Selesainya konstruksi proyek jalan akses ke Pelabuhan Patimban membuat salah satu proyek strategis nasional (PSN) ini siap dioperasikan. Dengan begitu bukan hanya Kawasan Industri Cikarang dan Cikampek saja yang makin bergairah, dari sisi properti juga.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali mengoperasionalkan infrastruktur jalan, kali ini jalan akses penghubung ke Pelabuhan Patimban di Jawa Barat. Pelabuhan Patimban ini akan menjadi salah satu fasilitas penting aktivitas ekspor-impor regional dan global.

Berbagai proyek infrastruktur memang terus dikebut pengerjaannya oleh Kementerian PUPR untuk mengejar target operasional pada tahun ini juga. Proyek jalan akses ke Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 km misalnya, konstruksinya telah selesai dan siap dioperasikan.

Mau punya hunian untuk ditinggali sekaligus bagus untuk investasi di kawasan Cikarang? Cek aneka pilihan huniannya dengan harga mulai dari Rp500 juta di sini!

Akses Jalan Pelabuhan Patimban Beroperasi, Pencarian Cikarang Makin Tinggi

Akses Jalan Pelabuhan Patimban Beroperasi, Pencarian Cikarang Makin Tinggi

Bekasi di dalamnya mencakup kawasan industri Cikarang, kawasan yang paling diuntungkan dengan mulai dioperasikannya akses ke Pelabuhan Patimban.

Sejalan dengan semakin banyaknya proyek infrastruktur yang sudah selesai dan mulai beroperasi di wilayah Jawa Barat, pencarian properti berdasarkan lokasi di portal Rumah.com untuk Jawa Barat memang melonjak sangat tinggi.

Pencarian properti di Jawa Barat pada kuartal ketiga 2020 mengalami peningkatan sebesar 88,8% pada kuartal ketiga tahun ini dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pencarian properti di Jawa Barat meningkat sebesar 239%.

Kawasan yang paling banyak dicari di Jawa Barat adalah Bekasi, yang mengalami peningkatan pencarian sebesar 115% (QoQ) dan 265% (YoY). Bekasi sendiri di dalamnya mencakup kawasan industri Cikarang, kawasan yang paling diuntungkan dengan mulai dioperasikannya akses ke Pelabuhan Patimban.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Perlu diketahui, Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan kontainer merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara yang sudah sangat tinggi.

Pelabuhan Patimban yang didukung akses jalan pantai utara (Pantura) Pulau Jawa selanjutnya akan bisa meningkatkan aktivitas ekspor-impor yang bersumber dari kawasan industri di sekitar CikarangCibitungKarawang hingga Cikampek sekaligus memperlancar arus logistik nasional.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, proyek pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban ini merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo dengan mantan Perdana Menteri Jepang periode 2007-2008 Yusuo Fakuda selaku Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia waktu itu.

Kota mandiri memang dibangun untuk jangka panjang, tetapi berpotensi baik untuk diinvestasikan kemudian. Simak jurus investasinya di video berikut ini, ya!

Pelabuhan Patimban Didukung Akses Jalan Pantura

Pelabuhan Patimban Didukung Akses Jalan Pantura

Akses yang lebih mudah ke Pelabuhan Patimban juga akan memangkas biaya logistik.

“Jalan akses ini merupakan wujud nyata kerja sama bilateral Indonesia-Jepang dengan skema pinjaman senilai Rp1,2 triliun. Akses yang lebih mudah ke Pelabuhan Patimban juga akan memangkas biaya logistik juga meningkatkan daya saing kawasan industri dalam konteks regional dan internasional,” ujarnya.

Jalan akses Pelabuhan Patimban dibangun dengan tiga jenis struktur untuk menyesuaikan dengan kondisi lahan dan yang sebagian besarnya dibuat jalan layang (elevated) di atas persawangan dengan tanah lunak. Ketiga tipe strukturnya yaitu pile slab sepanjang 5,9 km, flyover sepanjang 1,6 km, dan flexible pavement sepanjang 700 m.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban ini dilaksanakan dengan pola kerja sama operasi (KSO) antara Shimizu Corporation dengan PT PP dan PT Bangun Cipta Kontraktor di bawah tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI JakartaJawa Barat.

Bukan hanya proyek jalan ini, untuk mendukung konektivitas ke Pelabuhan Patimban Kementerian PUPR juga tengah mempersiapkan pembangunan jalan tol akses ke Pelabuhan Patimbang sepanjang 37,05 km yang akan tersambung dengan ruas jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) Km 89+475 dengan ruas Pantura.

“Akses jalan tol Pelabuhan Patimban ini diprakarsai oleh konsorsium antara PT Jasa Marga dengan kepemilikan 50 persen, PT Surya Semesta Internusa 25 persen, PT Daya Mulia Turangga 10 persen, dan PT Jasa Sarana 10 persen dengan nilai investasi Rp7,5 triliun. Jalan tol akses pelabuhan ini rencana konstruksinya akan dimulai awal tahun 2022 mendatang dan siap beroperasi pada tahun 2024,” jelas Basuki.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah