Rusun bukan sekadar solusi penataan kawasan kumuh di perkotaan menjadi hunian yang berkualitas semata. Konsep hunian ini kini juga jadi solusi keterbatasan lahan dan mahalnya harga lahan di Jakarta. Setelah Rusun Pasar Rumput, PUPR kini mulai kebut pembangunan Rusun Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengebut berbagai proyek infrastruktur perumahan yang termasuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN). Salah satunya adalah proyek rumah susun (Rusun) yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Pasar Rumput yang kini sudah selesai.

Untuk program hunian vertikal yang satu ini pemerintah bahkan memberikan subsidi khusus sebesar 80% untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) menyediakannya sebanyak 9.430 unit.

Mau punya hunian dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan harga di bawah Rp1 M? Cek aneka pilihan rumahnya di sini!

Tahun 2019 lalu unit-unit tersebut tersebar di 12 lokasi dengan total 42 tower. Namun menjelang akhir tahun ini hanya tersisa 5 rusun yang masih tersedia. 12 lokasi rusun tersebut antara lain:

Rusun Pasar Jumat Ditarget Selesai Cepat

Rusun Pasar Jumat Ditarget Selesai Cepat

Pembangunan Rusun terus dipercepat untuk pemenuhan penyediaan hunian yang layak huni bagi masyarakat.

Selanjutnya, Rusun tingkat tinggi di Pasar Jumat untuk kalangan aparatur sipil  negara (ASN) juga tengah dikebut pengerjaannya yang saat ini prosesnya telah mencapai 88,12 persen.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pembangunan Rusun selain untuk kalangan MBR juga diperuntukan bagi mahasiswa, pelajar santri, maupun pekerja swasta.

“Pembangunan Rusun terus kita percepat untuk pemenuhan penyediaan hunian yang layak huni bagi masyarakat. Ini juga merupakan bagian dari percepatan pembangunan untuk persiapan menghadapi tatanan baru atau new normal terkait pandemi Covid-19,” ujarnya.

Rusun Pasar Jumat berdiri di atas lahan seluas 5.300 m2 yang lokasinya di Kompleks Perumahan Kementerian PUPR, tidak jauh dari Stasiun MRT Lebak Bulus. Luas bangunan utamanya mencapai 2.800 m2 yang terdiri dari 16 lantai (460 unit) untuk hunian dan dua lantai untuk fasilitas.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Setiap unitnya juga sudah disediakan berbagai perabot kebutuhan dasar dan Rusun Pasar Jumat ini juga pengembangannya menggunakan kaidah transit oriented development (TOD). Konsep TOD akan memberikan efisiensi tinggi bagi masyarakat perkotaan karena tersedianya transportasi publik.

Adanya MRT membuat kemudahan dalam mobilitas. Lalu bagaimana dampak MRT pada kenaikan properti? Jawabannya ada di video berikut ini ya.

Rusun Pasar Jumat Manfaatkan Teknologi Beton Ringan

Rusun Pasar Jumat Manfaatkan Teknologi Beton Ringan

Rusun ini merupakan wujud penerapan teknologi konstruksi yang membuat proses pembangunan lebih cepat dan efisien.

Basuki menyebut, konsep-konsep hunian terintegrasi dengan sarana transportasi publik seperti ini akan terus dikembangkan di banyak kota-kota besar lain di Indonesia.

Harapannya, pembangunan rumah susun seperti ini bisa terus memperkecil angka backlog perumahan, mengurangi kawasan kumuh perkotaan, dan meningkatkan kualitas hunian yang lebih baik.

Proses pembangunan yang diterapkan menggunakan teknologi beton ringan precast dengan hollow core slab (HCS) untuk bagian lantai. Sementara bagian dinding digunakan lightweight cement wall (LCW).

Ini merupakan wujud penerapan teknologi konstruksi yang membuat proses pembangunan lebih cepat dan efisien. LCW merupakan salah satu inovasi material beton ringan yang sangat efisien dengan kualitas kedap suara, tahan api, dan tes beban yang cukup memadai.

Sementara HCS merupakan salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang, di mana kabel ditarik lebih dulu pada suatu dudukan khusus kemudian dilakukan pengecoran.

“Sebelumnya kami sudah menyelesaikan Rusun Pasar Rumput sebanyak tiga tower 25 lantai. Pasar Rumput dikembangkan dengan konsep mixed use karena mengintegrasikan antara hunian, pasar, dan sarana transportasi bus dan kereta komuter. Total unitnya ada 1.984 unit selain 1.314 unit kios di bawahnya,” beber Basuki.

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah