Terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa, wilayah seluas 661,5 km2 ini merupakan kota terbesar di Indonesia. Sejarah Jakarta memang cukup panjang, banyak lalui berbagai peralihan, dari pergantian nama, perkembangan infrastruktur, hingga menjadi pusat ekonomi global.

Seiring dengan perkembangan zaman, sejarah Jakarta telah melalui tiga masa peradaban. Dari masa pra—kolonial, kolonial hingga masa setelah kemerdekaan. Lalu, bagaimana perkembangan sejarah Jakarta dari dulu hingga sekarang?

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp700 jutaan di kawasan Jakarta? Cek aneka pilihan huniannya di sini

Apa yang menjadi daya tarik Jakarta hingga orang berbondong-bondong ingin tinggal di Jakarta? Berikut penjelasan sejarah Jakarta dari masa pra-kolonial hingga saat ini yang berlimpah berbagai fasilitas modern dan mendorong munculnya berbagai kawasan hunian favorit.

Sejarah Jakarta pada Masa Pra-Kolonial

Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kelapa berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibu kota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran (sekarang Bogor).

Pada abad ke-12, Sunda Kelapa dikenal sebagai pelabuhan lada. Kapal-kapal asing berlabuh membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.

Sunda Kelapa menjadi salah satu kota pelabuhan yang populer di mata pedagang India Selatan, Jepang, Tiongkok, dan Timur Tengah. Bahkan lebih populer dari kota pelabuhan lainnya pada masa itu yaitu Surabaya dan Makassar.

Berkat kepopulerannya, gaung nama Sunda Kelapa sampai di telinga para pedagang Eropa seperti Inggris, Portugal, Spanyol, dan Belanda. Saat itu, negara-negara Eropa sedang melakukan ekspansi untuk menguasai komoditas pasar rempah di Asia.

Akibat kedatangan pedagang Eropa tersebut, sistem perkotaan di Sunda Kelapa mengalami perubahan. Termasuk perubahan nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang diinisiasi oleh Pangeran Fatahillah pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta.

Sejarah Jakarta pada Masa Kolonial

Pada masa ekspansi pedagang Eropa, Belanda mendirikan kongsi dagang Hindia Timur yang diberi nama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). Hal ini dilakukan agar dapat bersaing dengan kongsi dagang Eropa lainnya.

Belanda melihat nilai strategis yang dimiliki Jayakarta dan menjadikan kota ini sebagai kantor pusat VOC di kawasan Asia. Kemudian nama Jayakarta diubah menjadi Batavia yang memiliki peran penting dalam bidang administrasi, politik, dan militer.

Seiring berjalannya waktu, Batavia dibangun persis dengan kota-kota di Belanda. Berbagai gedung serta hunian dibangun dengan arsitektur khas Eropa lama. Pada masa itu, luas Batavia hanya mencakup area yang saat ini dikenal sebagai Kota Tua di Jakarta Utara.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Kemudian, pemerintah kolonial Belanda mulai memperluas sistem desentralisasi Batavia hingga memiliki luas seperti saat ini. Lalu, pada 1942 kolonial Jepang mulai menguasai Batavia dan mengubah nama peninggalan Belanda tersebut menjadi Djakarta atau yang dikenal dengan Jakarta.

Sejarah Jakarta dari Pasca Kemerdekaan Hingga Hunian Favorit yang Kini Digandrungi

Sejarah Jakarta dari Pasca Kemerdekaan Hingga Hunian Favorit yang Kini Digandrungi

Kehadiran monumen simbolik seperti Monas, Hotel Indonesia, Bundaran HI, serta gedung-gedung pencakar langit di kawasan  Thamrin.

Setelah merdeka dan ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia, tentunya peran Jakarta terus menguat. Hal ini diwujudkan dalam pembangunan dan peningkatan infrastruktur sebagai bentuk perwujudan pembangunan nasional. Jakarta Pusat menjadi salah satu daerah yang paling pesat dalam hal pembangunan.

Seiring dengan kemajuan ekonomi di Indonesia pada 1980-an, Jakarta ikut andil dalam perkembangan industrialisasi yang berlokasi di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Pesatnya arus investasi di sektor industri manufaktur ini mendorong ruang ekspansi ke area luar Jakarta antara lain Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Saat ini lebih dari 70% perputaran uang negara beredar di Jakarta. Berbagai sektor yang terdiri dari perdagangan, jasa, properti, industri kreatif, dan perbankan menjadi tulang punggung perekonomian negara.

Di Jakarta juga terdapat area sentra perdagangan yang menjadi tempat perputaran uang. Kawasan tersebut adalah Tanah Abang dan Glodok yang masing-masing berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Kedua kawasan ini menjadi pusat perdagangan tekstil yang bahkan menjadi komoditas ekspor.

Hingga kini Jakarta masih menjadi pilihan utama untuk meningkatkan taraf hidup, banyak penduduk daerah luar Jakarta mengadu nasib di ibu kota. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas jumlah penduduk Jakarta di 2019 mencapai angka 10.504.100 jiwa.

FOTO 3

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menghadirkan berbagai fasilitas dan program untuk meningkatkan taraf hidup penduduknya. (Jakarta.go.id)

Dari hunian alternatif seperti program rumah DP 0 Rupiah dan Rumah Susun (Rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah, hingga pembangunan infrastruktur serta pengadaan transportasi publik.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memiliki JakLingko, sistem integrasi transportasi publik berbasis jalan raya dan kereta (mikrobus, Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta). Diharapkan dengan adanya infrastruktur terintegrasi ini, semakin banyak pengguna transportasi umum.

Selain transportasi, Jakarta juga memiliki kawasan hunian favorit. Wilayah yang paling dicari untuk tempat tinggal adalah kawasan Jakarta Selatan. Selain lingkungannya yang masih asri, akses transportasi yang memadai juga menjadi alasan Jakarta Selatan menang dari kawasan lainnya.

Terdapat beberapa lokasi premium yang paling diminati di kawasan ini, di antaranya Kemang, Pondok Indah, Pejaten, Cipete, dan Kebayoran Baru. Selain daerah premium yang lokasinya berada di tengah Jakarta Selatan, area pinggiran seperti Jagakarsa juga tak kalah populer.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Banyaknya perumahan dengan harga relatif lebih murah membanjiri area yang berbatasan langsung dengan Depok dan Cinere ini. Kendati Jagakarsa sudah cukup padat, namun masih banyak yang menjadikan Jagakarsa sebagai pilihan utama untuk hunian keluarga.

Selain Jagakarsa, Bintaro yang berada di kawasan Selatan Jakarta juga menjadi alternatif bagi keluarga muda. Sejak kehadiran perumahan Bintaro Jaya pada 1979, area ini berkembang hingga sekarang. Perkembangan ini pun mempengaruhi luas kawasan Bintaro Jaya yang memasuki area Tangerang Selatan.

Meningkatnya pembelian properti di daerah Bintaro juga dipengaruhi oleh faktor transportasi umum yang tersedia seperti KRL – Commuterline Indonesia. Kehadiran KRL memudahkan jangkauan para penghuni rumah di daerah Bintaro yang mayoritas bekerja di tengah kota.

Bintaro dan Jagakarsa mungkin menjadi pilihan alternatif untuk memiliki hunian terjangkau di selatan Jakarta. Namun banyak juga pencari rumah memilih untuk tinggal di tengah kota. Selain Jakarta Selatan, kawasan Jakarta Pusat juga sedang ramai dibanjiri para pencari rumah.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Ya, Town House Onasis adalah jawaban dari segala keresahan para pencari rumah di ibu kota. Berdasarkan survei Rumah.com pada Q1 2020, perumahan yang terletak di jantung ibu kota ini berada di posisi kelima dalam pencarian dengan nilai 4%.

FOTO 4

Fasilitas yang ditawarkan pun cukup menarik, dari AC hingga instalasi air panas.

Akses yang mudah dengan harga mulai dari Rp 570 juta untuk ukuran 38/19, pastinya memikat para pencari hunian. Kemudahan transportasi publik dari LRT, TransJakarta, KRL, hingga angkutan umum tersedia dan pastinya memudahkan penghuni yang tinggal di situ.

Sejatinya Jakarta akan selalu menjadi pilihan utama bagi para pencari hunian dimanapun lokasinya. Sejarah keemasan Jakarta akan selalu menjadi pengingat bagaimana kota ini berkembang pesat dan menjadi rumah bagi para penduduknya.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah