Transit Oriented Development atau biasa disingkat menjadi TOD merupakan sebuah konsep pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dengan memaksimalkan penggunaan angkutan massal seperti TransJakarta, commuter line, MRT, LRT, hingga dukungan sarana bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Dan kabarnya PT MRT Jakarta akan mengembangkan kawasan Transit Oriented Development alias Kawasan Berbasis Transit ini sebagai upaya mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan peremajaan pada kawasan perkotaan (urban regeneration).

Apalagi pengembangan Transit Oriented Development ini juga berpotensi besar untuk dimonetisasi secara komersial sehingga juga dapat meningkatkan target pendapatan PT MRT Jakarta dalam beberapa tahun ke depan.

Butuh informasi lengkap seputar perkembangan dan potensi kawasan lainnya? Simak info lengkapnya di AreaInsider.

Rencananya akan ada lima Transit Oriented Development yang akan dikembangkan PT MRT Jakarta disepanjang Koridor Lebak Bulus-Bunderan HI, yakni:

  1. TOD Dukuh Atas dengan tema kolaborasi gerak
  2. TOD Istora Senayan sebagai beranda Pelita Indonesia
  3. TOD Blok M ASEAN yang merupakan kota taman.
  4. TOD Fatmawati sebagai sub-pusat selatan Kota Jakarta yang dinamis dan progresif, serta
  5. TOD Lebak Bulus dengan tema gerbang selatan Jakarta

Dukuh Atas Sebagai TOD Pertama

Dukuh Atas Sebagai TOD Pertama

Realisasi Panduan Rancang Kota (PRK) TOD Dukuh Atas ini menekankan pada gagasan pengembangan kawasan yang padat dan compact.

Untuk penentuan tema kelima kawasan Transit Oriented Development tersebut berdasarkan pada highest and best use dari peruntukkan lahan di masing-masing kawasan. Dan Dukuh Atas yang berada di Jakarta Pusat menjadi kawasan Transit Oriented Development pertama yang akan segera dibangun.

Realisasi Panduan Rancang Kota (PRK) TOD Dukuh Atas ini menekankan pada gagasan pengembangan kawasan yang padat dan compact, penyediaan hunian terjangkau, jalur pejalan kaki dan jalur sepeda.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Selanjutnya, optimasi lahan untuk fungsi hunian dan transit, area tepian air sebagai ruang publik, interkoneksi transit, area transisi menuju Kawasan Cagar Budaya (KCB) Menteng, dan penyediaan ruang terbuka hijau kolektif.

Ruang gerak kendaraan bermotor di kawasan ini juga akan dibatasi sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan jalur pejalan kaki dan jalur sepeda, serta penyediaan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan perbaikan kualitas lingkungan.

TOD Dukuh Atas Jadi Melting Point

TOD Dukuh Atas Jadi Melting Point

TOD Dukuh Atas ibaratnya sebagai melting point warga dari berbagai wilayah.

Jadi nantinya terowongan Jalan Kendal akan dialihfungsikan sebagai area pedestrian, penyediaan laybay TransJakarta dan angkutan daring, Pop up retail & entertainment bekerja sama dengan UMKM, guna mendukung transformasi kawasan Dukuh Atas.

Lalu untuk memperindah kawasan tersebut akan dilakukan pelapisan warna (cat), pelapisan alumunium composite panel (ACP), penataan penerangan, mural dengan melibatkan seniman lokal, #RuangBacaJakarta, dan microlibrary Dukuh Atas berbasis digital.

Mau punya hunian di kawasan Jakarta Pusat yang bernilai investasi tinggi dan juga didukung fasilitas dan infrastruktur kawasan yang lengkap, plus mudah ke mana-mana? Cek pilihan huniannya di sini!

Jadi nantinya semua orang bisa datang dan menikmati kawasan dengan penataan berkualitas tinggi di pusat Jakarta ini. Transit Oriented Development Dukuh Atas ibaratnya sebagai melting point warga dari berbagai wilayah.

Tentu, dengan transformasi yang dirancang sedemikian rupa membutuhkan anggaran besar. Pihak PT MRT Jakarta menghitung, dana yang dibutuhkan untuk membangun Transit Oriented Development Dukuh Atas ini senilai Rp24 trilliun.

TOD Juga Mengakomodir Kelas Bawah

TOD Juga Mengakomodir Kelas Bawah

Banyak pengamat juga memperingatkan jangan sampai pengembangan Transit Oriented Development mengenyampingkan kelas bawah.

Terkait hal ini, banyak pengamat properti melihat potensi pengembangan Transit Oriented Development di sepanjang koridor MRT Jakarta akan cukup baik. Terlebih, profil pengguna MRT Jakarta dan karakteristik lokasi sepanjang koridor Lebak Bulus-Bunderan HI.

Profil pengguna MRT Jakarta dan karakteristik lokasi sepanjang koridor Lebak Bulus-Bunderan HI memang merupakan kelas menengah dan menengah atas, tentunya akan memiliki kesesuaian untuk dikembangkan.

Namun demikian, banyak pengamat juga memperingatkan jangan sampai pengembangan TOD mengenyampingkan kelas bawah. Dari beberapa Transit Oriented Development yang akan dikembangkan, seyogyakan ada juga yangg diposisikan untuk mengakomodasi kelas menengah bawah.

Itulah seputar rencana pengembangan kawasan berbasis TOD yang dimulai dari kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah