Pasaran harga rumah di Bogor memang selalu menarik untuk disimak mengingat lokasinya yang dekat dengan ibu kota Jakarta. Tambah lagi kondisi alamnya masih asri dengan panorama pegunungan, plus harga hunian yang relatif masih terjangkau.

Seperti kawasan penyangga Jakarta lainnya, Bogor kini terus berkembang menjadi area investasi properti yang prospektif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan hunian—baik tapak maupun vertikal—yang dikembangkan, selain pusat perbelanjaan dan hiburan.

Tertarik untuk punya rumah di Bogor? Simak review perumahannya di sini!

Harga rumah di Bogor naik pesat dalam satu tahun terakhir

Menurut catatan Rumah.com Property Index, harga properti di Bogor berada pada posisi Rp6,47 juta per meter persegi di Q4 2018. Pergerakan pasar properti Bogor memang bisa dibilang selalu positif, perlahan namun pasti terus bergerak naik.

Asal tahu saja, di Q1 atau awal tahun 2018, median harga properti Bogor berada di angka Rp5,83 juta per meter persegi. Kemudian di Q2 naik sebanyak 5,63%, lalu di Q3 naik lagi menjadi Rp6,19 juta per meter persegi.

pasar properti bogor

Harga rumah di Bogor, baik apartemen maupun rumah tapak relatif lebih murah. Bandingkan saja dengan Tangerang atau Bekasi.

Di sisi lain pergerakan pasar hunian vertikal atau apartemen kelas menengah di wilayah Bogor dalam satu tahun belakangan ini tumbuh lebih agresif. Fenomena tersebut seiring dengan respon pasar terkait semakin banyaknya proyek infrastruktur Bogor yang tengah digenjot Pemerintah.

Ya, warga Jakarta mengincar Bogor selain karena suasana wilayahnya yang masih sejuk dan alami, tak dipungkiri juga karena harga apartemen di Kota Hujan ini relatif lebih murah. Bandingkan saja dengan Tangerang atau Bekasi.

Menurut catatan Rumah.com Property Index, pada Q1 2018 median harga properti di kawasan penyangga tersebut berada pada angka Rp14,65 juta per meter persegi. Harga ini kemudian juga mengalami kenaikan menjadi Rp15,91 juta per meter persegi di Q3 2018. Dan naik lagi sebanyak 7,45% atau Rp17,09 juta per meter persegi di Q4 2018.

Pergerakan harga rumah Bogor 2019

Harga rumah di Bogor sempat melambat pada 2017, namun mulai bangkit di tahun 2018.

Melihat pergerakan indeksnya, harga rumah dan properti di Bogor saat ini mencapai titik tertinggi sejak 2015. Indeks harga properti di Bogor mencapai 107,1, naik 12,1% dalam satu tahun terakhir.

Dukungan infrastruktur dorong harga rumah di Bogor

Bogor juga disokong oleh sektor transportasi yang baik, misalnya KRL Jabotabek jurusan Bogor–Jakarta Kota guna mengangkut warga Bogor yang bekerja di Ibukota. Hal ini senada berdasarkan demografinya, kelompok usia yang menjadi pemukim baru di Bogor rata-rata merupakan kaum produktif.

Kawasan ini juga menyimpan potensi besar lewat gencarnya pembangunan infrastruktur dengan rencana jaringan jalan Bogor Outer Ring Road (BORR), Bogor Inner Ring Road (BIRR), hingga jalan Poros Tengah Timur (jalur Puncak Dua), dan tol Bocimi yang baru saja diresmikan.

Beroperasinya Tol Bocimi ini diyakini juga akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor dan sekitarnya. Selain berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan jasa dari Kota Bogor, Ciawi, dan Sukabumi maupun sebaliknya, jalan tol ini serta merta juga akan semakin membuat pasar properti Bogor semakin bergairah.

Menyoroti perkembangannya sejak beberapa tahun silam, pasar properti Bogor memang terus bergairah dengan menawarkan sejuta pesonanya. Bukan hanya semakin banyaknya proyek pembangunan hunian tapak, hunian vertikal juga mulai menjamur di sini.

Apa yang membuat properti Bogor jadi banyak diburu orang? Karena selain dukungan kemudahan akses dan infratruktur, Bogor juga dikenal sebagai lokasi belanja, wisata alam, dan wisata kuliner yang cukup terkenal di Indonesia. Untuk belanja terdapat mall yang lebih besar dan menjajakan barang bermerek seperti Botani Square Bogor atau tempat berbelanja aneka tas di Tajur.