Pandemi COVID-19 memberi dampak negatif bagi indeks harga properti pada sejumlah provinsi, namun tidak dengan Jawa Barat. Dan Bekasi menjadi wilayah yang memberikan pengaruh besar terhadap indeks harga properti di Jawa Barat pada kuartal pertama 2020 ini. 

Rumah.com Indonesia Property Market Index – Harga (RIPMI-H) secara nasional pada kuartal pertama 2020 berada pada angka 112,5 atau naik tipis 0,4% dari kuartal sebelumnya. Secara year-on-year (YoY), indeks mengalami kenaikan sebesar 6%.

Kenaikan harga properti secara nasional lebih banyak didorong oleh pertumbuhan harga rumah tapak, yang mengalami kenaikan sebesar 8% (YoY). Rumah.com Indonesia Property Market Index – Suplai pada kuartal pertama 2020 menunjukkan anomali terhadap siklus properti kuartalan.

Indeks suplai properti yang biasanya mengalami lonjakan secara kuartalan pada kuartal pertama setiap tahunnya, justru menunjukkan penurunan. Berada pada angka 109,0, RIPMI-S kuartal pertama 2020 ini turun sebesar 5% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Turunnya indeks suplai pada kuartal pertama 2020 menjadi indikasi sikap wait-and-see dari pengembang, salah satunya disebabkan oleh pandemi yang terjadi menjelang akhir kuartal pertama 2020.

Mau punya rumah dengan 3 kamar tidur di kawasan Bekasi dengan harga di bawah Rp1 M? Cek aneka pilihan rumahnya di sini!

Indeks Harga Jawa Barat Naik di Masa Pandemi

Indeks Harga Jawa Barat Naik di Masa Pandemi

Di tengah pandemi Covid, pasar properti Jawa Barat paling stabil di kuartal pertama.

Berbeda dengan sejumlah provinsi yang menunjukkan stagnansi, Jawa Barat tidak menunjukkan dampak negatif dari terjadinya pandemi COVID-19. Rumah.com Indonesia Property Market Index – Harga (RIPMI-H) pada kuartal pertama 2020 Jawa Barat berada pada angka 118,2.

Angka tersebut naik sebesar 3,3% (QoQ), dan sebesar 7,5% (YoY). Kenaikan indeks harga properti di Jawa Barat ini ditopang oleh kenaikan indeks harga properti jenis rumah tapak. Indeks harga properti rumah tapak di Jawa Barat pada kuartal pertama tahun ini berada pada angka 118,2, naik sebesar 4% (QoQ) dan 6,7% (YoY).

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan beragam Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Adapun indeks harga apartemen di Jawa Barat pada kuartal pertama 2020 berada pada angka 111,0 tidak bergerak dari kuartal sebelumnya tetapi naik tipis 1% dibandingkan tahun sebelumnya pada kuartal yang sama.

Namun berbeda dengan tren indeks harga, Jawa Barat, sebagaimana wilayah lain di Indonesia, juga menunjukkan penurunan dalam tren suplai properti. Suplai properti hunian di Jawa Barat berada pada angka 102,6 atau turun 5% (QoQ) dan 10,9% (YoY).

Turunnya indeks suplai properti di Jawa Barat pada kuartal pertama tahun ini diikuti secara merata hampir seluruh wilayah. Bogor, misalnya,mengalami penurunan hingga 8,3% secara kuartalan, sementara Bekasi turun 4,3% (QoQ).

Indeks Harga Jawa Barat Naik, Suplai Turun

Indeks Harga Jawa Barat Naik, Suplai Turun

Dampak COVID-19 dapat dilihat dari turunnya suplai properti kuartal pertama 2020 dibandingkan kuartal pertama 2019.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, mengatakan bahwa turunnya indeks suplai ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, tren indeks suplai tahunan di Jawa Barat memang cenderung menurun. Kedua, pandemi COVID-19 membuat pengembang berhati-hati dalam memasarkan propertinya.

“Grafik menunjukkan bahwa indeks suplai properti tak pernah lebih tinggi dari Q1 2019. Ini menunjukkan bahwa penurunan ini merupakan tren jangka panjang. Tetapi, dampak COVID-19 juga dapat dilihat dari turunnya suplai properti kuartal pertama 2020 dibandingkan kuartal pertama 2019,” tutur Marine.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

“Biasanya, suplai properti di kuartal satu setiap tahunnya selalu lebih tinggi jika dibandingkan kuartal empat di tahun sebelumnya. Penurunan suplai ini merupakan anomali, sekaligus menunjukkan bahwa pengembang masih dalam sikap wait-and-see. Ini sangat disayangkan karena optimisme sempat muncul di akhir tahun, setelah periode politik selesai,” katanya.

Indeks Harga Jawa Barat Masih Bisa Berkembang

Indeks Harga Jawa Barat Masih Bisa Berkembang

Kota-kota di Jawa Barat adalah kota yang banyak diincar oleh pembeli kalangan menengah dan menengah bawah, seperti Depok, Bekasi, dan Bogor.

Tabel di atas menunjukkan harga properti di kota-kota besar di Jawa Barat lebih rendah dibandingkan dengan kota-kota besar di Banten. Perbedaan bahkan terlihat lebih besar jika membandingkan harga rumah tapak.

Harga rumah tapak di Tangerang Selatan mencapai hampir dua kali lipat dari harga rata-rata rumah di Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung.

Dibandingkan wilayah-wilayah penyangga Jakarta yang lain, kota-kota di Jawa Barat adalah kota yang banyak diincar oleh pembeli kalangan menengah dan menengah bawah, seperti Depok, Bekasi, dan Bogor.

“Ini karena harganya relatif lebih rendah jika dibandingkan kawasan Tangerang, namun memiliki akses komuter yang tak kalah memadai,” Marine menjelaskan. Dengan harga yang lebih rendah dan demand yang masih besar, pasar properti di Jawa Barat masih punya cukup ruang untuk berkembang dan melakukan penyesuaian harga.

Inilah yang menyebabkan pasar properti di Jawa Barat bisa lebih stabil dalam hal kenaikan harga. Sebaliknya, harga properti di Tangerang dan sekitarnya saat ini semakin sulit dijangkau oleh kalangan menengah dan menengah ke bawah.

Tertarik membeli rumah baru di kawasan Bekasi? Biar tidak menyesal, ketahui plus minusnya lewat review properti yang disajikan secara jujur dan independen oleh pakar properti kami. Cek pilihan huniannya di sini!

“Kondisi ini belum akan berubah sepanjang kuartal kedua 2020 ini. Jawa Barat masih akan menjadi wilayah yang lebih stabil dibandingkan wilayah-wilayah penyuplai hunian lainnya, bahkan jika situasi pandemi ini masih akan berlangsung hingga akhir Mei atau awal Juni, seperti yang diperkirakan sejumlah pengamat,” tegas Marine.

Indeks Harga Bekasi Paling Prospektif di Masa Pandemi

Indeks Harga Bekasi Paling Prospektif di Masa PandemiBekasi menjadi wilayah yang memberikan pengaruh besar terhadap indeks harga properti di Jawa Barat pada kuartal pertama 2020. Di saat kota-kota lain di Jawa Barat menunjukkan kenaikan tak lebih dari 2% (QoQ), indeks harga properti di Bekasi menunjukkan kenaikan hingga 5% untuk rumah tapak.

Wilayah Jatiasih dan Bekasi Timur menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi. Bekasi Barat, kecamatan yang paling dekat dengan DKI Jakarta, adalah wilayah dengan median harga properti tertinggi, sementara Bekasi Timur , yang terjauh dari DKI Jakarta, menjadi yang terendah.

Kedekatan dengan wilayah DKI Jakarta memberi pengaruh positif terhadap harga properti. Selain dekat dengan Ibukota, di Bekasi Barat juga terdapat sejumlah kawasan hunian terpadu berskala besar.

Tertarik punya hunian di kawasan Bekasi yang sebentar lagi akan dilintasi LRT? Temukan aneka pilihan huniannya di sini!

“Ini turut mendorong pesatnya pertumbuhan harga properti di wilayah tersebut. Karena harga yang sudah tinggi pula, Bekasi Barat tidak menunjukkan peningkatan harga yang signifikan pada kuartal ini,” Marine menjelaskan.

Sementara itu, harga properti yang masih rendah di Bekasi Timur memberikan prospek kenaikan harga yang lebih besar. Hal ini didukung upaya pemerintah dalam mengintegrasikan wilayah komuter yang memberikan keuntungan bagi Bekasi Timur .

“Misalnya LRT Bekasi-Cawang, elevated road, hingga rencana MRT jangka panjang Balaraja-Cikarang. Pada akhirnya, jarak yang jauh antara Jakarta dan Bekasi Timur bukan menjadi masalah lagi saat infrastruktur penghubungnya semakin baik. Itulah yang akan terjadi. Bagi pencari properti, baik untuk ditinggali maupun investasi, Bekasi Timur bisa menjadi pilihan,” tambah Marine.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah