Jakarta Selatan

Ulasan wilayah Jakarta Selatan terkait pasar properti residensial relatif tidak berbeda jauh dengan area Jakarta Barat maupun Jakarta Timur. Permintaan akan tempat tinggal masih cukup besar, di samping suplai yang tersedia cukup memadai. Apalagi faktor lingkungan menjadi salah satu pendukung banyak orang menyukai area selatan.

Jakarta Selatan merupakan salah satu dari lima kota administrasi dan satu kabupaten administrasi DKI. Di sebelah utara, Jakarta Selatan berbatasan dengan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Sedangkan di sebelah timur, wilayah ini berbatasan dengan Jakarta Timur. Kota Depok berada di sebelah selatannya, sementara di sisi barat berbatasan dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan data Rumah.com Property Index, pada semester pertama 2018 harga properti di Jakarta Selatan cenderung bagus dengan kenaikan sebesar 2,29% secara kuartalan (q-o-q). Kenaikan ini mengoreksi penurunan yang terjadi pada kuartal sebelumnya sebesar 0,05% (q-o-q). Sementara itu, secara tahunan, kenaikan harga properti di Jakarta Selatan pada Q2 2018 mencapai 7%.

Ada beberapa lokasi premium yang berada di kawasan Jakarta Selatan, diantaranya Kemang, Gatot Subroto, Pondok Indah, dan Kebayoran Baru. Rumah baru di Kemang saat ini dihargai kisaran Rp8 miliar, sementara apartemen mulai Rp1,3 miliar.

Untuk Kebayoran Baru, harga tanah dipasarkan cukup tinggi seperti di Kelurahan Gunung yang mencapai Rp39 juta – Rp54 jutaan per meter perseginya.

Sedangkan di kawasan Gatot Subroto dan sekitarnya bisa dikatakan sebagai kawasan pusat bisnis (CBD) yang sedang berkilau di Ibukota. Betapa tidak, melihat perkembangan pembangunan di Kota Jakarta saat ini, arahnya lebih besar ke timur dan membuat kawasan Jalan Gatot Subroto-Cawang dan sekitarnya terus dipenuhi gedung tinggi, baik gedung perkantoran, komersial, maupun hunian.

Tidak mengherankan jika kawasan ini ke depan diprediksi bakal menyalip daerah pusat bisnis lain seperti Kuningan, Thamrin, dan Sudirman. Dukungan kelengkapan infrastruktur di koridor Gatot Subroto dan sarana aksesibilitas, membuat kawasan ini semakin seksi sebagai lokasi investasi properti.

Saat harga lahan di kawasan pusat bisnis Jakarta lainnya semakin mahal, kawasan Gatot Subroto terbilang masih terjangkau. Harga pasar di kawasan Jalan MH Thamrin diperkirakan sudah mencapai Rp100 juta lebih per meter persegi, sementara di kawasan Kuningan diperkirakan mencapai Rp70 juta per meter persegi. Sedangkan, di kawasan Gatot Subroto hanya berkisar Rp45 jutaan per meter persegi.

Menyandang cap “area hunian terfavorit di Ibukota”, kawasan Jakarta Selatan pun hingga kini terus dibanjiri suplai residensial baik yang masih berbentuk rumah tapak maupun apartemen.

Untuk rumah tapak, mengingat stok lahan yang sudah menipis, sasaran pengembang masih terpusat di area-area pinggir yang letaknya berhimpitan dengan perbatasan. Misalnya, Jagakarsa yang bersebelahan langsung dengan Depok, atau Bintaro yang hanya selangkah dengan Tangerang Selatan.

Sementara hunian vertikal biasanya masih berada di bilangan Kemang, TB Simatupang, Pondok Indah, Kebagusan, Kalibata, hingga Senopati. Semakin strategis dan premium, harga jual apartemen sudah pasti semakin tinggi.

Mengenai pangsa properti sewa, area di Jakarta Selatan yang banyak diminati masyarakat adalah Cipete, Kemang, Pondok Indah, Kebayoran Baru, dan Cilandak. Diperkirakan pencarian hunian sewa ini diminati oleh para ekspatriat yang bekerja di kawasan sentra bisnis TB Simatupang.

Pasalnya, selain banyak perusahaan multinasional yang berlokasi di sana, TB Simatupang dan area sekitarnya juga menyediakan ragam pusat perbelanjaan ternama serta tempat hiburan. Faktor inilah yang akhirnya menjadi alasan mereka untuk menetap di sini.

Sementara untuk pencarian hunian dijual, Jagakarsa disebut sebagai lokasi incaran utama. Meski sudah padat penduduk, namun Jagakarsa masih disebut sebagai area favorit untuk tinggal. Tebet dan Pondok Indah juga muncul dalam deretan pencarian properti dijual dari data yang dikumpulkan Rumah.com.

Tingginya aktivitas ekonomi di Jakarta Selatan dibarengi dengan permintaan sektor properti yang cukup ramai. Mengamati perkembangannya sejak beberapa tahun silam, Jakarta Selatan memang terus berbenah diri dengan menawarkan sejuta pesonanya di sektor properti.

Meski lahan sudah terbatas, nyatanya pembangunan hunian skala vertikal masih mudah ditemukan di sini. Tak ayal jika kondisi ini memacu pertumbuhan bisnis komersial baru, yang saat ini sudah tampak jelas terpampang lewat kawasan CBD TB Simatupang.

Jalur utama transportasi sepanjang rute KRL Depok-Manggarai menjadi urat nadi ekonomi harian. Jalur lain yaitu Cinere-Lebak Bulus pun berkembang ke arah komersial.

Sementara Jalan Raya Fatmawati dan Jalan Pangeran Antasari banyak mengalami perubahan dari rumah ke pembangunan apartemen, pertokoan dan perkantoran.

Apalagi, saat ini terdapat dua proyek infrastruktur transportasi yang akan meningkatkan perekonomian Jakarta Selatan, yaitu Tol Depok-Antasari dan Jalur MRT Lebak Bulus-Kuningan.

Jika proyek ini sudah terealisasi, maka akan mengurangi kemacetan rutin harian pada jam berangkat dan pulang kerja. Dengan aksesibilitas yang lebih cepat dan mudah, tentu akan menarik peluang ekonomi di sepanjang rute tersebut.

Efek hadirnya tol ini juga akan semakin mendorong nilai properti yang berada di kawasan TB Simatupang, Antasari dan sekitarnya. Sebab proyek tol berdampak positif untuk wilayah sekitarnya karena akses menuju kawasan TB Simatupang dan Antasari menjadi lebih mudah.[boy]

Baca Selengkapnya
141,3 km²
Luas wilayah
31
Pusat perbelanjaan
597
Area terbuka (taman)

Peta & Properti Sekitar

Apa saja yang ada di sekitar

Jl. Cemp. III No.43, RT.11/RW.6, Cipete Utara, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12150, Indonesia

Baca lebih lanjut Jakarta Selatan

Properti dijual di Jakarta Selatan

Properti disewakan di Jakarta Selatan

Masukan