Perjalanan panjang Sukabumi menjadi sebuah kota yang mulai dipandang, tentunya tidaklah mudah. Salah satu kota dengan wilayah terkecil di provinsi Jawa Barat ini, mulai dilirik oleh para pengembang maupun investor. Terkini, wilayah ini sedang dikembangkan menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Saat ini Sukabumi tidak dapat dipandang sebelah mata, pasalnya kawasan ini menjadi salah satu wilayah yang sedang menjadi incaran para investor. Tak hanya terpilih menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun juga menjadi pilihan kawasan hunian idaman.

Perkembangan wilayahnya ini tentunya tak lepas dari keberhasilan pemerintah setempat yang berhasil meningkatkan perekonomian Sukabumi. Hal ini terbukti dengan tidak adanya status daerah tertinggal di kawasan ini.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 500 jutaan di kawasan Sukabumi? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Dikutip dari Sukabumiupdate.com Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sukabumi mengklaim di tahun 2019 sudah tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal. Kemudian status desa berkembang juga mengalami peningkatan yang drastis.

Pada 2016 status desa berkembang terhitung mencapai 221 desa yang kemudian semakin bertambah di 2019 menjadi 258 desa berkembang. Tentunya hal ini membuktikan bahwa Sukabumi patut diperhitungkan sebagai salah satu kawasan yang berkembang Jawa Barat.

Sukabumi dan Sejarah Perkembangannya

Sukabumi dan Sejarah Perkembangannya

Sedari dulu Sukabumi dikenal sebagai kawasan perkebunan, mulai dari kopi hingga teh. (artinriky.files.wordpress.com)

Bila menilik wilayah ini 10 tahun lalu, tentunya ada banyak perubahan yang dirasakan terutama oleh warganya. Wilayah Kota Sukabumi sendiri terbagi ke dalam 7 kecamatan dan 33 kelurahan, 350 RW, dan 1.521 RT dengan luas 48.423 km2.

Sedari dulu wilayah ini memang dikenal sebagai kawasan perkebunan, mulai dari kopi hingga teh. Pendapatan warga setempat rata-rata dihasilkan dari hasil perkebunan tersebut. Selain itu, dahulu tidak banyak yang melirik wilayah ini sebagai kawasan hunian maupun pariwisata.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Di tahun 2010 wilayah ini hanya mendapat kunjungan wisatawan sebanyak 104.885 yang hanya didominasi pada wilayah Kecamatan Cikole yang berada di pusat Kota Sukabumi. Secara keseluruhan hanya tercatat 2 objek wisata dan 47 penginapan yang ada di wilayah ini.

Sedangkan untuk kawasan hunian baru dalam kurun waktu 3 tahun terakhir nama Sukabumi terdengar gaungnya. Di tahun 2015 wilayah ini masih menjadi pilihan terakhir oleh para pencari hunian karena kehadiran perumahan yang mumpuni masih minim fasilitas dan akses.

Sukabumi dan Perkembangannya Kini

Sukabumi dan Perkembangannya Kini

Salah satu wilayah yang kerap menjadi incaran para pengembang berada di Sukabumi bagian utara tepatnya di kecamatan Gunung Puyuh.

Seperti Bandung, Sukabumi adalah kawasan di Jawa Barat yang memiliki nilai cukup tinggi di sektor properti. Tak heran bila sejumlah pengembang berlomba mencari lahan untuk perumahan, karena wilayahnya cocok untuk semua segmen pasar properti, mulai dari tipe kelas atas hingga subsidi.

Sejak tahun 2016 pembangunan jalan kabupaten hingga 2019 telah tercapai sepanjang 1.326,67 kilometer serta kehadiran Jembatan Cibuni memberi angin segar bagi warga sekitar. Jembatan ini menghubungkan antara wilayah Kecamatan Cidadap, Sukabumi dengan Kecamatan Cijati, Cianjur.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Selain perbaikan dan pembangunan jalan-jalan kabupaten, Sukabumi juga membuka exit jalan tol yang memudahkan akesnya. Bagi beberapa pengembang, kawasan ini memiliki hal menarik yang tidak dimiliki oleh semua wilayah.

Beberapa di antaranya adalah udara yang sejuk dan potensi air tanah yang lebih besar secara kuantitas dan belum tercemar sehingga masih bersih. Salah satu wilayah yang kerap menjadi incaran para pengembang berada di Sukabumi bagian utara tepatnya di kecamatan Gunung Puyuh.

Sukabumi dan Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus di Masa Depan

Sukabumi dan Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus di Masa Depan

Proyek yang diketahui baru-baru ini bernama MNC Lido City, rencananya dikembangkan oleh PT MNC Land Tbk. (mncland.com)

Pada akhir Februari 2021 lalu, Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan Kecamatan Cikidang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini tentunya menjadi sebuah angin segar bagi kota Sukabumi itu sendiri.

Terlebih lagi perusahaan MNC Group yang bekerja sama dengan Mantan Presiden AS Donald Trump yang berencana membangun taman hiburan sekelas Disneyland dan universal Studio. Proyek yang diketahui baru-baru ini bernama MNC Lido City, rencananya dikembangkan oleh PT MNC Land Tbk.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Kabarnya MNC Lido City akan dibangun di atas tanah seluas 3.000 hektar di kecamatan Cicurug, Lido. Di awal 2021 lalu, MNC Lido City ini juga sudah disetujui oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Selain mega proyek di atas, ada beberapa pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan di wilayah ini. Antara lain adalah jalan tol Bogor, Ciawi, dan Sukabumi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bocimi, double track kereta api BogorSukabumi, lapangan terbang, dan poros maritim.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat memudahkan akses ke wilayah ini sehingga nilai kawasan semakin meningkat. Potensi pasar properti di Sukabumi peluangnya juga cukup besar terutama untuk segmen komersial.

Salah satu pengembang lokal seperti Setiabudi Land telah mengembangkan beberapa proyek perumahan menengah di Cibeureum, Sukaraja, dan Goalpara. Harga perumahan tersebut dibanderol mulai dari Rp 250 juta hingga Rp 600 juta.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah