Jawa Barat selama lebih dari tiga dekade telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Saat ini peningkatan ekonomi modern ditandai dengan peningkatan pada sektor manufaktur dan jasa. Perkembangan juga menyebar ke sektor lain seperti properti, yang ditandai dengan potensi sejumlah kawasan hunian di Jawa Barat.

Melansir laman Wikipedia, selain perkembangan sosial dan infrastruktur, sektor manufaktur terhitung terbesar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi. Hampir ¾ dari industri manufaktur non minyak berpusat di sekitar Jawa Barat. Bagaimanapun juga karena jumlah penduduk yang besar, PDB per kapita Jawa Barat adalah Rp 5.476.034 (US$644.24) termasuk minyak dan gas.

Sebelum pandemi menyerang, pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat terpantau bagus. Akan tetapi efek Covid-19 menyebabkan perekonomian wilayab tersebut terkoreksi drastis. Dimana capaiannya hanya sebesar 2,44%. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, turunnya aktivitas produksi di beberapa lapangan usaha menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi.

Kontraksi tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Perusahaan sebesar 18,38 persen; diikuti lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 7,94; dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 7,62 persen.

Pasar Properti Kawasan hunian di Jawa Barat Tetap Stabil

Kendati demikian, ada lima kategori lapangan usaha yang justru mampu tumbuh positif di saat pandemi Covid-19. Diantaranya adalah:

  • Lapangan usaha Informasi dan Komunikasi tumbuh sebesar 34,64 persen
  • Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang tumbuh sebesar 10,80 persen
  • Jasa Pendidikan tumbuh sebesar 6,69 persen
  • Real Estate tumbuh sebesar 1,92 persen
  • Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh sebesar 1,15 persen

Mencermati poin nomor empat, terbukti bahwa performa pasar properti kawasan hunian di Jawa Barat tetap stabil di tengah labilnya situasi perekonomian. Kondisi tersebut diperkuat dengan riset Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) yang bisa disimak dalam grafik di bawah ini.

Pasar Properti Kawasan hunian di Jawa Barat Tetap Stabil

Sempat terkoreksi pada Q2 2020, tren harga properti di Jawa Barat kembali meningkat pesat pada Q3 2020.

Jika diamati dalam grafik di atas, secara garis besar pasar properti Jawa Barat tak begitu prospektif di sepanjang 2017. Barulah di tahun setelahnya, market menunjukkan potensi  yang membuat pencari properti tertarik untuk berinvestasi di sana. Kenaikan terus berlanjut ke tahun 2019, dimana pada Q4 2019 tren indeks harga properti Jawa Barat menyentuh angka 114,4 poin.

Jawa Barat juga menjadi wilayah yang memasok properti residensial nasional terbesar kedua setelah Jakarta. Hingga Q4 2020, suplai properti di Jawa Barat mencapai 28%, diikuti Banten 17%, dan Jawa Timur%.

Secara year-on-year (YoY), indeks harga properti kawasan hunian di Jawa Barat pada Q4 2020 sebesar 7,6%. Sementara secara kuartalan, indeks harga propertinya mencapai 1,8% (QoQ). Median harga properti di wilayah tersebut pada Q4 2020 berkisar Rp9.328.922.

Kawasan hunian di Jawa Barat Punya Potensi investasi Tinggi

Kawasan hunian di Jawa Barat Punya Potensi investasi Tinggi

Jawa Barat memiliki berbagai potensi sumber daya alam, khususnya di bidang pertanian. (Pexels)

Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki jumlah penduduk terpadat di Indonesia atau kurang lebih 50 juta jiwa dan memiliki letak geografis strategis. Secara lokasi, provinsi ini terhitung strategis karena berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Selain itu, Jawa Barat juga memiliki berbagai potensi sumber daya alam, khususnya di bidang pertanian.

Ditambah lagi, kawasan hunian di Jawa barat memiliki potensi investasi yang sangat baik, khususnya dalam bidang manufaktur dan pengolahan. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai, wilayah yang dipimpinnya memiliki berbagai macam keunggulan, yaitu 60% lokasi industri ada di wilayah tersebut, mempunyai infrastruktur, dan angkatan kerja terbaik.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil melanjutkan, Singapura merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Barat. Tercatat ada sebanyak 40% investasi yang masuk ke Jawa Barat berasal dari negara tersebut.

Tren pencarian properti di Jawa Barat hingga Q4 2020 mengalami peningkatan sebesar 210% secara year-on-year (YoY).

Tren pencarian properti di Jawa Barat hingga Q4 2020 mengalami peningkatan sebesar 210% secara year-on-year (YoY).

Harus diakui, Jawa Barat juga tak ketinggalan dalam segi infrastruktur dan pembangunan yang menunjang pertumbuhan ekonomi. Gencarnya proyek-proyek infrastruktur di Jawa Barat plus harga lahan yang juga lebih terjangkau dibanding kawasan lainnya, membuat Jawa Barat punya nilai lebih di mata para pencari properti maupun sebagai lokasi untuk berinvestasi.

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) kuartal keempat (Q4) 2020, pencarian properti di Jawa Barat hingga Q3 2020 mengalami peningkatan sebesar 88,8% dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pencarian properti di Jawa Barat malah meningkat sebesar 239%. Sementara pada Q4 2020, tren pencarian properti secara tahun mencapai 210%, dan secara kuartalan terkoreksi sebanyak 15%.

Kota yang paling banyak dicari di Jawa Barat adalah Bekasi, yang mengalami peningkatan pencarian sebesar 115% (QoQ) dan 265% (YoY). Selain Bekasi, minat pencari properti di Jawa Barat juga banyak datang dari Bogor, dengan peningkatan sebesar 94,3% (QoQ) dan 275% (YoY).

Menilik Area Unggulan Kawasan Hunian di Jawa Barat

Menilik Area Unggulan Kawasan Hunian di Jawa Barat

Beberapa kota besar di Jawa Barat terpantau punya nilai investasi properti yang signifikan. (Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi)

Dibandingkan dengan wilayah-wilayah penyangga Jakarta yang lain, kota-kota di Jawa Barat adalah kota yang banyak diincar oleh pembeli kalangan menengah dan menengah bawah, seperti Depok, Bekasi, dan Bogor.

Hal tersebut disinyalir lantaran harga propertinya relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan kawasan Tangerang, tetapi memiliki akses komuter yang tak kalah memadai. Dengan harga yang lebih rendah dan demand yang masih besar, pasar properti di Jawa Barat pun masih punya cukup ruang untuk berkembang dan melakukan penyesuaian harga. Inilah yang menyebabkan pasar properti di Jawa Barat bisa lebih stabil dalam hal kenaikan harga.

Dan berikut, empat kota besar di Jawa Barat yang punya potensi properti menjanjikan.

1. Kawasan Hunian di Jawa Barat Paling Diminati: Depok

Berdasarkan RIPMI Q4 2020, pencarian properti di Depok pada kuartal ketiga 2020 mengalami kenaikan yang sangat signifikan, baik secara kuartalan maupun tahunan. Indeks pencarian properti di Depok sampai Q3 2020 secara kuartalan naik sebanyak 81% (QoQ) dan secara tahunan naik cukup tinggi sebanyak 186% (YoY).

Untuk tren indeks harga, wilayah Depok juga menunjukkan performa yang cukup positif dengan terjadinya kenaikan baik secara kuartalan maupun tahunan. Pada kuartal kedua (Q2) 2020 indeks harga Depok ada di angka indeks 128,0, kemudian di kuartal ketiga (Q3) indeksnya menjadi 128,9 atau naik tipis sekitar 1%.

Ingin tahu 5 Area Paling Prospektif Di Depok Di 2021? Cari tahu jawabannya di sini!

2. Kawasan Hunian di Jawa Barat Paling Diminati: Bekasi

Bekasi menjadi wilayah yang memberikan pengaruh besar terhadap indeks harga properti di Jawa Barat sejak kuartal pertama 2020. Di saat kota-kota lain di Jawa Barat menunjukkan kenaikan tak lebih dari 2% (QoQ), indeks harga properti di Bekasi menunjukkan kenaikan hingga 5% untuk rumah tapak. Wilayah Jatiasih dan Bekasi Timur menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi.

Bagi konsumen, harga properti di Bekasi Timur masih cukup terjangkau sekaligus memberikan prospek kenaikan harga yang lebih besar. Hal ini didukung pula upaya pemerintah dalam mengintegrasikan wilayah komuter yang memberikan keuntungan bagi Bekasi Timur lewat sejumlah proyek infrastruktur seperti LRT Bekasi-Cawang, elevated road, hingga rencana MRT jangka panjang Balaraja-Cikarang.

Lebih dalam tentang Kota Bekasi, simak informasinya dalam artikel 5 Area Paling Prospektif Di Bekasi Di 2021.

3. Kawasan Hunian di Jawa Barat Paling Diminati: Bogor

Rumah.com Indonesia Property Market Outlook 2021 mencatat, indeks pencarian properti di Bodetabek menempatkan Bogor termasuk Kota Bogor dalam hal pencarian favorit dengan persentase sebesar 94,3% secara kuartalan pada Q3 2020. Secara tahunan, indeksnya mencapai 274,6% (274,6% (year-on-year).

Tingginya peningkatan pencarian di Kota Bogor disebabkan pemerataan pembangunan infrastruktur, sehingga menyebabkan area-area dengan harga properti yang lebih rendah menjadi terhubung dengan wilayah lainnya dan lebih mudah diakses. Hal tersebut menjadikan Kota Bogor layak disebut sebagai hunian idaman keluarga, diantaranya dekat dengan Ibukota, huniannya belum Jadetabek, dan merupakan kawasan sunrise property.

Selengkapnya tentang potensi Kota Bogor, simak dalam 5 Kawasan Hunian Di Kota Bogor Dengan Kenaikan Harga Tertinggi.

4. Kawasan Hunian di Jawa Barat Paling Diminati: Bandung

Angka pencarian properti di Bandung tercatat sangat tinggi dibanding kawasan pencarian favorit lainnya. Bahkan lebih spesifik lagi, sejumlah perumahan di Bandung juga mengantongi angka pencarian yang tinggi karena ada banyak peminatnya.

Terkait pencarian rumah berdasarkan lokasi, dari data internal Rumah.com di bulan September 2020 tercatat ada 5.053.596 pencarian. Secara spesifik, pencarian perumahan di Bandung yang mengantongi 9,6% dari seluruh pencarian memang tercatat menunjukkan tren yang sangat positif.

Total tren pencarian hunian atau properti residensial di Bandung, baik perumahan maupun apartemen, juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data selama 6 bulan terakhir hingga September ini grafiknya memang terus bergerak naik.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah