Jakarta Utara

Ulasan wilayah ini mengupas pasar properti di Jakarta Utara, sebuah kota administrasi di bagian utara Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Di sebelah utaranya berbatasan dengan Laut Jawa, di sebelah timur berbatasan dengan Bekasi, sebelah selatan berbatasan dengan Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, serta sebelah baratnya berbatasan dengan Tangerang.

Dan pada abad ke 5, wilayah ini ternyata merupakan pusat pertumbuhan pemerintah kota Jakarta yang pemerintahannya terletak tepat di muara sungai Ciliwung, di daerah Angke. Pada masa itu muara Ciliwung merupakan Bandar Pelabuhan Kerajaan Tarumanegara dibawah pimpinan Raja Purnawarman. Dan saking pentingnya wilayah ini pada masa itu kerap terjadi perebutan kekuasaan yang silih berganti antar berbagai pihak yang peninggalannya sampai kini dapat ditemukan di beberapa tempat di Jakarta Utara, seperti Kelurahan Tugu, Pasar Ikan, dan lain sebagainya.

Jakarta Utara juga punya banyak landmark seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Balaikota lama kota Batavia yang sekarang disebut Museum Sejarah Jakarta. Khusus Pelabuhan Tanjung Priok bisa dibilang merupakan pelabuhan prasejarah sejak zaman penyebaran agama Hindu yang kemudian oleh pemerintah kolonial Belanda dikembangkan menjadi kawasan pelabuhan komersial pada akhir abad ke-18 untuk menggantikan Pelabuhan Sunda Kelapa yang dinilai terlalu kecil. Dan kini Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terpadat di Indonesia.

Dilihat dari segi ekonomi, konstribusi terbesar untuk pemasukan Jakarta Utara datang dari sektor industri pengolahan, disusul kemudian dari sektor perdagangan, hotel, restoran dan dari angkutan dan komunikasi. Dan potensi ekonomi DKI Jakarta sesungguhnya sangat kuat dimiliki Jakarta Utara karena di sini ada pelabuhan yang menjadi simpul utama aktivitas ekspor impor semua komoditas strategis bagi negara, terdapat pergudangan, kawasan industri atau pabrik, dan daerah wisata pantai teramai.

Keunggulan dan potensi wilayah Jakarta Utara di atas karena wilayah ini terletak pada daerah pantai dan tempat bermuaranya 13 sungai yang konsekuensinya menyebabkan beberapa wilayah di area ini merupakan daerah rawan banjir. Dan saat ini tercatat jumlah penduduk di wilayah ini mencapai 1.706.281 jiwa yang tersebar di 6 kecamatan seperti Kecamatan Cilincing, Kecamatan Koja, Kecamatan Kelapa Gading, Kecamatan Tanjung Priok, Kecamatan Pademangan, dan Kecamatan Penjaringan.

Meskipun demikian, perkembangan wilayah dan fasilitas di wilayah ini terbilang sangat lengkap dan modern. Sebut saja mulai dari pusat perbelanjaan tradisional hingga yang modern seperti pusat grosir ITC Mangga Dua, Mall Kelapa Gading I & III, Mall Sunter, Pluit Village, Pasar Pagi Mangga Dua, WTC Mangga Dua, Pluit Junction, Mall Artha Gading, Sports Mall Kelapa Gading, Kelapa Gading Trade Center, Mall of Indonesia, Emporium Pluit, La Piazza, dan masih banyak lagi.

Jakarta Utara kini juga lagi giat-giatnya membangun lewat proyek-proyek infrastruktur megah dan modern. Sebut saja Proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Jakarta dengan total investasi mencapai Rp 200 triliun. Proyek ini ditujukan untuk mencegah kawasan pesisir Jakarta tenggelam oleh air laut akibat terus turunnya permukaan tanah di Jakarta.

Selain itu ada juga pengembangan pembangunan infrastruktur di Teluk Jakarta dengan nilai investasi yang fantastis yang diperkirakan akan memakan waktu 10 tahun. Dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Ali Sadikin di Marunda dengan total investasi mencapai Rp50 triliun.

Dan saat ini sejumlah pengerjaan pembangunan infrastruktur juga sedang berlangsung di wilayah Kelapa Gading, salah satu wilayah hunian premium yang ada di Jakarta Utara. Proyek tersebut di antaranya adalah jalan layang, kereta ringan (LRT), dan jalan tol bagian dari proyek enam ruas tol dalam kota Jakarta. Megaproyek enam ruas tol senilai Rp 42 triliun ini untuk tahap pertama ruas Semanan-Sunter (20,23 kilometer) dan Sunter-Pulo Gebang (9,44 km).

Kelapa Gading sendiri merupakan salah satu kecamatan yang ada di Jakarta Utara yang dikembangkan perusahaan properti Summarecon Agung sejak tahun 1975. Tahun 1970-an wilayah ini masih dikenal sebagai daerah rawa dan persawahan, tapi sekarang Kelapa Gading telah berubah menjadi kawasan yang tertata baik dan berkembang pesat.

Bahkan, Pemerintah Jakarta Utara hendak menjadikan kecamatan ini seperti Singapura karena lengkapnya kebutuhan di sana, baik dari makanan, tempat tinggal, pakaian, otomotif, pendidikan, dan lain-lain. Saat ini pembangunan dan penataan Kelapa Gading telah diserahkan sepenuhnya kepada puluhan pengembang yang ada, di antaranya PT. Summarecon Agung Tbk, PT Bangun Cipta Sarana, PT Graha Rekayasa Abadi, PT Pangestu Luhur, PT Nusa Kirana dan yang terakhir PT. Agung Podomoro dan Agung Sedayu.

Baca Selengkapnya
137 km2
Luas Wilayah
1.706.281 jiwa
Populasi
12.454,61 jiwa/km2
Kepadatan Penduduk
6
Kecamatan

Peta & Properti Sekitar

Apa saja yang ada di sekitar

Jakarta Utara, North Jakarta City, Jakarta, Indonesia

Baca lebih lanjut Jakarta Utara

Simak lebih lanjut wilayah Jakarta Utara

Properti dijual di Jakarta Utara

Properti disewakan di Jakarta Utara

Masukan