Pasar Tanah Abang merupakan salah satu pasar tradisional yang ikonis. Apalagi saat musim lebaran, pasar yang terletak di kawasan Jakarta Pusat ini selalu membludak. Tak heran bila keberadaan pasar ini menjadi salah satu daya tarik hunian di Jakarta Pusat yang makin diminati.

Berbeda dengan pasar lainnya, mungkin Pasar Tanah Abang merupakan satu-satunya pasar di Indonesia yang namanya sudah terkenal di dunia internasional. Bahkan pasar ini juga disebut-sebut sebagai salah satu pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara. Bagaimana tidak, pasar yang berdiri sejak tahun 1735 ini tak pernah sepi pengunjung hingga saat ini.

Pasar yang berada di kawasan Jakarta Pusat ini telah menjadi pusat perbelanjaan grosir internasional. Tak heran jika pasar ini juga menjadi salah satu pusat perekonomian terbesar di Indonesia hingga saat ini. Bahkan dengan segala keunggulannya, pasar ini juga menjadi salah satu daya tarik properti Jakarta Pusat, yang bikin laris manis hingga saat ini.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 700 jutaan di kawasan Jakarta Pusat? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Ini karena lokasinya yang strategis dan menyediakan berbagai kebutuhan sandang yang lengkap. Hal inilah yang membuat Pasar Tanah Abang tak pernah sepi dan berperan besar dalam perekonomian kota Jakarta. Berikut cerita seluk beluk Pasar Tanah Abang dari dulu hingga menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara.

Pasar Tanah Abang Dulu dan Kini

Pasar Tanah Abang Dulu dan Kini

Tanah Abang mulai terkenal sejak kehadiran pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara yang disebut Pasar Tanah Abang. (facebook.com/bintoro Hoepoedio)

Tanah Abang adalah salah satu kecamatan di Jakarta Pusat yang memiliki jumlah penduduk 147.788 jiwa pada tahun 2019. Tanah Abang mulai terkenal sejak kehadiran pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara yang disebut Pasar Tanah Abang. Pasar ini dulu disebut sebagai Pasar Sabtu dan berdiri pada 30 Agustus 1735.

Pasar Tanah Abang sudah beberapa kali mengalami perombakan akibat berbagai kejadian tidak menyenangkan seperti kebakaran dan penjarahan. Mulai di tahun 1740, terjadi Peristiwa Geger Pecinan, dimana terjadi pembantaian terhadap etnis Tionghoa dan Pasar Tanah Abang dibakar. Kemudian pada 1881, Pasar Tanah Abang dibangun kembali dan dibuka setiap hari Rabu dan Sabtu.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Di zaman penjajahan Belanda, tahun 1926 pemerintah Batavia membongkar Pasar Tanah Abang dan mengubah bangunan pasar dengan pondasi semen dan genteng. Lalu pada 1973, pasar ini diremajakan dan diganti dengan bangunan empat lantai. Hingga kini Pasar Tanah Abang terus berkembang dan menjadi perputaran uang terbesar di Indonesia.

Bahkan pasar ini juga tak pernah lesu meski dalam keadaan pandemi. Hingga lebaran 2021 kemarin, pasar ini ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat dari berbagai penjuru. Sepak terjang Pasar Tanah Abang sebagai pusat grosir terbesar menjadi daya tarik yang memikat.

Pasar Tanah Abang Sebagai Nadi Perekonomian Ibu Kota

Pasar Tanah Abang Sebagai Nadi Perekonomian Ibu Kota

Di luar tekstil Pasar Tanah Abang juga membantu jasa pengiriman barang dengan total transaksi mencapai Rp 1 miliar/bulan. (indonesia.go.id)

Keramaian salah satu pusat perdagangan yang terbesar di Asia Tenggara ini juga dapat dirasakan mulai dari stasiun Tanah Abang. Biasanya masyarakat yang berkunjung kebanyakan berbelanja untuk diri sendiri dan keluarga atau untuk dijual kembali. Pasalnya harga di Pasar Tanah Abang sangat terjangkau sehingga banyak yang berbelanja di sini.

Hal inilah yang membuat pasar ini menjadi salah satu pusat perputaran uang terbesar di Jakarta. Pembeli di Pasar Tanah Abang bukan hanya dari Indonesia saja, namun banyak juga pembeli internasional dari berbagai negara. Pamor pasar inilah yang membuat para pembeli dari luar negeri berbelanja di sini.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Geliat perdagangan tekstil di pasar ini memang luar biasa. Banyak orang menggantungkan hidup dari pasar terbesar di Asia Tenggara ini, mulai dari jasa logistik dan pengiriman barang, pedagang kaki lima, penyewaan dan penjualan kios oleh pengembang dan tentu saja para pedagang pakaian yang berada di dalam kios blok A, blok B, blok F, dan blok G.

Dilansir dari kontan.co.id, perkiraan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), omzet perdagangan tekstil dan produk tekstil di Pasar Tanah Abang mencapai 40% dari total omzet perdagangan tekstil nasional. Perkiraan ini dihitung dari sektor pedagang tekstil yang berada di kios maupun PKL. Di luar tekstil, pasar ini juga punya kontribusi besar lewat jasa pengiriman barang dengan total transaksi mencapai Rp 1 miliar/bulan.

Peran Pasar Tanah Abang Terhadap Geliat Hunian di Jakarta Pusat

Harga perumahan di wilayah ini pun tak tanggung-tanggung, dibanderol dengan harga yang fantastis hingga ratusan miliar.

Harga perumahan di wilayah ini pun tak tanggung-tanggung, dibanderol dengan harga yang fantastis hingga ratusan miliar.

Peran Pasar Tanah Abang tidak hanya dapat dirasakan dari segi perekonomian saja, namun juga hunian di kawasan Jakarta Pusat. Nama Pasar Tanah Abang yang ternama, membuat harga hunian di kawasan Jakarta Pusat menggeliat. Kehadiran berbagai hunian mulai dari yang sederhana hingga rumah mewah dengan harga fantastis di kawasan elit pun dapat dengan mudah ditemukan di Jakarta Pusat.

Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, Jakarta Pusat dikelilingi oleh kawasan perumahan elit salah satunya hunian di Kecamatan Menteng. Harga perumahan di wilayah ini pun tak tanggung-tanggung, dibanderol dengan harga yang fantastis hingga ratusan miliar. Di balik hunian di kawasan mewah tersebut, Jakarta Pusat juga banyak dikelilingi oleh perumahan sederhana.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Sebut saja Kecamatan Johar Baru yang beberapa tahun belakangan ini kehadiran perumahan baru Onasis Townhouse. Dibanderol mulai dari harga Rp 1,45 miliar, perumahan baru ini didukung dengan konsep minimalis dengan luas bangunan 88 m2. Tentu saja kehadiran perumahan ini bagai angin segar di kawasan Jakarta Pusat.

Ada banyak perumahan yang dapat Anda temukan di kawasan Jakarta Pusat, hal ini tentu tak lepas dari peran Pasar Tanah Abang yang selalu ramai dikunjungi. Kehadiran Pasar Tanah Abang membuat nilai hunian di kawasan Jakarta Pusat meningkat drastis dibanding dengan kawasan Jakarta lainnya. Tertarik untuk memiliki hunian di Jakarta Pusat?

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah