Tren harga rumah di Cikarang kini kian menantang. Ya, jika dibanding wilayah lainnya yang masuk ke dalam Kabupaten Bekasi, Cikarang dinilai lebih prospektif dalam hal perkembangan di sektor properti.

Jika ditelisik lebih jauh, setidaknya terdapat tujuh faktor yang menjadi keunggulan dan potensi Cikarang, khususnya dari kacamata properti. Seperti:

  1. Sebagai kawasan yang sedang berkembang (emerging district)

    Pertumbuhan kawasan industri di Cikarang disinyalir sebagai pemicu pesatnya perkembangan sektor properti di kawasan timur Jakarta ini. Pesatnya pertumbuhan industri mendorong perusahaan menempatkan jajaran eksekutifnya di sini, termasuk ekspatriat.

    Hal ini membuat suplai properti menjadi kian beragam, tak lagi sekedar kelas subsidi dan menengah, tetapi juga hingga apartemen dan hunian mewah.

    Bahkan, tren pasar properti Cikarang saat ini sudah lebih tinggi jika dibandingkan dengan tren pasar properti di Kabupaten Bekasi. Median harga properti Cikarang pada kuartal keempat (Q4) 2017 berdasarkan Rumah.com Property Index berada pada kisaran Rp7 juta hingga Rp13 juta per meter persegi, sedangkan di Kabupaten Bekasi masih ada di kisaran Rp5 juta-Rp7 juta per meter persegi.

  2. Akses cukup baik dan terus dikembangkan (good accessibility)

    Cikarang bisa ditempuh melalui 3 gerbang tol arah Jakarta-Cikampek. Lewat gerbang tol Cikarang Barat KM 28, gerbang tol Delta Mas KM 37, dan gerbang tol Cibatu KM 34.7. Beroperasinya Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi I juga makin membuat akses dari dan menuju kawasan ini kian mudah.

    Belum lagi adanya rencana pembangunan Light Rapid Transit (LRT) yang terhubung ke Jakarta, pembangunan jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated Toll) sepanjang 36 kilometer yang dibangun mulai triwulan II-2017 dan ditargetkan beroperasi pada 2019.

  3. Pertumbuhan bisnis

    Tren harga properti Cikarang tak lepas dari perkembangan kawasannya. Kemudahan akses, infrastruktur pendukung, hingga kelengkapan fasilitas dimiliki Cikarang. Hal ini yang menjadikan kawasan ini semakin seksi di mata konsumen properti maupun investor.

    Sebut saja fasilitas kesehatan seperti rumah sakit yang bertebaran dengan fasiliitas lengkap, sarana pendidikan yang lengkap, tempat belanja yang komplit, hingga sarana hiburan dan rekreasi.

  4. Perkembangan kawasan

    Kawasan industri yang terintegrasi dengan kawasan hunian ini memang diarahkan untuk menjadi sebuah kota modern.

    Hal-hal yang disebutkan di atas pada akhirnya membuat pergerakan pasar properti Cikarang kian cemerlang. Sebagai contoh, tengok saja pergerakan harga apartemen di Cikarang, yang notabene punya market rental yang tinggi.

  5. Banyaknya tenaga kerja asing

    Di Cikarang terdapat lebih dari 4 ribu perusahaan lokal dan asing, 21 ribu ekspatriat, dan ratusan ribu pekerja domestik di Cikarang.

    Dengan total ekspatriat dan pekerja domestik sebanyak itu, maka tingkat kebutuhan hunian di kawasan ini menjadi sangat tinggi. Begitupun potensi market rental-nya. Fakta inilah yang lantas menjadi magnet bagi pertumbuhan subsektor properti lain, terutama residensial.

  6. Kebutuhan produk yang berkualitas.

    Kawasan industri yang terintegrasi dengan kawasan hunian ini memang diarahkan untuk menjadi sebuah kota modern. Fasilitas yang tersedia pun tak hanya ‘sekedar cukup’, tetapi juga berkualitas.

    Pusat hiburan, perbelanjaan, kawasan komersial dan lain-lain dibangun di sini dengan standar yang tak kalah dengan Ibu Kota. Dengan demikian, Cikarang tumbuh menjadi kawasan yang mandiri.

    Hal-hal yang disebutkan di atas pada akhirnya membuat pergerakan pasar properti Cikarang kian cemerlang. Sebagai contoh, tengok saja pergerakan harga apartemen di Cikarang, yang notabene punya market rental yang tinggi.

Tren Harga properti jenis Apartemen

Berdasarkan data dari Rumah.com Property Index, median harga apartemen di Bekasi, termasuk Cikarang pada Q1 2019 tercatat Rp15,50 juta per meter persegi, atau naik sebanyak 5,23% jika dibandingkan Q1 2018 yang Rp14,72 juta per meter persegi.

Fenomena ini bisa dibilang sebagai masa pemulihan mengingat pergerakan median harga properti di Cikarang pada Q4 2016 hingga Q2 2017 angkanya lebih tinggi, stabil pada angka Rp14,29 juta per meter persegi.

Tapi ke depannya pergerakan pasar properti Cikarang, khususnya pada segmen apartemen, akan kembali bergeliat mengingat semakin maraknya pembangunan infrastruktur baru seperti kereta cepat Jakarta-Bandung dan bandara Kertajati, plus hadirnya Lippo Group lewat proyek Meikarta-nya.

Pergerakan Indeks Harga Rumah di Cikarang

Tren harga rumah di Cikarang

Untuk median harga rumah di Cikarang mengikuti Bekasi, yang cenderung terus mengalami kenaikan jika dilihat secara year-on-year (yoy).

Untuk indeks harga rumah di Cikarang, dapat mengacu pada tren properti Bekasi. Data Rumah.com Property Index mencatat cenderung terus mengalami kenaikan jika dilihat secara year-on-year (yoy). Lihat saja pergerakan median harga mulai Q4 2015 hingga Q4 2017.

Lonjakan mulai terlihat pada kuartal kedua 2018. Pada kuartal pertama 2019, indeks harga rumah di Cikarang berada pada titik 130,4. Secara tahunan naik sebesar 11%.

Bicara harga, persentase kenaikan tren pasar properti Cikarang memang harus diakui baru mulai terjadi dua tahun belakangan ini, seiring dengan pembangunan besar-besaran di kawasan ini.