Mengupas tren pasar properti Jakarta Timur berdasarkan data Rumah.com Property Index, median harga cenderung bergerak fluktuatif. Hal ini terlihat dari catatan sejak kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun 2018.

Di awal tahun, harga sempat berada pada posisi tertinggi mencapai Rp13,9 juta per meter persegi. Akan tetapi setelahnya, harga kembali turun sebanyak -2,10%. Dan naik 0,46% di kuartal tiga (Q3).

Menariknya, menurut analisis yang dilakukan dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan harga tanah perumahan di Jakarta Timur menempati urutan tertinggi.

Pertumbuhannya hingga 5,58% per tahun, lebih tinggi dibanding Jakarta Selatan yang sebesar 4,19 persen. Sementara Jakarta Pusat 4,19%, Jakarta Barat 4,15%, dan Jakarta Utara 2,85%. Belum lagi beberapa wilayah di Jakarta juga masih diwarnai koreksi harga, dikarenakan kenaikan yang terlalu tinggi dalam periode 2010-2012.

Mendalami lebih lanjut tentang pasar properti Jakarta Timur, salah satu area yang punya perkembangan paling baik adalah Cibubur.

Menjadi lokasi yang sarat akan perumahan kelas menengah atas, rupanya Cibubur dan sekitarnya masih menyediakan rumah dua lantai dengan harga berkisar Rp17 juta/m2.

Dari sisi investasi, tiap tahunnya harga rumah di kawasan tersebut bisa mencapai Rp100-Rp300 juta. Kenaikan harga ini tentu merupakan imbas dari bakal hadirnya proyek Light Rail Transit (LRT).

Transportasi massal ini akan menutupi satu-satunya kekurangan dari segi transportasi yang dimiliki koridor timur. Banyak pakar properti yang memprediksi kehadirannya dapat mendorong investasi pasar properti Jakarta Timur secara signifikan.

Salah satu proyek yang sangat terdampak kenaikan signifikan imbas perkembangan wilayah adalah Sentra Timur Residence.

Pengembang mengklaim rata-rata kenaikan harga unit apartemen di Sentra Timur Residence berada pada kisaran 18%-20% per tahun. Sementara dari sisi sewa, berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp4 juta per bulannya.

infrastruktur jakarta timur

Belum terkoneksinya ruas-ruas tol di koridor timur, membuat masih banyaknya potensi akan pasar properti Jakarta Timur.

Mengacu rating wilayah yang dilakukan salah satu lembaga riset dengan mempertimbangkan aspek potensi wilayah dan infrastruktur, pertumbuhan harga tanah, tingkat persaingan, dan image lokasi di Jakarta Timur berada di urutan tertinggi dengan nilai 160. Diikuti Jakarta Barat 130, Jakarta Selatan 120, Jakarta Utara 110, dan Jakarta Pusat 80.

Dalam perkembangannya, selain pasar landed house yang masih terbuka lebar khususnya di segmen menengah atas, pasar apartemen dan komersial pun akan semakin berkembang mengejar ketertinggalan dibanding wilayah di DKI lainnya.

Pasar properti Jakarta Timur juga menyimpan potensi arah perkembangan dari CBD Jakarta yang terus mengarah ke Cawang.

Melihat hal tersebut, maka hampir sebagian besar kawasan Jakarta Timur mempunyai potensi tinggi. Belum lagi dengan peluang naiknya harga tanah, yang diakibatkan perubahan tata ruang Pulo Gadung. Hal ini menyusul akan diberlakukannya aturan bahwa Jakarta bebas dari kawasan industri, sehingga akan terjadi relokasi industri di Pulogadung keluar Jakarta.

Dan dipastikan para pelaku pasar properti akan menjadikan Jakarta Timur sebagai salah satu pertimbangan utama dalam melengkapi portofolio investasinya. Tidak terkecuali para retailer internasional seperti Lulu Hypermarket, Aeon Mall, IKEA, bahkan pengembang luar negeri Hongkong Land juga mulai masuk ke wilayah ini.