Ada banyak faktor yang mendorong semakin tingginya angka pencarian rumah di Bogor. Mulai dari aksesnya yang kian mudah hingga pilihan aneka moda transportasi yang mudah mejangkau ibu kota. Dan bermunculannya kota baru juga jadi bukti bahwa Bogor kini semakin diperhitungkan.

Merujuk data internal Rumah.com jumlah pencarian rumah di Bogor pada listing properti dijual pada awal Maret 2020, di mana pandemi baru terjadi, tercatat ada 110.815 pencarian. Dan hingga bulan Agustus kemarin melesat menjadi 349.796 pencarian.

Pandemi COVID-19 memang bisa dibilang tidak terlalu memengaruhi pasar properti dan juga minat pencarian properti di Bogor. Bahkan pengembang besar sekelas Agung Podomoro Group (APG) saja juga kepincut untuk membangun proyeknya di kawasan Bogor.

Mau punya rumah dengan 3 kamar tidur di kawasan Bogor dengan harga di bawah Rp500 juta? Cek aneka pilihan rumahnya di sini!

Kota Baru Pendorong Percepatan Aktivitas Perekonomian

Kota Baru Pendorong Percepatan Aktivitas Perekonomian

Diluncurkannya kawasan hunian baru ini juga diharapkan bisa ikut menggerakkan perekonomian di wilayah perbatasannya seperti Bogor, Depok, dan Tangerang.

Situasi pandemi tidak serta merta membuat kalangan pengembang berdiam diri dan berhenti mengembangkan maupun meluncurkan proyek terbarunya. Pengembang Agung Podomoro misalnya yang tetap bergerak bukan hanya menawarkan produk baru tapi juga  meluncurkan kota baru.

Ya, pandemi tak memengaruhi developer sebesar APG untuk mengembangkan kawasan kota mandiri dan satelit baru, Kota Podomoro Tenjo. Kota baru yang berada di area Tenjo sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor yang dikembangkan APG ini berdiri di atas lahan seluas 700ha.

Diluncurkannya kawasan hunian baru ini juga diharapkan bisa ikut menggerakkan perekonomian di wilayah perbatasannya seperti Bogor, Depok, dan Tangerang.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Menurut Marketing Director APG Agung Wirajaya, Kota Podomoro Tenjo merupakan bentuk komitmen APG untuk mendorong percepatan aktivitas perekonomian nasional dan daerah terkait berbagai kendala yang terjadi salah satunya karena pandemi Covid-19.

“Kami bersyukur proyek ini akhirnya bisa diperkenalkan kepada masyarakat luas dan diharapkan melalui proyek ini bisa menjadi katalis perekonomian terutama di wilayah Tenjo dan sekitarnya. Proyek ini merupakan salah satu inovasi kami untuk terus menghadirkan produk-produk terbaik yang dibutuhkan masyarakat dan komitmen kami untuk ikut membangun nengeri,” ujarnya.

Residential Department Head APG Zaldy Wihardja menambahkan, untuk tahap pertama ini akan dibangun rumah tapak untuk menyasar segmen masyarakat terbesar dengan produk seharga mulai Rp200 jutaan. Konsep yang dihadirkan adalah rumah tumbuh sehingga konsumen bisa mengembangkan huniannya seiring kemampuan finansialnya yang meningkat.

“Proyek ini akan didukung dengan pengembangan berkonsep smart city infrastructure dengan pengembangan eco green house concept. Jadi perumahan yang dihadirkan merupakan konsep rumah hijau yang akan menjamin aspek kenyamanan maupun kesehatan seluruh penghuninya,” katanya.

Kota mandiri memang dibangun untuk jangka panjang, tetapi berpotensi baik untuk diinvestasikan kemudian. Simak jurus investasinya di video berikut ini, ya!

Kota Baru dengan Konsep Grand Transit Oriented Development (TOD) 

Kota Baru dengan Konsep Grand Transit Oriented Development (TOD)

Untuk akses perkotaan, kawasannya juga didukung dengan berbagai infrastruktur jalan maupun transportasi publik yang sangat memadai.

Keunggulan lainnya dari kota baru ini akan disediakan fasilitas green belt yang akan membuat antar kawasan saling terhubung. Kawasan-kawasannya akan dikelilingi spot yang luas.

Dengan begitu setiap orang bisa menikmati udara yang segar karena akan dilengkapi juga dengan taman-taman komunal, lahan terbuka untuk ruang sosial, estetika, sarana kegiatan rekreatif, dan sebagainya.

Untuk akses perkotaan, kawasannya juga didukung dengan berbagai infrastruktur jalan maupun transportasi publik yang sangat memadai. Pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja nantinya akan melintasi proyek ini dengan jarak ke pintu tol hanya 3 km (pintu tol Jambe).

Jalan tol ini juga tersambung dengan tol JORR hingga tol Bintaro-Serpong sehingga aksesnya akan sangat mudah. Selain akses jalan tol, ada juga fasilitas kereta commuter line dengan rute Jakarta-Rangkas Bitung.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Tenjo akan menjadi Grand Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan kawasannya dengan mal, hotel, pasar modern, yang dimudahkan dengan akses transportasi umum.

“Kami berharap kehadiran Kota Podomoro Tenjo bisa menciptakan multiplayer effect ekonomi secara luas sehingga mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini. Hadirnya proyek ini seiring dengan inovasi kami untuk menghadirkan living in style dan membawa masyarakat bergerak menuju pemikiran dan kehidupan yang lebih modern,” beber Zaldy.

Bukan hanya Kota Podomoro Tenjo, APG juga meluncurkan produk baru melalui 12 proyek eksisting yang tengah dikembangkannya. Diantaranya Podomoro Golf View, Vimalla Hills, Grand Madison, SOHO Pancoran, Harco Sky, Kota Kertabumi, Podomoro City Deli, Podomoro Park Bandung, Orchard Park Batam, Borneo Bay, dan Bukit Mediterania.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah