Bermula di tahun 1991, Jagakarsa adalah nama kelurahan yang masuk ke dalam lokasi kecamatan Pasar Minggu. Lalu pada 1992, kawasan yang memiliki kawasan Perkampungan Budaya Betawi bernama Setu Babakan ini ditetapkan menjadi kecamatan Jagakarsa.

Jagakarsa kini merupakan kecamatan terluas ke-2 di Jakarta Selatan setelah kecamatan Cilandak. Selain dikenal sebagai kampung Betawi, saat ini Jagakarsa juga menjadi incaran untuk investasi properti. Hal ini terbukti dengan meningkatnya pembangunan rumah di kawasan ini terutama hunian model cluster.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah 1 M di kawasan Jakarta Selatan? Cek aneka pilihan huniannya di sini! 

Berlokasi di Selatan Jakarta, namanya memang tak sepopuler Kemang atau Kebayoran Baru. Namun ada banyak hal menarik yang dapat diulik dari wilayah yang satu ini. Salah satunya adalah meningkatnya pertumbuhan properti di Jagakarsa.

Lingkungan yang masih asri membuat Jagakarsa menjadi pilihan banyak pihak, baik untuk dihuni atau investasi. Lalu, bagaimana asal usul Jagakarsa hingga menjadi menjadi permata di selatan Jakarta ini?

Asal Usul Nama Jagakarsa dari Kampung Betawi Hingga Kini

Asal Usul Nama Jagakarsa dari Kampung Betawi Hingga Kini

Jagakarsa dikenal sebagai kampung Betawi karena memiliki pusat perkampungan budaya Betawi, Setu Babakan (lembagakebudayaanbetawi.org)

Tak banyak yang tahu bahwa wilayah Jagakarsa berasal dari panglima perang kerajaan Mataram Islam. Berdasarkan buku berjudul “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe” karya Zaenuddin H. M., panglima perang tersebut bernama Raden Tubagus Jagakarsa Surobinangun.

Pada masa itu, Raden Jagakarsa ikut berperang ke Batavia yang kini bernama Jakarta. Namun setelah peperangan, ia menolak untuk pulang ke Mataram karena menghindari hukuman penggal. Kemudian ia memilih menikahi putri kerajaan Padjajaran.

Dari pernikahan tersebut ia memiliki dua putra, yang diberi nama Raden Mas Mohammad Kahfi dan Raden Mas Aria Kemang Yudhanegara. Kemudian kedua nama tersebut diambil menjadi nama jalan di daerah Jakarta Selatan, yaitu Jalan Moh. Kahfi dan Jalan Kemang Raya.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Seiring berjalannya waktu, Raden Jagakarsa memiliki silsilah yang turun temurun menetap di wilayah ini. Pada masa itu namanya sangat terkenal, hingga penduduk asli mengabadikan namanya menjadi kawasan Jagakarsa.

Makam Raden Jagakarsa sendiri bisa ditemukan di kawasan ini tepatnya di Jalan Belimbing, Jagakarsa. Istilah sesepuh zaman dulu Jagakarsa memiliki makna jaga perasaan agar tidak menyakiti orang lain. Di sisi lain ada juga yang menyebut Jagakarsa dengan Jaga Raksa yang berarti tempat aman.

Mungkin berkat sebutan itulah Jagakarsa menjadi pilihan hunian yang nyaman dan menjadi incaran investasi. Hingga kini, Jagakarsa memiliki deretan perumahan baru dengan konsep beragam. Dari lingkup cluster hingga apartemen dengan banderol miliaran rupiah.

Selain perumahan, hunian vertikal seperti apartemen juga semakin bermunculan. Sebut saja apartemen Kebagusan City dan yang sedang dalam pembangunan adalah Southgate Residence. Bahkan menurut data Rumah.com, Kebagusan City masuk ke dalam daftar 100 hunian dijual terpopuler di Indonesia.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Bercokol di peringkat 63, Kebagusan City membuktikan bahwa lokasi hunian di Jagakarsa berada di tingkat pencarian teratas. Kehadiran hunian-hunian modern tersebut, diprediksi meningkatkan harga hunian di Jagakarsa.

Setu Babakan, Cagar Budaya Betawi di Jagakarsa

Setu Babakan, Cagar Budaya Betawi di Jagakarsa

Setu Babakan merupakan salah satu cagar budaya yang masih bertahan hingga kini. (Jakarta-tourism.go.id)

Dikelilingi pepohonan yang rindang, Jagakarsa tak hanya menjadi tempat hunian yang asri. Namun Jagakarsa juga memiliki cagar budaya Betawi yang populer bernama Setu Babakan.

Terletak di Srengseng Sawah, tempat wisata budaya ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Nama Setu Babakan mengacu dari nama situ atau danau Babakan yang ada di wilayah tersebut.

Selain situ Babakan ada satu situ yang bernama Mangga Bolong tak jauh dari lokasi. Kedua situ tersebut masih menjadi bagian dari komplek perkampungan budaya Betawi memiliki luas 289 hektar.

Area Setu Babakan terdiri dari empat zona antara lain zona A, zona B (pengembangan), zona C (pulau buatan), dan zona embrio. Masing-masing zona memiliki aktivitas yang berbeda-beda.

Dimulai dari Zona A sebagai lokasi utama perkampungan terdiri dari area gedung utama, museum tekstil dan arsitektur Betawi, serta gelanggang terbuka. Di area ini biasa ditampilkan pagelaran kesenian budaya Betawi yang diagendakan rutin pada akhir pekan.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Berbeda dengan zona A, di zona B bisa ditemukan berbagai aneka kuliner dan tekstil khas Betawi. Berbagai kuliner khas Betawi bisa ditemukan di sini, mulai dari kerak telor hingga soto Betawi. Harga yang dibanderol juga terbilang murah untuk ukuran kawasan wisata.

Sedangkan di zona C yang merupakan pulau buatan. Menghadirkan nuansa perkampungan Betawi tempo dulu dengan beragam replika rumah tradisional suku Betawi. Di area ini juga pengunjung juga bisa mempelajari tata cara dan etika budaya Betawi.

Namun hingga saat ini, zona C masih dalam tahap perampungan dan belum akan diresmikan dalam waktu dekat. Rencananya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meresmikan di tahun 2020, namun terkendala situasi pandemi perampungan ditunda.

Memasuki zona embrio, merupakan area pusat pagelaran budaya, seni, pelatihan, dan sosialisasi budaya Betawi. Dengan luas paling kecil dari ketiga zona lainnya, pada zona ini dapat ditemui aneka aktivitas keseharian masyarakat Betawi.

Aktivitas tersebut antara lain berdagang, bertani, dan memancing. Ya, pengunjung atau warga yang tinggal di area ini boleh memancing di danau tersebut. Memancing di sini tidak dipungut biaya, cukup modal umpan dan pancingan saja.

Bisa dikatakan melakukan wisata ke Setu Babakan sangat menghemat biaya, karena tidak dikenakan biaya masuk. Namun bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Tak heran begitu banyak wisatawan yang berkunjung ke Setu Babakan, terutama keluarga yang membawa anak-anak. Alasannya selain murah, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di perkampungan Betawi yang berlokasi di selatan Jakarta ini.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah