Kelapa Gading memang bisa dibilang sebagai kawasan hunian yang istimewa. Apa pasal? Banjir Jakarta yang terjadi di awal tahun dan juga pandemi virus corona, tak banyak berpengaruh terhadap tren harga huniannya.

Sejumlah kawasan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) memang jadi langganan banjir setiap tahunnya. Tak terkecuali kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kasus terakhir banjir yang terjadi di awal tahun dan bulan Februari 2020 lalu, kawasan ini pun (lagi-lagi) ikut terendam.

Cari rumah dengan harga yang masih terjangkau di kawasan Kelapa Gading? Cek aneka pilihan rumahnya dengan harga di bawah Rp1,5 M di sini!

Begitupun saat pandemi virus corona, kawasan ini pun tak luput dari serangan wabah. salah satu kelurahannya juga ditemukan beberapa kasus positif corona. Tapi yang menarik, tren harga hunian di kawasan seolah tak terpengaruh perkembangan situasi terkini. Simak selengkapnya.

Banjir di Kelapa Gading Tak Berpengaruh ke Harga

Banjir di Kelapa Gading Tak Berpengaruh ke Harga

Umumnya dampak banjir di Jakarta berjangka pendek dan tidak akan sampai menurunkan harga pasarannya.

Seperti yang kita tahu, Jakarta memang dikenal dengan langganan banjir. Pun area Kelapa Gading. Namun faktanya banjir tak berpengaruh ke harga, harga hunian justru cenderung lebih stabil.

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia (CII), sebuah perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti, umumnya dampak banjir di Jakarta berjangka pendek dan tidak akan sampai menurunkan harga pasarannya.

“Di Jakarta lahan sudah sangat terbatas dan banjir seperti menjadi bencana yang biasa dan bisa diantisipasi. Ada banyak wilayah di Jakarta yang merupakan langganan banjir, tapi apa ada masyarakat yang lantas menjadi tidak betah, pindah rumah, atau langsung menjual dan nilai rumahnya jadi jatuh?” katanya.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Salah satu contohnya Kelapa Gading di Jakarta Utara. Kawasan ini langganan banjir namun tidak membuat nilai harganya menjadi turun. Dan masih banyak contoh wilayah-wilayah lainnya yang juga favorit di Jakarta dan kerap dilanda banjir.

Kemang di Jakarta Selatan misalnya. Kawasannya banyak disukai kalangan ekspatriat dan harga propertinya juga tidak pernah jatuh. Tapi yang paling menarik memang tetap kawasan Kelapa Gading di Jakarta Utara.

“Sekitaran Kelapa Gading seperti Pluit, Sunter, maupun Tanjung Priok di Jakarta Utara, bahkan banjir bisa terjadi tanpa perlu hujan lebat atau kiriman dari Bogor karena wilayahnya lebih rendah dari permukaan laut. Tapi harga maupun transaksi jual-belinya tetap stabil. Akhirnya banjir jadi bencana yang risikonya bisa diukur dan bisa diantisipasi,” imbuhnya.

Aldi Garibaldi, Senior Associate Capital Markets and Investment Services CII menambahkan, selain banjir ada banyak hal lain yang membuat nilai properti di Jakarta, khususnya Kelapa Gading cenderung stabil. Salah satunya adalah kultur keluarga dan perkembangan populasi yang cukup besar.

Cari apartemen dengan harga yang masih terjangkau di kawasan Kelapa Gading? Cek aneka pilihan apartemennya dengan harga di bawah Rp1 M di sini!

“Kultur kita itu anak-anak akan selalu mencari hunian dekat orang tuanya dan orang tuanya juga maunya seperti itu. Makanya harga hunian di Kelapa Gading tidak turun-turun karena anak-anaknya mencari daerah situ juga,” jelasnya.

Aldi juga menambahkan, “Lain soal kalau yang beranak pinak lebih rendah dari orang tuanya mungkin baru bisa harga rumahnya turun seperti kasus di Jepang yang populasinya malah berkurang dan harga propertinya menjadi turun.”

Corona Tak Berdampak Pada Harga

Corona Tak Berdampak Pada Harga

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) 2020, hingga akhir Maret 2020 tren harga Kelapa Gading bisa dibilang masih aman-aman saja.

Terkait pandemi virus corona yang mulai terseteksi di Indonesia pada bulan Februari lalu, sedikit banyaknya juga berpengaruh terhadap pasar properti nasional. Jumlah kasus pasien positif virus corona Covid-19 di Jakarta saat ini sudah tembus 3 ribu orang.

Berdasarkan situs corona.jakarta.go.id, pada 19 April 2020, pukul 09.00 WIB, total pasien positif berjumlah 3.033 orang. Dari angka tersebut rinciannya adalah 1.839 pasien positif corona dirawat, 695 orang isolasi mandiri, 207 orang sembuh dan 292 meninggal.

Selain itu, di Jakarta juga masih ada 863 orang yang menunggu hasil test corona. Sehingga total kasus corona keseluruhan di Jakarta mencapai 3.896 orang.

Daftar kelurahan dengan kasus positif corona terbanyak di DKI Jakarta, per 19 April 2020 paling tinggi berasal dari Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat. Pun kelurahan Kelapa Gading Barat terdapat 31 kasus positif corona.

Terkait banjir Jakarta dan pandemi virus corona, berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) 2020, hingga akhir Maret 2020 tren harga Kelapa Gading bisa dibilang masih aman-aman saja.

Median harga properti di Kelapa Gading pada Q4 2019 tercatat ada di angka Rp24.675.325 per meter persegi. Dan hingga akhir Maret ini atau Q1 2020, di mana kawasan ini sempat diterjang banjir dan sekarang berada dimasa pandemi virus corona, harganya sama sekali tidak terkoreksi.

Apalagi jika ditarik ke periode yang sama, pergerakan median harga properti di kawasan ini memang bagus untuk investasi. Data RIPMI 2020 mencatat bahwa pada Q1 2017 median harga properti di Kelapa Gading ada di angka Rp21.428.571 per meter persegi.

Ini artinya dalam rentang waktu 3 tahun terjadi kenaikan harga sebanyak 15% di kawasan ini. Atau jika ditarik rata-ratanya, kawasan Kelapa Gading menjanjikan kenaikan harga 5% setiap tahunnya.

Artinya kawasan ini termasuk kawasan yang layak dipilih seperti kawasan elit Menteng di Jakarta Pusat atau Pondok Indah di Jakarta Selatan. Kawasan premium terbaik jika tujuan Anda membeli properti untuk investasi.

Itulah keistimewaan Kelapa Gading yang tak terpengaruh corona dan banjir Jakarta. Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah