Apartemen berkonsep TOD di kawasan Bogor kini semakin prospektif. Apalagi Bogor punya moda transportasi berbasis bus dan kereta yang mudah menjangkau ibu kota Jakarta. Bahkan kini ada apartemen TOD di Stasiun Bogor yang sekaligus menjadi apartemen satu-satunya di jantung Kota Bogor.

Salah satu pengembang yang jeli melihat prospek ini adalah PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha PT Adhi Karya Tbk. (ADHI). ACP semakin menggiatkan proyek propertinya yang berkonsep terintegrasi transportasi massal (Transit Oriented Development/TOD). Salah satunya lewat Grand Central Bogor, apartemen TOD yang berada tepat di sisi Stasiun Bogor. 

Mengacu pada jumlah penduduk komuter “penglaju” yang melakukan mobilitas nonpermanen di luar kabupaten/kota tempat tinggalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) pun merilis data dari Hasil Survei Komuter Jabodetabek 2019.

Data menunjukkan bahwa sekitar 11 persen dari 29,3 juta penduduk Jabodetabek yang berumur 5 tahun ke atas merupakan penduduk komuter. Dan sebanyak 26,9 persen menggunakan moda transportasi umum untuk pulang-pergi berkegiatan.

Mau punya rumah dekat Stasiun Bogor dengan harga di bawah Rp750 juta? Cek aneka pilihan rumahnya di sini!

Apartemen TOD prospektif di Bogor

Apartemen TOD prospektif di Bogor

Grand Central Bogor dapat dikatakan sebagai apartemen satu-satunya di jantung Kota Bogor.

“Properti berkonsep TOD di kawasan Bogor semakin prospektif. Sebab, Bogor memiliki kemudahan dalam menjangkau ibu kota Jakarta. Terdapat moda transportasi berbasis bus dan kereta yang menjadi magnet bagi investor properti atau mereka yang hendak tinggal di Bogor ,” ungkap Direktur Utama ACP Rizkan Firman dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2020).

Menurut Project Director Grand Central Bogor Fikri Farobi, pembangunan hunian vertikal khususnya di Pusat Kota Bogor ini terbilang baru, bahkan Grand Central Bogor dapat dikatakan sebagai apartemen satu-satunya di jantung Kota Bogor. Apartemen TOD satu-satunya di jantung Bogor.

Selain itu, diprediksi pemintaan pasar terhadap apartemen juga meningkat secara progresif dalam lima tahun ke depan. “Selain memiliki moda transportasi massal seperti bus dan Kereta Rel Listrik (KRL), keunggulan transportasi lainnya adalah pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek yang diperkirakan juga akan mengakses hingga Kota Bogor” jelas Fikri Farobi.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik sebagai pengembang berbasis TOD, Rizkan melanjutkan, ACP juga bekerja sama dengan Perusahaan Umum Pengangkut Penumpang Djakarta (Perum PPD) dengan melakukan peresmian uji coba operasi Jabodetabek Residence Connexion (JRC) di Grand Central Bogor.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Apartemen TOD dekat sarana dan prasarana kota

Perum PPD melayani trayek Grand Central Bogor (Stasiun Bogor) dengan tujuan Stasiun Juanda, Manggarai dan Tebet, yang telah diresmikan pada Senin (3/8/2020) lalu dan dihadiri oleh Bima Arya Sugiarto (Walikota Bogor), Pande Putu Yasa (Direktur Utama Perum PPD), Polana Pramesti (Kepala BPTJ).

Grand Central Bogor sebagai apartemen TOD memiliki akses selangkah ke Stasiun Bogor, 2 Menit ke Kebun Raya Bogor dan jika ingin berpergian ke Jakarta dapat ditempuh hanya dengan 30 Menit menggunakan KRL.

Ditambah lagi keunggulannya dekat dengan semua sarana dan prasarana di Kota Bogor seperti pusat pemerintahan, perbelanjaan, pendidikan dan kawasan komersial lainnya yang telah berkembang pesat.

Direktur Pemasaran ACP Indra Syahruzza mengatakan bahwa apartemen Grand Central Bogor termasuk dalam lima proyek baru ACP untuk menggenjot target marketing sales tahun ini.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

“Cara Adhi Commuter Properti meningkatkan performa target tersebut dengan mengembangkan, mengelola, pendapatan berulang (business recurring income), di antaranya dengan mengakuisisi PT Mega Graha Citra Perkasa (MGCP), anak usaha PT Cowell Development. Tujuannya demi mempercepat pertumbuhan kawasan TOD di Bogor, yakni Grand Central Bogor,” terang Indra.

Apartemen TOD dengan view Gunung Salak

Apartemen TOD dengan view Gunung Salak

Dari sesi pilih unit terungkap unit yang menjadi favorit bagi konsumen adalah unit yang memiliki view menghadap Gunung Salak.

Grand Central Bogor dikembangkan di lahan seluas 5.731 m2 dan berlokasi tepat di sisi Stasiun Bogor. Selain itu, apartemen TOD ini memiliki view yang indah, yakni view Gunung Salak, serta view yang menghadap pusat kota Bogor.

“Apartemen Grand Central Bogor terdiri dari 667 unit Tipe Deluxe dan 162 unit Tipe Premium, setinggi 22 lantai dengan 3 lantai Parkir Basemen. Untuk harga Tipe Deluxe ditawarkan dengan harga mulai dari 447 Jutaan dan tipe Premium dengan harga mulai dari 744 Jutaan. Dari sesi pilih unit ini terungkap unit yang menjadi favorit bagi konsumen adalah unit yang memiliki view menghadap Gunung Salak.” imbuh Indra.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Selain menawarkan lokasi yang strategis, apartemen TOD ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang bagi para penghuninya seperti Shophouse, Sky Garden, Swimming Pool, Fitness Center dan fasilitas penunjuang lainnya. Ferdian juga menerangkan bahwa Apartemen Grand Central Bogor akan diserah-terimakan kepada konsumen mulai tahun 2023.

Untuk kegiatan pemilihan unit Grand Central Bogor diselenggarakan di Medja Restaurant, Kota Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab kepercayaan konsumen terkait kepastian pembangunan. Penerapan Protokol Kesehatan juga disiplin dilaksanakan demi pencegahan penyebaran Covid-19 juga pastinya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada konsumen.

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah