Sejak sarana transportasi masal modern MRT Lebak Bulus-Bundaran HI beroperasi, nilai properti di sepanjang jalur yang dilalui hingga kawasan di sekitarnya pun turut terdongkrak harganya. Ini bukti bahwa sarana transportasi bikin properti bernilai tinggi.

Mari lupakan sejenak soal wabah Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) yang telah meluluhlantakkan perekonomian dan berimbas juga ke sektor properti. Yang melegakan, sektor properti akan tetap punya potensi karena dalam situasi apapun produk properti nilainya tidak akan pernah turun.

Sambil menunggu pagebluk ini segera berakhir, tak ada salahnya jika kita menggali dan mengenali potensi apa saja yang bisa meningkatkan nilai properti yang kita miliki. Baik yang untuk dihuni ataupun investasi. Dan salah satu potensi yang bisa meningkatkan nilai properti adalah infrastruktur.

Mau punya rumah dekat jalur MRT di area fatmawati atau Lebak Bulus Jakarta Selatan dengan harga di bawah Rp1,5 M? Cek aneka pilihan rumahnya di sini!

Sebagai contoh, saat proyek moda raya terpadu MRT Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) disebut-sebut akan dibangun. Harga tanah di sepanjang rute MRT mulai dari Fatmawati, Lebak Bulus, hingga kawasan Pamulang, Ciputat, bahkan Bojongsari langsung melesat.

Adanya MRT membuat kemudahan dalam mobilitas. Lalu bagaimana dampak MRT pada kenaikan properti? Jawabannya ada di video berikut ini.

Kemudahan Sarana Transportasi Tingkatkan Kualitas Hidup

Kemudahan Sarana Transportasi Tingkatkan Kualitas Hidup

Keberadaan MRT Jakarta membuat adanya perubahan budaya dan gaya hidup masyarakat urban selain perkembangan hal-hal positif lainnya.

Semuanya bisa dibilang “menjual” keberadaan MRT tersebut. Dan begitu MRT Jakarta beroperasi pada awal April 2019, salah satu pengembang yang diuntungkan dengan moda sarana transportasi masal modern ini adalah PT Intiland Develoment Tbk.

Maklum, Intiland memiliki beberapa proyek yang dekat dengan jalur MRT mulai dari Lebak Bulus yang masuk kawasan Jakarta Selatan hingga ke Bundaran HI yang ada di Jakarta Pusat. Mereka bahkan sampai mengampanyekan secara khusus dengan mengusung tema #LivingConnected.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis Intiland Permadi Indra Yoga, keberadaan MRT Jakarta membuat adanya perubahan budaya dan gaya hidup masyarakat urban selain perkembangan hal-hal positif lainnya.

Selain perubahan gaya hidup yang positif, keberadaan MRT juga diyakininya mampu meningkatkan nilai investasi produk-produk properti yang bersinggungan langsung dengan moda transportasi ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan beragam Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

“Makanya kami mengusung tema #LivingConnected sebagai sebuah kampanye yang kami angkat sebagai wujud beroperasinya fasilitas MRT. Sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam hal menggunakan transportasi umum,” katanya.

MRT dan beberapa moda transportasi masal lainnya memang makin memudahkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang. Untuk itu Intiland sebagai perusahaan pengembang ikut pro aktif dengan berpartisipasi terkait dinamika perkembangan kawasan.

Kemudahan Sarana Transportasi Tingkatkan Nilai Properti

Kemudahan Sarana Transportasi Tingkatkan Nilai Properti

Kemudahan transportasi sebagai salah satu penunjang yang meningkatkan nilai properti ini sudah terbukti di kota-kota maju dunia.

Apalagi beberapa produk Intiland juga dilalui rute MRT sebut saja yang ada Jakarta Selatan seperti Serenia Hills dan Point Square di Lebak Bulus, South Quarter di TB Simatupang, gedung perkantoran Intiland Tower di Sudirman, dan 57 Promenade di kawasan Bundaran HI Jakarta Pusat..

Kemudahan transportasi sebagai salah satu penunjang yang meningkatkan nilai properti ini sudah terbukti di kota-kota maju dunia yang penduduknya sangat mengandalkan transportasi umum.

Tertarik membeli properti baru di kawasan Jakarta Selatan? Biar tidak menyesal, ketahui plus minusnya lewat review properti yang disajikan secara jujur dan independen oleh pakar properti kami. Cek pilihan huniannya di sini!

Pengembangan transportasi umum masal juga telah memunculkan persepsi positif di tengah masyarakat, dan itu terbukti dengan terus meningkatnya pengguna kereta komuter, Transjakarta, maupun MRT.

Untuk mengetahui seberapa besar peran sarana transportasi publik seperti MRT terhadap kenaikan nilai properti maka kita bisa menyimak data dari Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI).

Saat Q1 2019 atau sebelum April 2019 di mana MRT belom beroperasi, median harga properti di Jakarta Selatan, khususnya area Fatmawati dan Lebak Bulus tercatat berada di angka Rp24.096.386 per meter persegi. Dan setahuh setelah MRT Jakarta beroperasi, tepatnya Q1 2020 median harganya naik jadi Rp24.565.757 per meter persegi.

Dahsyatnya hingga pertengahan Q2 di mana merupakan masa pandemi dan sedang diberlakukannya PSBB, median harga kedua kawasan yang dilalui jalur MRT ini terus naik jadi Rp24.596.581 juta per meter persegi.

“Kami ingin membawa budaya positif itu ke proyek-proyek kami karena rata-rata tiap properti yang kami miliki ke stasiun MRT hanya 500m sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki,” imbuh Yoga.

Integrasi moda transportasi modern seperti ini memang mutlak dibutuhkan masyarakat. Itu sebabnya banyak pengembang seperti Intiland mulai menghadirkan proyek-proyek yang menawarkan kemudahan mobilitas tersebut.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah