Kabupaten Bekasi lagi-lagi tercatat sebagai daerah yang terdampak paling parah saat terjadi banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Banjir yang terjadi pada 25 Februari ini pun tak kalah parahnya dengan yang terjadi di awal tahun 2020 kemarin.

Warga yang terimbas bencana di kawasan ini tercatat mencapai 10 ribu keluarga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi bahkan menilai musibah ini sebagai bencana terluas pada tahun 2020.

Sebelumnya, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik banjir awal tahun baru 2020 kemarin juga terbanyak berada di Kota Bekasi. Tercatat ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten. Titik terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat dengan 97 titik, DKI Jakarta 63 titik, dan Banten 9 titik.

Butuh informasi lengkap seputar perkembangan dan potensi kawasan lainnya? Simak info lengkapnya di AreaInsider.

Penyebab Banjir di Bekasi

Penyebab Banjir di Bekasi

Untuk menangani banjir di kawasan tersebut, pihak Kementerian PUPR pun membongkar drainase di Tol yang tertutup proyek KCJB.

Terkait musibah yang terjadi pada 25 Februari 2020 lalu pada sejumlah titik di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun buka suara soal penyebab banjir di Bekasi.

“Kalau Bekasi karena (meluapnya) sungai Bekasi,” kata Basuki usai menghadiri rapat penanganan banjir di Komisi V DPR RI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Selain itu, penyebab terendamnya pemukiman warga Bekasi yang letaknya di pinggir Tol Jakarta-Cikampek (Japek) adalah proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) yang sedang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Untuk menangani banjir di kawasan tersebut, pihak Kementerian PUPR pun membongkar drainase di Tol yang tertutup proyek KCJB.

“Kalau di pinggir-pinggir tol karena ada pengerjaan Proyek KCIC, Kereta Cepat, jadi kita bongkarin drainasenya. Kita bongkar karena drainasenya menutup-nutup, di KM 8, 19, dan 34,” jelas Basuki.

Penanganan Banjir di Bekasi

Penanganan Banjir di Bekasi

Kementerian PUPR terus berupaya mengoptimalkan kinerja Kali Kemang Pratama dan melancarkan kinerja drainase.

Meski proyek KCIC berada di bawah wewenang Kementerian Perhubungan, dan drainase Tol Japek di bawah wewenang Kementerian PUPR, menurut Basuki pihaknya bisa langsung membongkar drainase tanpa meminta izin.

“Saya bilang saya sudah datang ke lapangan, saya bilang nggak usah izin, bongkar,” tegas Basuki.

Tidak semua kawasan hunian di Bekasi rawan banjir, apalagi pihak pemerintah pusat dan daerah juga terus melakukan sejumlah langkah untuk mengatasinya. Tertarik punya hunian di kawasan ini? Temukan aneka pilihan huniannya di sini!

Untuk penanganan di wilayah Bekasi Selatan, pihak Kementerian PUPR terus berupaya mengoptimalkan kinerja Kali Kemang Pratama dan melancarkan kinerja drainase di wilayah tersebut.

“Makanya yang Kemang, Bekasi langsung kita kerjakan karena beliau (Kepala BMKG Dwikorita) bilang 15 Februari akan peak kan, makanya sebelum 15 Februari sudah kita selesaikan. Lewat sekarang kan. Ini sampai Maret ada kan, makanya kita kerjakan yang krusial, setelahnya baru kita perbaiki. Lalu drainase yang kurang baru kita perbaiki,” tandas Basuki.

Itulah yang jadi biang kerok banjir di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti di kawasan ini? Cek aneka pilihannya di sini!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah