Infrastruktur Bekasi dorong tingginya permintaan properti, terutama properti residensial. Hal ini terbukti dari hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index, yang menunjukkan bahwa masyarakat lebih menyukai Jawa Barat, khususnya Bekasi yang didukung kemudahan akses ke Jakarta. Selain itu, alasan harga yang lebih masuk akal memang diyakini sebagai pemicunya.

Di sisi lain, Bekasi juga merupakan salah satu kawasan di sekitar Jakarta (Jabodetabek) yang paling siap untuk pengembangan wilayah. Di kawasan timur Jakarta ini ada sejumlah proyek infrastruktur strategis yang tengah dibangun. Sejalan dengan itu, pembangunan proyek properti, seperti perumahan, apartemen, komersial pun jadi makin semarak.

Bicara infrastruktur Bekasi, wilayah yang masuk sebagai bagian dari kawasan Jabodetabek ini dilintasi ruas jalan tol Jakarta-Cikampek dan jalur kereta api Jakarta-Surabaya. Namun untuk KRL Jakarta-Bekasi hanya tersedia sampai kawasan Bekasi barat saja.

Proyek elektrifikasi jalur kereta api Bekasi barat – Cikarang kini juga sedang dalam proses penyelesaian bersamaan dengan proyek pembangunan empat jalur kereta (DDT – double duble track) di segmen tersebut. Jalur KRL Bekasi-Cikarang ini diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2018.

Dan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi 2011-2031, infrastruktur Bekasi rencananya akan ditambah dengan dibangunnya jaringan rel kereta api lintas cabang menghubungkan Cikarang Timur–Cikarang Pusat–Serang Baru–Cibarusah–Kabupaten Bogor.

Saat ini Pemerintah juga memprioritaskan pembangunan di wilayah ini fokus pada infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan sosial, selain tentunya juga sektor pendidikan dan kesehatan.‎ Penataan kawasan permukiman dengan fokus kawasan kumuh, juga tak luput menjadi prioritas.

infrastruktur bekasi solusi atasi macet

Pembangunan Tol Becakayu sendiri berada di atas Kalimalang dan akan menghubungkan dua titik, yaitu Jalan Pedati di Jakarta Timur dan kawasan Tambun, Bekasi.

Problem kemacetan yang sebelumnya menjadi momok bagi masyarakat Bekasi, kini bisa teratasi dengan dibangunnya tiga proyek infrastruktur Bekasi yang sangat solutif seperti jalan Tol Becakayu, LRT, serta Tol Elevated Jakarta-Cikampek.

Pembangunan Tol Becakayu sendiri berada di atas Kalimalang dan akan menghubungkan dua titik, yaitu Jalan Pedati di Jakarta Timur dan kawasan Tambun, Bekasi. Proyek LRT Bekasi Timur Cawang – Dukuh Atas juga tengah berjalan, dan diperkirakan pada tahun 2019 moda transportasi massal ini sudah dapat beroperasi.

Untuk proyek tahap I, LRT akan melalui rute, Cibubur-Cawang-Bekasi Timur dan Cawang-Dukuh Atas. Sementara LRT fase I A dan Fase I B akan membentang dari Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2km dan Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9km.

Tol Elevated Jakarta Cikampek pun sudah mulai berjalan pembangunannya. Jalan Tol sepanjang 38 km yang akan membentang dari Cikunir sampai Karawang Barat yang dibangun mulai tahun 2017 ini, diperkirakan akan selesai pada bulan Maret 2019.

Tak hanya itu, Bekasi juga bersiap menyambut tol JORR 2 ruas Cimanggis – Cibitung dan Tol Japek (Jakarta – Cikampek) Selatan yang menghubungkan Jatiasih ke Purwakarta. Kedua jalan tol tersebut akan beririsan dengan jalan arteri primer di Bekasi Selatan, yakni jalan Raya Narogong, sehingga menjadikan kawasan ini berpotensi untuk berkembang dengan secara pesat.

Membentang sepanjang 12km dari Bekasi Utara ke arah Cibubur, Jalan Raya Narogong akan memiliki akses pintu tol ke JORR 2 di kawasan Cileungsi dan Japek Selatan di Bantar Gebang.

Dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 3 juta jiwa, ditambah dengan keberadaan kaum suburban dan masifnya pembangunan infrastruktur Bekasi, kawasan ini jelas punya daya tarik yang kuat bagi kalangan swasta untuk berinvestasi. Bahkan banyak pihak memperkirakan, Bekasi akan menjadi Metropolitan bayangan Jakarta.

Ya, perkembangan Bekasi saat ini, tidak lagi hanya berperan sebagai penopang Jakarta, akan tetapi sedang mengarah pada sebuah kota metropolis. Gencarnya pembangunan berbagai infrastruktur, terutama di bidang transportasi, akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi perkembangan sekaligus mengubah wajah Bekasi menjadi jauh lebih baik dan nyaman ke depannya.

Dan berdasarkan catatan Pemkot Bekasi sejak 2015 dan 2016, pemerintah telah melakukan pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan sepanjang 3.944 meter.

Pada 2017, pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan juga dilakukan sepanjang 8.185 meter. Selain jalan, Pemkot juga membangun jalur pedestrian untuk membuat wilayahnya menjadi hijau dan teduh bagi masyarakat pejalan kaki dan pengguna sepeda.

Jalur pedestrian sepanjang 2,5 kilometer juga telah dibangun di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Kemudian 3 kilometer di Jalan K.H .Noer Ali (Kalimalang) dan 200 meter di Jalan Chairil Anwar.

Selain pedestrian, Pemkot juga melakukan pembangunan serta rehabilitasi 13 jembatan sejak tahun 2015. Jembatan-jembatan tersebut diperbaiki karena menyebabkan kemacetan dan banjir. Selain itu juga ada pembuatan polder di beberapa tempat dan membuat sistem drainase.

Kemenpupera juga akan memanfaatkan aliran kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) untuk dilewati kapal pengangkut peti kemas dari kawasan Cikarang, Bekasi, dan sekitarnya ke Marunda.  Untuk itu kali CBL akan dikeruk agar kedalamannya memenuhi syarat untuk dilalui kapal truckboat  berkapasitas 100 peti kemas.

Dan yang menarik, kawasan Kalimalang di Bekasi direncanakan untuk dikembangkan serupa dengan Sungai Cheonggeyecheonn, Seoul, Korea Selatan yang terkenal akan kebersihannya, keindahannya, yang jadi sarana rekreasi bagi warganya dan sekaligus menjadi obyek wisata.