Infrastruktur Jakarta Barat terus berkembang sejalan dengan kebutuhan 2.528.065 penduduknya akan akses yang memadai. Saat ini, lewat tol lingkar luar Jakarta (JORR West 1) seksi Kebon Jeruk – Penjaringan, masyarakat bisa menikmati jalan bebas hambatan. Tol ini terhubung langsung dengan Jakarta Selatan sampai Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Untuk informasi detail seputar infrastruktur atau keunggulan area-area di Jakarta Barat, masyarakat bisa memanfaatkan jasa agen properti dengan spesialisasi kawasan.

Mengutip barat.jakarta.go.id, infrastruktur Jakarta Barat akan difokuskan dalam berbagai sarana, diantaranya sistem prasarana transportasi. Meliputi;

  1. Pembangunan dan peningkatan jalan pada perbatasan Kota Administrasi Tangerang, sisi selatan Kali Mookervart, jalan sejajar kereta api Rawa Buaya serta Sentra Primer Barat.
  2. Peningkatan manajemen lalu lintas termasuk perbaikan simpang di kawasan Kebun Jeruk, Kembangan dan Tambora.
  3. Penyediaan fasilitas parkir di luar badan jalan seperti gedung parkir di kawasan Glodok, Serta penataan parkir pada kawasan-kawasan yang rawan kemacetan lalu lintas.
  4. Pembangunan fasilitas pejalan kaki di kawasan Kota Tua.
  5. Melanjutkan pembangunan di kawasan Rawa Buaya berikut sarana dan prasarana penunjang.
  6. Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi, yang terpadu dengan sistem angkutan umum masal.

Secara geografis, Kembangan Selatan dan sekitar jalan Pesanggrahan berikut juga Puri Indah berada di tengah-tengah peta kecamatan Kembangan. Sehingga daerah ini menjadi sangat strategis karena dilewati rangkaian Jalan Lingkar Luar Jakarta.

Ilustrasi jalur LRT

Ilustrasi jalur LRT

 

Bakal Punya LRT dan Tol Layang

Dari sisi infrastruktur, Jakarta Barat rencananya juga bakal mengembangkan proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor 4, Puri Kembangan-Tanah Abang sepanjang 9,3 kilometer. Hal ini pun sudah tertuang dalam Peta Jaringan Kereta Perkotaan Jabodetabek 2020 milik Pemprov DKI Jakarta.

Sedikit informasi mengenai LRT, Untuk tahap awal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun 7 koridor. Sementara pemerintah pusat akan membangun koridor lain yang menghubungkan Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bekasi.

Tidak seperti KRL, setiap rangkaian LRT hanya akan membawa 3-6 gerbong. Dengan kapasitas 250-390 orang per gerbong, setiap rangkaian bisa membawa 750-2.300 orang. Guna mengatasi banyaknya penumpang di stasiun, rangkaian LRT bisa datang setiap 3-5 menit di jam-jam padat.

Infrastruktur Jakarta Barat lainnya yang akan dibangun dalam waktu dekat adalah Tol Dalkot II yang membentang dari sisi barat ke timur. Yakni Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang. Infrastruktur ini masuk ke dalam enam ruas jalan tol baru di DKI Jakarta.

Untuk ruas Semanan-Grogol sudah dikerjakan mulai Juli 2018. Sedangkan Semanan-Sunter sepanjang 20,23 km akan melintasi beberapa area yakni;

  1. Kalideres
  2. Semanan
  3. Duri Kosambi
  4. Cengkareng Barat
  5. Cengkareng Timur
  6. Rawa Buaya
  7. Kedaung Kali Angke
  8. Cengkareng
  9. Kembangan
  10. Duri Kepa
  11. Kebon Jeruk
  12. Kedoya Utara
  13. Wijaya Kusuma
  14. Jelambar
  15. Grogol
  16. Gerogol Petamburan
  17. Duri Pulo
  18. Tanah Serael
  19. Duri Selatan
  20. Kali Anyar
  21. Tambora
  22. Krukut
  23. Maphar
  24. Taman Sari
  25. Kota Administrasi Jakarta Barat

Proyek 6 ruas tol dalam kota (dalkot) sendiri sudah lama sekali direncanakan. Proyek ini kembali didengungkan sejak tahun 2010, oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo namun baru dimulai pembangunan fisiknya pada awal 2017.