Cinere merupakan sebuah kawasan yang mulai populer di era 90’an efek booming serial ‘Si Doel Anak Sekolahan’. Dan dulu, kawasan ini hanya dipandang sebelah mata karena merupakan perkampungan pinggiran yang perannya hanya sebagai penghubung Depok, Parung, dan Bogor untuk menuju Jakarta saja.

Tapi pada perkembangannya, wilayah yang juga merupakan termasuk sebagai salah satu kecamatan di Depok ini kini jadi lokasi favorit para pencari properti. Hal ini tak lepas dari lokasinya yang seolah menyatu dengan Jakarta Selatan dan semakin mahalnya harga hunian di ibu kota.

Dan berkat segala keunggulan yang ditawarkannya, seperti lokasi dan fasilitas sekitar hunian yang lengkap, berdasarkan Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H-1 2019, Cinere selalu masuk dalam daftar sepuluh kawasan hunian favorit konsumen di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) setiap tahunnya.

Bahkan kawasan ini menurut Rumah.com Property Market Index Kuartal IV 2018 merupakan kawasan dengan harga pasaran tertinggi di wilayah Depok. Itu juga sebabnya mengapa Cinere diangap sebagai kawasan hunian ‘elit’ yang ada di pinggiran Jakarta.

Lokasi dan akses yang mudah, plus dukungan fasilitas hunian yang komplit memang faktor yang menjadikan kawasan ini paling unggul daripada wilayah yang berada di pinggiran Jakarta lainnya.

Selain kawasannya yang sudah mapan, kawasan ini juga punya prospek properti yang cerah dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi sekarang, ke Cinere kini lebih cepat dan juga lebih hemat. Pasalnya, ada beberapa jalan tol yang menyambungkan Cinere dengan sejumlah kawasan di Jabodetabek.

Misalnya Tol Desari (Depok-Antasari) yang memudahkan warga komuter di Depok beraktivitas sehari-hari ke Pusat Jakarta. Kemudian, ada Tol Cijago (Cinere-Jagorawi) yang menyambungkan Jalan Raya Bogor dan Kukusan serta arah sebaliknya ke Serpong (Cinere-Serpong).

Untuk menuju Cinere, Anda bisa melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Jagorawi dan keluar di pintu tol Pondok Labu. Dari perempatan Cilandak Town Square atau Citos, belok ke arah Jalan RS Fatmawati.

Setibanya di Swalayan Aneka Buana Pondok Labu, Anda bisa memilih dua jalur jalan yakni belok kiri ke arah Jalan Pangkalan Jati III – Gandul Raya, atau lurus terus ke arah jalan Cinere Raya.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda juga bisa menjangkau kawasan ini menggunakan transportasi umum. Misalnya, dari kawasan Cibinong atau Serpong, Anda bisa menumpang bis dalam kota Agramas dengan trayek Cibinong-BSD-Poris Tangerang kemudian turun di perempatan Trakindo (Cilandak KKO).

Bus tersebut beroperasi mulai dari jam 05:30 sampai dengan 19:00 dengan tarif sekali perjalanan sekitar Rp18 ribu. Atau, jika dari Terminal Blok M, ada angkutan S619 dengan trayek Blok M- Cinere. Bis ini akan berakhir di Terminal Cinere.

Namun meskipun kawasan ini agak jauh dari stasiun Commuter Line atau kereta api listrik (KRL) yang merupakan transportasi publik paling favorit. Meski demikian, warga Cinere bisa memanfaatkan keberadaan MRT Jakarta yang secara resmi mulai dioperasikan sejak 1 April 2019 lalu.

Jika biasanya perjalanan dari kawasan Cinere ke Bundaran HI itu ‘normalnya’ berkisar 1 sampai 2 jam dengan kendaraan pribadi, maka dengan menggunakan MRT Jakarta bisa menghemat waktu hingga satu jam!

Tertarik untuk punya hunian atau berinvestasi properti di kawasan ini? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Dari Cinere menuju ke Stasiun MRT Lebak Bulus estimasi waktu berkendara antara 15 hingga 30 menit. Dan dengan menggunakan MRT Jakarta, dari Stasiun MRT Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI hanya butuh waktu 20 menit saja! Lebih cepat, lebih hemat waktu, dan biaya.

Jadi dengan keberadaan dan mulai dioperasikannya sejumlah tol baru dan juga MRT Jakarta benar-benar membuat tinggal di kawasan Cinere semakin mudah dan menyenangkan. Mudah dijangkau dan menjangkau sekitaran Jabodetabek.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah