 yang merupakan hasil analisis data dari kuartal ketiga 2020, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan pertumbuhan RIPMI paling stabil, baik dari sisi harga maupun suplai. 

Mau punya hunian di jantung ibu kota yang didukung fasilitas berlimpah dengan harga di bawah Rp1,5 M? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Meningkatnya pertumbuhan tren indeks harga maupun suplai DKI Jakarta secara kuartalan di tahun 2020 memang didorong oleh naiknya indeks rumah tapak. Namun khusus segmen apartemen di Jakarta dari sisi tren harga mengalami penurunan meski tipis-tipis.

Pasar Apartemen di Jakarta Beraroma Positif

Pasar Apartemen di Jakarta Beraroma PositifRIPMI-H (harga) apartemen di Jakarta pada kuartal ketiga (Q3) 2020 tercatat turun meski tipis. Di Q3 2020 indeks harganya di angka 111,5, padahal di Q2 sebelumnya indeksnya 112,5. Artinya terjadi penurunan sebanyak 1% secara kuartalan, namun jika dibandingkan secara tahunan indeksnya sama seperti Q3 2019.

Meski demikian, sinyal-sinyal beraroma positif untuk sektor properti juga mulai terlihat di penghujung tahun ini. Dan bila situasinya terus membaik maka pasar properti nasional, terutama untuk pasar apartemen di Jakarta, bisa lebih optimistis menghadapi tahun 2021.

Sebagai informasi, RIPMI Q4 2020 mengungkap bahwa tren harga (RIPMI-H) dan tren suplai (RIPMI-S) pada kuartal ketiga 2020 mulai menunjukkan pemulihan dengan meningkatnya harga dan suplai pada sejumlah kawasan penyuplai hunian besar.

Menurut Lini Djafar, Managing Director Cushman & Wakefield Indonesia, sebuah perusahaan konsultasi, riset, dan manajemen properti global, ada beberapa syarat yang akan bisa membuat sektor properti lebih cerah tahun 2021.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

“Pembatasan Sosial Berskala Besar yang telah cukup lama diberlakukan telah membuat potensi permintaan untuk produk properti di hampir semua sektor menjadi pasar besar yang akan segera masuk ke pasar. Asumsi lainnya yang membuat tahun 2021 lebih optimistis yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar +5 persen, program vaksin COVID-19 yang akan dimulai pertengahan tahun 2021, dan implementasi diberlakukannya omnibus law,” ujarnya.

Ketiga hal ini, lanjut Lini, akan menjadi pendorong utama yang akan bisa memperkuat daya beli, meningkatkan kepercayaan maupun confident pasar, keamanan publik, dan mendorong peluang investasi yang lebih baik di sektor properti. Hal ini akan berlaku untuk semua sektor properti baik residensial, perkantoran, pusat belanja, industri, dan lainnya.

Dimana saja 7 lokasi sunrise property yang memiliki potensi investasi tinggi? temukan jawabannya di video berikut ini.

Proyeksi Penyerapan Apartemen di Jakarta Akan Lebih Baik

Untuk sektor apartemen di Jakartadan sekitarnya misalnya, tahun 2020 merupakan tahun yang sulit dan karena itu sangat sedikit peluncuran proyek apartemen baru yang dilakukan oleh developer. Sepanjang tahun 2020 hanya ada delapan proyek baru yang diluncurkan ke pasar dengan jumlah 4.764 unit.

Tingkat penyerapan untuk proyek yang telah selesai maupun dalam tahap penjualan dan pembanguan tercatat 8.567 unit sepanjang tahun 2020. Angka ini lebih rendah 36,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya kendati secara kumulatif penjualan unit apartemen tetap stabil di angka 93,3 persen dengan tingkat presales relatif tidak berubah di angka 60,7 persen.

Beberapa proyek yang tertunda pada tahun ini akan masuk di tahun 2021 dengan proyeksi total sebanyak 30.571 unit apartemen di Jakarta yang akan selesai. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi positif sebesar lima persen, proyeksi untuk penyerapan unit apartemen di Jakarta ini akan lebih baik pada tahun 2021.

“Di sisi lain pengembang juga dipaksa untuk terus beradaptasi dengan situasi new normal khususnya pada desain proyeknya. Ketersediaan ruang terbuka, aplikasi teknologi nir sentuh di dalam unit maupun fasilitas apartemen, ruang belajar atau ruang kerja tambahan, dan lainnya akan menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli,” jelas Lini.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah