Infrastruktur Jakarta Pusat memang bisa dibilang paling hebat, paling lengkap, dan paling keren jika mau dibandingkan dengan wilayah DKI Jakarta lainnya. Maklum, wilayah ini memang ‘sedikit’ mendapat perhatian ekstra dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat terkait perannya sebagai pusat pemerintahan provinsi DKI Jakarta dan juga sekaligus ibu kota negara.

Mengingat peran wilayah ini yang tidak hanya sebagai pusat pemerintahan tapi juga pusat bisnis, maka kondisi Jakarta Pusat, terutama di jam-jam sibuk, memang sangat padat, macet.

Wajar saja, menurut data sensus kependudukan, Jakarta masih menempati urutan pertama kota dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, mengalahkan Surabaya yang bercokol diurutan kedua.

Dan mobilitas penduduk Jakarta, plus keberadaan kaum komuter, yakni masyarakat yang bertempat tinggal di luar Jakarta namun bekerja di Jakarta, menjadikan kemacetan lalu lintas di ibu kota, terutama Jakarta Pusat, semakin tak terbendung lagi.

Alhasil, diperkirakan Jakarta mengalami kerugian secara ekonomi mencapai Rp28,1 triliun per tahun imbas dari kemacetan yang terjadi. Karena itu, Presiden RI Joko Widodo segera menginstruksikan dibangunnya sejumlah infrastruktur.

Dan Light Rapid Transport (LRT) diharapkan bisa jadi solusi. Sebagai infrastruktur Jakarta Pusat, pembangunan LRT merupakan pilihan yang tepat mengingat terbatasnya lahan dan tingginya harga lahan. Dengan adanya moda transportasi ini warga Jakarta, termasuk juga kaum urban, diberi pilihan moda transportasi alternatif sehingga dapat mengurangi tingkat kemacetan.

infrastruktur jakarta pusat

Nantinya terdapat 13 stasiun yang beroperasi, terdiri dari tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah.

Selain LRT, Pemerintah juga telah mengambil langkah strategis lainnya terkait infrastruktur Jakarta Pusat, yakni dengan membangun sistem transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Bus Rapid Transit (BRT).

Tertarik untuk tinggal di Jakarta Pusat yang lokasinya strategis dan didukung infrastruktur yang lengkap ? Temukan aneka pilihan huniannya di sini!

Pembangunan LRT  yang merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek sudah diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Pembangunan LRT dilakukan secara bertahap, dengan total panjang 83,6 kilometer. Tahap pertama mencakup tiga trase, yaitu Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas yang masuk wilayah pengembangan infrastruktur Jakarta Pusat sepanjang 10,5 kilometer (Tahap I A), dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer (Tahap I B).

Untuk tahap kedua, total panjang lintasan LRT mencapai 41,5 kilometer, meliputi lintas layanan Cibubur-Bogor, dan yang masuk wilayah Jakarta Pusat Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Palmerah-Grogol. Seluruh tahap pembangunan diperkirakan akan rampung pada 2018 ini.

Untuk Mass Rapid Transit atau MRT, yang saat ini sedang dikerjakan direncanakan beroperasi pada Maret 2019. Nantinya terdapat 13 stasiun yang beroperasi, terdiri dari tujuh stasiun layang yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Enam stasiun bawah tanah lainnya yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, serta Bundaran Hotel Indonesia yang berada di wilayah Jakarta Pusat.

Dan yang menarik, meski proyek MRT Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) ini belum selesai, rutenya direncanakan akan diperpanjang hingga ke kawasan Tangerang Selatan, Banten. Kerjasama dengan kota penyangga ibu kota ini juga ditujukan agar masyarakat mau beralih menggunakan transportasi umum sehinggga menekan penggunaan kendaraan pribadi.

Di sisi lain, infrastruktur Jakarta Pusat bagi pejalan kaki atau pedestrian juga mendapat penataan yang serius. Semua jalan-jalan di kawasan ini akan ditata sehingga nyaman bagi pejalan kaki.

Namun salah satu objek penataan yang paling menarik dan paling keren ada di jalur pedestrian jalan Sudirman-MH Thamrin yang diperlebar sehingga nyaman dilalui pejalan kaki. Luasan trotoar akan dibagi dua, masing-masing untuk pejalan kaki dan utilitas (utility box).

Trotoar utilitas akan dilengkapi dengan fasilitas publik berupa jalur sepeda, halte bus, spot seni dan budaya, sarana edukasi infrastruktur, spot serbaguna, kios, toilet, bangku, tempat sampah, serta penunjuk arah.

Pemerintah Provinsi DKI juga akan membangun walk of fame tokoh-tokoh olahraga di depan Kompleks Gelora Bung Karno. Dan khusus di kawasan enam stasiun MRT di sepanjang Sudirman-Thamrin, seperti Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setiabudi,  dan Stasiun Dukuh Atas (200 meter) pesestriannya bakal dihias dengan pola-pola batik nusantara.